Renungan Harian Hari Ini 1 November 2026, Pembacaan Injil Matius 5:1-12a (baca Alkitab – klik disini)
Pembacaan I: Why. 7:2-4.9-14; Mazmur: 24:1-2.3-4ab.5-6; Pembacaan II: 1Yoh. 3:1-3; O PEKAN II PEKAN BIASA XXXI HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS (P);
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian dan Injil 1 November 2026
Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”
Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”
Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
sambil berkata: “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”
Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?”
Maka kataku kepadanya: “Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 November 2026
Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
“Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” S e l a
.
BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 November 2026
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 November 2026
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
BACAAN INJIL – Renungan Harian dan Injil 1 November 2026
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 November 2026
Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.
Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.
Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.
Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.
Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah.
Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.
Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”
Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
“Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”
.

Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 November 2026
Kitab Wahyu dalam bacaan pertama hari ini menyajikan gambaran tentang sebuah penglihatan yang menakjubkan, yakni ada sekumpulan besar orang yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala suku dan bangsa, kaum dan bahasa, yang telah setia melewati pencobaan dan kini berdiri di hadapan Sang Anak Domba.
Kita diajak merenungkan bahwa semua orang, dari semua latar belakang, sesungguhnya dipanggil kepada keselamatan. Gambaran ini juga mengajak kita menyadari bahwa kasih Allah itu melampaui perbedaan dan mempersatukan.
Bacaan pertama menegaskan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Kita dipanggil untuk hidup dalam pengharapan akan kasih Allah yang mempersatukan kita sebagai anak-anak-Nya.
Pengharapan ini bukan pengharapan yang egoistis, melainkan yang sekaligus memanggil kita menyadari identitas sebagai sesama anak-anak Allah, yang selayaknya hidup saling mengasihi sebagai saudara. Di tengah derasnya arus digitalisasi yang sering membuat kita terasing satu sama lain,
kita diajak menggunakan teknologi dengan bijak untuk membangun komunitas, berbagi kebaikan, dan mengembangkan potensi satu sama lain. Kekudusan pada zaman ini berarti memanfaatkan sarana modern untuk memperjuangkan keadilan, kedamaian, dan kemajuan bersama.
Sabda Bahagia menunjukkan jalan kekudusan yang konkret, yaitu rendah hati, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati dan menjadi pembawa damai. Di tengah hiruk-pikuk media sosial yang terkadang memicu konflik, kita diajak menghidupi pesan sabda bahagia itu dalam interaksi daring.
Misalnya dengan memilih kata-kata yang membangun bukan menghakimi, atau menggunakan platform digital untuk menggalang bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Kita diundang membawa terang Kristus, juga ke dalam dunia virtual, dunia di mana orang sering kali sudah kehilangan empati karena tidak lagi langsung bertatapan dengan wajah-wajah yang membutuhkan pertolongan dan perhatian.
Kekudusan dapat pula tercermin ketika kita menggunakan teknologi sebagai alat untuk melayani, bukan untuk menonjolkan diri atau menjadikannya ajang narsis, apalagi menciptakan perpecahan.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Injil 1 November 2026
Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan menyadari bahwa kita semua adalah anak-anak Allah yang dipanggil menuju kekudusan. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk saling memperkaya. Semoga di tengah perkembangan teknologi, kita tetap menghadirkan wajah Kristus melalui perkataan yang menyejukkan, tindakan yang membangun, dan kepedulian yang nyata.
Ya Bapa, kami bersyukur karena kasih-Mu merangkul semua orang dari berbagai suku, bangsa, dan bahasa. Terima kasih karena Engkau menerima kami sebagai anak-anak-Mu dan memanggil kami menuju kehidupan yang kudus. Jauhkanlah kami dari sikap membeda-bedakan dan ajarlah kami memandang setiap orang sebagai saudara yang layak dihormati dan dikasihi.
Bimbinglah kami untuk menghidupi Sabda Bahagia dalam kehidupan sehari-hari. Lembutkanlah perkataan kami, murnikanlah niat kami, dan tumbuhkanlah kemurahan hati dalam diri kami. Semoga kami tidak mudah menghakimi atau menyebarkan kebencian, tetapi selalu berusaha menjadi pembawa damai, baik dalam perjumpaan langsung maupun di dunia digital.
Tuntunlah kami agar menggunakan teknologi sebagai sarana untuk melayani dan menyebarkan kebaikan. Semoga media sosial dan setiap kemampuan yang kami miliki menjadi jalan untuk membangun persaudaraan, memperjuangkan keadilan, serta menolong mereka yang membutuhkan. Bentuklah kami menjadi pribadi yang rendah hati dan penuh empati, sehingga melalui hidup kami, semakin banyak orang mengalami kasih-Mu. Amin.
.
Tuhan, tuntunlah kami untuk hidup dalam kasih dan persatuan, menolak segala bentuk perpecahan, dan mewujudkan keadilan di tengah dunia. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 31 Oktober 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





