Renungan Harian Hari Ini 3 November 2026, Bacaan Injil Lukas 14:15-24 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Flp. 2:5-11; Mazmur: 22:26b-27.28-30a.31-32; R: 26a; PEKAN BIASA XXXI (H) St.Martinus de Porres, Biarw;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 3 November 2026
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 3 November 2026
Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!
Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.
Sebab TUHANlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.
Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.
Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.
Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 3 November 2026
Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 3 November 2026
Kebijaksanaanlah yang melindungi bapa dunia semesta yang dibentuk sebagai manusia yang pertama, ketika hanya satu-satunya yang diciptakan. Kemudian kebijaksanaan menyelamatkan dia dari keruntuhannya,
dan memberinya kekuatan untuk menguasai segala-galanya.
Tetapi ketika seseorang yang lalim dalam amarahnya meninggalkan kebijaksanaan, maka ia jatuh binasa karena geramnya yang membunuh saudaranya.
Lagi-lagi kebijaksanaan menyelamatkan bumi ketika bumi oleh karena manusia dibanjiri air bah, dan orang benar dikemudikannya dengan kayu yang hina.
Ketika para bangsa yang bersepakat dalam kejahatan dikacau-balaukan, maka kebijaksanaanlah yang mengenal orang yang benar dan menjagainya tak bercela bagi Allah, dan memeliharanya, supaya berteguh hati meskipun kasih sayang kepada anaknya.
Iapun menyelamatkan orang yang benar ketika para fasik jatuh binasa, sebab ia melarikan diri dari api yang turun atas Pancakota.
Dari kejahatan penduduknya masih ada saksinya, yaitu gurun yang berasap terus dan tumbuh-tumbuhan yang berbuah dengan tidak berketentuan musimnya; lagi sebagai kenangan kepada jiwa yang tidak percaya maka tiang garam masih berdiri tegak.
Sebab dengan melewatkan kebijaksanaan penduduk Pancakota tidak hanya mendapat rugi karena tidak mengenal yang baik, tetapi juga meninggalkan tanda yang mengingatkan kepada orang-orang yang hidup kebodohan mereka, sehingga tak tersembunyilah dalam hal manakah mereka bersalah.
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 3 November 2026
Tetapi orang yang melayani kebijaksanaan telah diselamatkan olehnya dari kesusahan. Kebijaksanaanpun menuntun pula orang benar yang melarikan diri dari amarah kakaknya, lagi dipimpinnya melalui lorong-lorong yang lurus.
Kebijaksanaan memperlihatkan kerajaan Allah kepadanya, dan memberi dia pengetahuan tentang hal-hal yang kudus; membuatnya sejahtera sebagai hasil jerih payahnya.
Terhadap para pemerasnya yang serakah didampinginya, dan ia dijadikan kaya olehnya.
Terhadap para musuhnya ia dilindungi oleh kebijaksanaan, dan diamankan terhadap para pengadangnya; ia diberinya hadiah kemenangan dalam pergulatan yang seru, supaya ia menjadi insaf, bahwa kesalehan lebih kuat dari pada apapun juga.
Kebijaksanaan tidak meninggalkan orang benar yang sudah dijual, melainkan menjagainya terhadap dosa.
Ia turun sertanya ke dalam penjara, dan dalam belenggupun tidak meninggalkannya, sampai tongkat kerajaan dibawakan kepada dia serta kekuasaan atas orang-orang yang menindasnya. Maka kebijaksanaan menyatakan para pendakwanya bohong, dan memberikan kemuliaan abadi kepada orang benar itu.
Pun pula kebijaksanaanlah yang membebaskan bangsa suci dan keturunan yang tak bercela, dari bangsa penindas.
Ia masuk ke dalam jiwa seseorang yang mengabdi kepada Tuhan, yang kemudian menghadapi raja-raja yang menakutkan dengan pelbagai mujizat dan tanda.
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 3 November 2026
Orang-orang suci diberinya upah pengganti jerih payahnya, dan dibimbingnya ke jalan yang ajaib; kebijaksanaan menjadi naungan di siang hari dan cahaya bintang di sepanjang malam.
Dibuatnya mereka menyeberangi Laut Merah, dan dihantarnya melintasi air yang melimpah.
Tetapi para musuh ditenggelamkannya, lalu didamparkannya dari tubir yang dalam.
