Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 November 2026

Renungan Harian Hari Ini 6 November 2026, Bacaan Injil Lukas 16:1-8 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Flp. 3:17-4:1; Mazmur: 122:1-2.3-4a.4b-5; R: 1; PEKAN BIASA XXXI (H);

Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
 
Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
 
Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
 
Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
 
yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

.

Nyanyian ziarah Daud.
Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: “Mari kita pergi ke rumah TUHAN.”
 
Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
 
Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
 
ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
 
Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.

.

Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
 
Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
 
Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
 
Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
 
Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
 
Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
 
Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
 
Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

.

Bahkan binatang yang sangat kejipun dipuja pula oleh para musuh umat-Mu, sebab kalau dibandingkan kebodohannya maka binatang-binatang itu lebih rendah dari pada yang lain-lain.
 
Tidak ada rupa yang bagus yang dapat diinginkan, seperti kalau orang memandang binatang, sebab binatang-binatang itu tidak dipuji dan tidak diberkati oleh Allah.

Karena itu para pemujanya sebagaimana mestinya dihukum dengan binatang-binatang yang serupa itu, dan disiksa oleh banyak hewan kecil.
 
Tetapi akan ganti hukuman itu telah Kaubuat baik kepada umat-Mu. Untuk seleranya yang hebat telah Kausediakan hidangan istimewa sebagai makanan, yaitu burung-burung puyuh.
 
Sedangkan pihak musuh, walaupun ingin makan, kehilangan selera yang perlu, karena jijiknya binatang-binatang yang dikirimkan itu, umat-Mu malah menikmati hidangan istimewa setelah sebentar menderita kekurangan.
 
Memang atas pihak para penindas patut datang kekurangan yang tak terelakkan, tetapi kepada umat-Mu patut ditunjukkan, bagaimana musuh-musuhnya disiksa.

Sebab juga ketika geram hebat binatang-binatang yang galak mendatangi umat-Mu dan mereka tewas karena dipagut ular-ular yang melilit, maka kemurkaan-Mu tidak berlangsung terus sampai ke penghabisan.
 
Melainkan sebagai peringatan mereka dikejutkan sebentar, lalu mendapat tanda keselamatan sebagai kenangan akan hukum Taurat-Mu.
 
Sebab barangsiapa berpaling kepada tanda itu tidak diselamatkan oleh apa yang dilihatnya, melainkan oleh-Mu, ya Penyelamat segala orang.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 6 November 2026

Dengan itupun telah Kauyakinkan pula para musuh kami, bahwa hanya Engkaulah yang menyelamatkan dari segala malapetaka.
 
Musuh-musuh kami ditewaskan dengan gigitan belalang dan lalat, dan tiada terdapat obat mujarab untuk menghidupkan mereka, sebab mereka patut dihukum dengan binatang-binatang semacam itu.
 
Sedangkan anak-anak-Mu tidak kalah terhadap gigi ular-ular berbisa, sebab belas kasihan-Mu datang menolong serta menyembuhkan mereka.
 
Untuk mengingatkan sabda-Mu kepada mereka maka mereka dipagut, tapi segera mereka disembuhkan pula, supaya mereka jangan terlepas dari kemurahan-Mu dan sama sekali melupakannya.
 
Sebab bukan tumbuh-tumbuhan atau balut yang telah menyembuhkan mereka, melainkan Firman-Mu yang memulihkan semua, ya Tuhan.
 
Memang Engkau mempunyai kuasa atas hidup dan mati, dan Engkaulah yang menurunkan ke pintu gerbang dunia orang mati dan juga menaikkan dari padanya.
 
Sudah barang tentu manusia membunuh dalam kejahatannya, tapi ia tak mampu mengembalikan roh yang sudah keluar, dan tak dapat melepaskan jiwa yang sudah diterima dunia orang mati.

Mustahillah sama sekali melepaskan diri dari tangan-Mu.
 
Sebab para fasik yang menolak untuk mengenal Engkau, telah didera dengan kekuatan lengan-Mu, dan dikejar-kejar oleh hujan lebat yang luar biasa, oleh hujan es dan guntur gemuruh yang tak terelakkan, lalu habis ditelan api.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 6 November 2026

Malah yang paling aneh terjadi, yakni: di dalam air yang memadamkan segala-galanya api itu semakin berdaya, sebab alam semesta berjuang demi orang benar.
 
Ada kalanya nyala api tertahan, supaya jangan membakar binatang-binatang yang dikirimkan melawan para fasik, agar melihat itu mereka menjadi insaf bahwa mereka dikejar-kejar oleh keputusan Allah.
 
