<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Featured | Gereja St. Albertus Agung</title>
	<atom:link href="https://parokijetis.com/category/featured/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://parokijetis.com</link>
	<description>Paroki Jetis Yogyakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Feb 2026 04:01:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>Tema APP 2026 Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang</title>
		<link>https://parokijetis.com/tema-app-2026-gereja-katolik/</link>
					<comments>https://parokijetis.com/tema-app-2026-gereja-katolik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Jetis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 17:09:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APP 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokijetis.com/?p=17027</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelajari tema APP 2026 Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang dan makna rohaninya. Panduan lengkap untuk umat memahami arah ARDAS 2026–2030.</p>
The post <a href="https://parokijetis.com/tema-app-2026-gereja-katolik/">Tema APP 2026 Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tema APP 2026 Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang adalah “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.”</strong> Tema ini menjadi arah rohani dan sosial dalam pelaksanaan Aksi Puasa dan Pembangunan tahun 2026, sekaligus bagian dari perjalanan ARDAS 2026–2030.</p>
<p>Bagi umat di wilayah Keuskupan Agung Semarang, tema ini bukan sekadar slogan tahunan. Ia adalah panggilan konkret untuk menghidupi iman secara lebih mendalam dan menghadirkan peradaban kasih di tengah masyarakat Indonesia.</p>
<p>Artikel ini akan membantu Anda memahami makna rohani tema tersebut, relevansinya dengan situasi umat, serta bagaimana menghidupinya dalam keseharian.</p>
<p>.</p>
<h3><strong>Apa Tema APP 2026 Gereja Katolik?</strong></h3>
<p data-start="0" data-end="726">Tema APP Gereja Katolik pada tahun ini berbunyi: <strong data-start="49" data-end="122">“Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.”</strong> Tema ini bukan sekadar seruan moral, melainkan arah spiritual dan sosial yang hendak dihidupi seluruh umat.</p>
<p data-start="0" data-end="726">Ia menegaskan bahwa Gereja tidak hanya dipanggil untuk bertumbuh dalam iman secara pribadi, tetapi juga hadir secara nyata dalam membangun kehidupan bersama yang lebih manusiawi.</p>
<p data-start="0" data-end="726">Semangat ini sejalan dengan visi Gereja dalam RIKAS <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Keuskupan Agung Semarang</span></span>, yaitu <em data-start="507" data-end="606">“Mewujudkan Peradaban Kasih dalam Masyarakat Indonesia yang Sejahtera, Bermartabat, dan Beriman.”</em> Dengan demikian, perjuangan menghadirkan kebahagiaan dan kesejahteraan menjadi bagian dari panggilan iman yang konkret.</p>
<p data-start="728" data-end="1263" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Tahun 2026 menjadi awal ARDAS ke-IX (2026–2030) dengan roadmap <em data-start="791" data-end="847">“Gereja yang Bahagia, Inspiratif dan Mensejahterakan.”</em> Arah dasar ini menegaskan komitmen Gereja untuk membangun komunitas yang kuat secara rohani sekaligus berdampak sosial.</p>
<p data-start="728" data-end="1263" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Maka, tema APP 2026 Gereja Katolik tidak berdiri sendiri sebagai program tahunan, melainkan terintegrasi dalam gerak pastoral jangka panjang. Melalui doa, pertobatan, solidaritas, dan aksi nyata, Gereja diharapkan semakin relevan, solider, serta mampu menjadi tanda harapan bagi masyarakat luas.</p>
<p>.</p>
<h3><strong>Makna Rohani Tema APP 2026 Gereja Katolik</strong></h3>
<p>Tema ini memuat tiga kata kunci utama: <strong>bahagia, menginspirasi, dan mensejahterakan</strong>. Ketiganya memiliki makna rohani yang dalam.</p>
<p><strong>1️</strong><strong>⃣ Gereja yang Bahagia</strong></p>
<p>Gereja dikatakan bahagia ketika anggotanya mampu memenuhi kebutuhan material, emosional, sosial, dan spiritual. Kebahagiaan di sini bukan sekadar perasaan senang, tetapi keadaan hidup yang utuh dan selaras dengan kehendak Allah.</p>
<p>Kebahagiaan sejati lahir dari relasi yang benar: dengan Tuhan dan dengan sesama. Ketika umat mampu tetap bersatu dalam suka maupun duka, di situlah Gereja mengalami kebahagiaan yang sejati.</p>
<p><strong>2️</strong><strong>⃣ Gereja yang Menginspirasi</strong></p>