Demikian orang-orang benar merampasi para fasik, lalu mereka bernyanyi bagi nama-Mu yang kudus, ya Tuhan, serta sehati memuji tangan pelindung-Mu.
Sebab kebijaksanaan membuka mulut orang bisu, dan membuat kanak-kanak menjadi petah lidah.
Dengan tangan seorang nabi yang suci ia memberikan hasil dari usaha mereka.
Maka orang-orang Israel menempuh gurun yang tak berpenduduk, dan memasang kemahnya di tempat-tempat yang tak ada jalan.
Mereka bertahan terhadap musuh dan menangkis para lawannya.
Ketika menderita dahaga mereka berseru kepada-Mu, lalu diberi air dari batu karang yang keras, dan pemuas dahaga dari bukit batu.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 3 November 2026
Paulus menggambarkan Yesus yang mengosongkan diri, taat hingga wafat di salib. Sikap ini bukan sekadar kepasrahan, melainkan juga kebesaran jiwa karena mengutamakan kepentingan Allah dan sesama di atas keinginan pribadi.
Dalam dunia yang sering mengagungkan pencapaian individu, teladan Yesus mengingatkan bahwa kemuliaan sejati justru lahir dari pengosongan diri dan pemberian diri.
Perumpamaan tentang orang-orang yang menolak undangan perjamuan karena sibuk dengan berbagai urusan mencerminkan kecenderungan manusia modern: terperangkap dalam rutinitas hingga lupa bahwa Tuhan menawarkan sukacita yang lebih mendasar.
Undangan Tuhan tidak terbatas pada mereka yang “layak”, tetapi bagi semua yang mau membuka hati. Saat kita sibuk mengejar karier atau menumpuk harta, mungkin kita justru sedang menghindari panggilan-Nya untuk terlibat dalam karya kasih yang nyata.
Kedua bacaan suci hari ini menyiratkan bahwa kerendahan hati dan ketersediaan merespons kasih Allah adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Berani melepas ego berarti berani menjadi “ruang kosong” yang siap diisi rencana-Nya.
Ketika kita hanya mengisi hidup dengan hal-hal duniawi, kita menutup pintu bagi undangan-Nya. Hidup beriman bukan tentang kesempurnaan, melainkan keberanian mengatakan “ya” pada tawaran Allah, bahkan saat kita merasa tak layak atau tak siap.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 3 November 2026
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita mengakhiri permenungan ini dengan bertanya dalam keheningan: apakah kesibukan dan keinginan pribadi telah membuat kita mengabaikan undangan Tuhan? Belajarlah dari Yesus yang rela mengosongkan diri dan memberikan hidup-Nya demi kasih. Semoga kita berani melepaskan ego, menyediakan ruang bagi kehendak Allah, dan menjawab panggilan-Nya dengan hati terbuka.
Ya Bapa, kami bersyukur atas kasih-Mu yang selalu mengundang kami untuk mengambil bagian dalam kehidupan bersama-Mu. Ampunilah kami ketika terlalu sibuk mengejar keberhasilan, kenyamanan, dan kepentingan pribadi hingga melupakan perkara yang lebih utama. Lembutkanlah hati kami agar tidak melewatkan setiap kesempatan untuk mendengarkan dan menanggapi panggilan-Mu.
Ajarlah kami mengosongkan hati dari kesombongan, keegoisan, dan keinginan untuk selalu diutamakan. Berilah kami keberanian untuk mendahulukan kasih daripada keuntungan pribadi. Semoga pekerjaan, keluarga, dan seluruh aktivitas kami tidak menjauhkan kami dari-Mu, tetapi menjadi kesempatan untuk melayani dan membawa kebaikan bagi sesama.
Mampukanlah kami menjawab undangan-Mu dengan tulus, sekalipun jalan yang harus ditempuh tidak selalu mudah. Ketika merasa tidak layak atau belum siap, kuatkanlah kepercayaan kami akan belas kasih-Mu. Jadikanlah hidup kami ruang bagi kehendak-Mu, sehingga melalui kerendahan hati dan pelayanan sederhana, kami dapat menghadirkan sukacita bagi banyak orang. Amin.
.
Ya Bapa, ajarlah kami kerendahan hati seperti Putra-Mu. Bukalah mata kami agar tak melewatkan undangan-Mu dalam keseharian hidup kami. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 2 November 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





