Beranda Berita Terbaru Renungan Bacaan Injil Minggu 15 Agustus 2021

Renungan Bacaan Injil Minggu 15 Agustus 2021

705
0

Sabda Tuhan Hari Ini 15 Agustus 2021, Luk 1:39-56

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ la masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab la telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
la memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; la menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; la melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar.” (Bacaan selengkapnya lih. Alkitab atau “Buku Bacaan II”, hlm. 62-63).

Renungan

Jika logika matematika itu linear, logika iman itu penuh dengan paradoks. Maria yang berada di bawah salib merepresentasikan Gereja. Gereja kehilangan seorang Yesus sebagai manusia, namun karena kehilangan Anak Manusia itu, Gereja justru mendapatkan rahmat penebusan bagi semua orang.
Karena menghampakan diri sampai terhina di salib, Yesus justru dipermuliakan oleh Allah melalui kebangkitan. Dengan menjadi yang terakhir, Yesus justru menjadi yang pertama yang dibangkitkan dari antara orang mati (bdk. 1Kor. 15:20). Karena lahir sebagai bayi lemah dari rahim Perawan Maria, justru Yesus menjadi kekuatan dahsyat yang menyelamatkan: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita…” (Why. 12:10).
Maria adalah perempuan perkasa, Justru karena ia taat pada perintah Allah. Ia mengosongkan diri dengan mengesampingkan niat dan impian pribadi lalu memenuhi diri dengan memeluk kehendak dan rencana Allah. Justru karena “kerendahan hamba-Nya”, Allah menjadikan Maria “yang berbahagia” dan Allah mengerjakan perbuatan -perbuatan besar” atasnya (ay. 48-49).
Karena kerendahan hati dan ketaatannya pada Allah, Maria diangkat ke surga, jiwa dan badan. Maria adalah model atau teladan bagi Gereja. Jika Gereja tidak mencari kemuliaan dan kebesaran duniawi tetapi mau ‘ambyar’ dengan menghampakan diri lewat pelayanan dan amal kepada yang orang-orang yang renda” dan orang-orang yang lapar Gereja akan ikut ditinggikan bersama Maria.

Bapa, semoga kami selalu rendah hati dan tidak mencari kemegahan duniawi. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://parokijetis.com/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here