Tetapi ada kalanya pula nyala api berkobar-kobar melebihi kekuatan api, malahan di tengah-tengah air, untuk membinasakan tanam-tanaman di tanah orang yang fasik itu.
 
Sebaliknya umat-Mu telah Kauberi santapan malaikat menjadi makanannya, dan tanpa susah payah mereka Engkau telah mengirimkan dari sorga roti yang telah disediakan, yang mengandung segala kenikmatan dan cocok dengan selera masing-masing.
 
Sebab rezeki yang Kauanugerahkan itu menunjukkan kemanisan-Mu terhadap anak-anak-Mu, dan rezeki itu menyesuaikan diri dengan keinginan orang yang memakannya dan berubah menjadi apa yang dikehendaki masing-masing.
 
Salju dan es bertahan terhadap api tanpa meleleh, supaya diketahui bahwa hanya buah-buahan para musuh habis punah dimakan oleh api yang bernyala-nyala di tengah hujan es dan berkilat-kilat dalam hujan deras.
 
Sebaliknya api lupa akan kekuatannya sendiri, supaya orang benar diberi makan.
 
Sebab alam ciptaan-Mu yang mengabdi kepada Pembuatnya memperbantukan tenaganya hendak menghukum para fasik, tetapi juga menahan diri dengan maksud berbuat baik kepada orang yang percaya kepada-Mu.
 
Karena itu alam pada saat itu berubah menjadi segala hal dan melayani karunia-Mu yang memelihara segala sesuatu, seperti dibutuhkan masing-masing.

.

renungan harian hari ini

Bacaan hari ini mengajak kita merenungkan cara hidup sebagai pengikut Kristus di tengah dunia yang penuh tantangan. Paulus mengingatkan kita untuk meneladan mereka yang hidup sesuai Injil, bukan mengikuti hawa nafsu duniawi.

la menegaskan bahwa kewargaan kita ada di surga, sehingga kita harus hidup dengan tujuan yang lebih tinggi, menghayati iman dengan teguh di tengah godaan dunia.

Dalam bacaan Injil, Yesus menceritakan perumpamaan tentang bendahara yang cerdik. Meski tidak jujur, bendahara ini bertindak bijaksana dengan mempersiapkan masa depannya.

Yesus mengajak kita belajar dari kecerdikan ini, menggunakan sumber daya yang kita miliki (waktu, talenta, dan harta milik), untuk membangun Kerajaan Allah. Kita diajak cerdik dalam iman, memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik dan mempersiapkan hidup kekal, bukan hanya mengejar keuntungan duniawi.

Kita perlu menata hidup dengan bijaksana, memprioritaskan apa yang, lewat proses discernment, kita pahami sebagai kehendak Allah.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan melihat kembali bagaimana kita menggunakan waktu, talenta, dan harta yang dipercayakan kepada kita. Hidup sebagai warga Kerajaan Surga menuntut kebijaksanaan dalam menentukan prioritas. Semoga kita tidak terjebak mengejar keuntungan sementara, tetapi semakin cermat memilih hal-hal yang berkenan kepada Allah.

Ya Bapa, sumber segala kebijaksanaan, tuntunlah kami agar mampu menata hidup sesuai kehendak-Mu. Ampunilah kami ketika terlalu sibuk mengejar keberhasilan duniawi hingga melupakan tujuan hidup yang sesungguhnya. Terangilah pikiran dan hati kami dalam setiap keputusan, supaya kami mampu membedakan apa yang sungguh bernilai dan membawa kami semakin dekat kepada-Mu.

Ajarlah kami menggunakan waktu, talenta, dan harta dengan penuh tanggung jawab. Jauhkanlah kami dari sikap boros, egois, dan hanya memikirkan keuntungan pribadi. Berilah kami kecerdikan untuk melihat setiap kesempatan berbuat baik, keberanian untuk berbagi, serta ketekunan dalam melayani. Semoga segala yang kami miliki menjadi sarana untuk menghadirkan Kerajaan Allah.

Teguhkanlah iman kami agar tidak mudah terbawa arus dunia yang menjauhkan kami dari Injil. Bantulah kami menjalani kehidupan sebagai warga Kerajaan Surga dengan hati yang bijaksana dan penuh pengharapan. Semoga keluarga kami semakin mampu mengutamakan kasih, kejujuran, dan pelayanan, sehingga seluruh perjalanan hidup kami mengarah pada persatuan abadi bersama-Mu. Amin.

.                              

Tuhan, bimbinglah kami untuk hidup bijaksana sesuai kehendak-Mu. Kuatkan iman kami untuk setia menanti janji-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 5 November 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 8   +   1   =