<p>Tema APP 2026 Gereja Katolik juga menegaskan panggilan Gereja untuk menjadi inspirasi. Gereja menginspirasi ketika berani mengambil langkah pertama, membangun jejaring, dan memberi teladan hidup yang baik.</p>
<p>Inspirasi bukan hanya soal kata-kata, tetapi tindakan nyata. Ketika Gereja hadir sebagai komunitas yang peduli dan bertanggung jawab, masyarakat pun terdorong untuk melakukan hal yang sama.</p>
<p><strong>3️</strong><strong>⃣ Gereja yang Mensejahterakan</strong></p>
<p>Dalam dokumen Konsili Vatikan II, khususnya Gaudium et Spes artikel 26, kesejahteraan dipahami sebagai kondisi hidup yang memungkinkan setiap orang berkembang secara lebih penuh dan lebih lancar menuju kesempurnaannya.</p>
<p>Mengacu pada ajaran Gereja universal yang ditegaskan oleh Vatican, kesejahteraan tidak hanya bersifat ekonomi. Ia mencakup martabat manusia, relasi sosial, dan perkembangan rohani.</p>
<p>Dengan demikian, tema APP 2026 Gereja Katolik mengajak umat untuk memperjuangkan kesejahteraan yang menyeluruh.</p>
<figure id="attachment_17035" aria-describedby="caption-attachment-17035" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-17035 size-full" src="https://parokijetis.com/storage/2026/02/Tema-APP-2026-Gereja-Katolik-1.webp" alt="tema app 2026" width="1024" height="768" /><figcaption id="caption-attachment-17035" class="wp-caption-text">Ilustrasi komunitas Gereja</figcaption></figure>
<p>.</p>
<h3><strong>Relevansi Dengan Situasi Umat Saat Ini</strong></h3>
<p>Mengapa tema ini penting sekarang?</p>
<p>Banyak umat menghadapi tantangan ekonomi, tekanan emosional, perpecahan sosial, serta melemahnya kepedulian bersama. Dalam situasi seperti ini, Gereja dipanggil untuk tidak tinggal diam.</p>
<p>Melalui Aksi Puasa dan Pembangunan, Gereja—bersama arahan dari Konferensi Waligereja Indonesia—mengajak umat melihat realitas dengan jujur dan bertindak secara solider.</p>
<p>Tema APP tahun ini menjadi pengingat bahwa iman tidak boleh berhenti pada doa pribadi. Iman harus berbuah dalam aksi sosial yang nyata.</p>
<p>.</p>
<h3><strong>Tema APP 2026 sebagai Gerakan Solidaritas</strong></h3>
<p>Sejak awal, APP dirancang sebagai gerakan puasa, doa, dan derma. Namun, gerakan ini tidak boleh berhenti pada kesalehan rohani.</p>
<p>Tema ini menegaskan pentingnya:</p>
<ul>
<li>Pengelolaan dana sosial secara bijaksana</li>
<li>Transparansi dan tanggung jawab</li>
<li>Kepekaan terhadap kondisi riil umat</li>
<li>Aksi konkret yang berdampak</li>
</ul>
<p>Dengan pendekatan ini, APP menjadi gerakan solidaritas yang benar-benar mengarah pada kesejahteraan bersama.</p>
<p>.</p>
<p><strong>Menghidupi Tema APP 2026 Secara Konkret</strong></p>
<p>Bagaimana umat dapat menghidupi tema ini?</p>
<p><strong>✔ Dalam Lingkungan</strong></p>
<ul>
<li>Aktif mengikuti pendalaman iman</li>
<li>Membahas kondisi nyata umat sekitar</li>
<li>Mengusulkan aksi solidaritas yang tepat sasaran</li>
</ul>
<p><strong>✔ Dalam Paroki</strong></p>
<ul>
<li>Mendukung pengelolaan dana sosial secara transparan</li>
<li>Terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat</li>
<li>Membangun jejaring sosial lintas komunitas</li>
</ul>
<p><strong>✔ Dalam Keluarga</strong></p>
<ul>
<li>Menghidupi kesederhanaan</li>
<li>Menumbuhkan empati pada anak-anak</li>
<li>Membiasakan berbagi secara rutin</li>
</ul>
<p>Ketika langkah-langkah kecil ini dilakukan bersama, Gereja sungguh menjadi bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan.</p>
<p>.</p>
<p>Untuk memahami konteks lebih luas mengenai arah ARDAS dan pelaksanaan APP secara menyeluruh, Anda dapat membaca:</p>
<h4>👉 <span style="background-color: #000000; color: #ffff00;"><a style="background-color: #000000; color: #ffff00;" href="https://parokijetis.com/panduan-app-2026-gereja-bahagia-sejahtera/"><span style="text-decoration: underline;"><strong><em>Panduan APP 2026 Gereja Katolik</em></strong></span></a></span></h4>
<p>Tema APP 2026 Gereja Katolik adalah jantung dari seluruh gerakan tersebut.</p>
<p>.</p>
<h3><strong>Refleksi Pastoral &amp; Kesimpulan</strong></h3>
<p>Tema ini mengingatkan kita bahwa Gereja bukan sekadar bangunan atau struktur organisasi. Gereja adalah komunitas yang berjalan bersama.</p>
<p>Ketika kita berani keluar dari zona nyaman, peduli pada sesama, dan memperjuangkan kesejahteraan bersama, di situlah Gereja menjadi tanda harapan bagi dunia.</p>
<p>APP 2026 adalah kesempatan untuk memperbarui hati dan memperluas solidaritas.</p>
<p>Tema APP 2026 Gereja Katolik, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera,” merupakan panggilan rohani dan sosial bagi seluruh umat.</p>
<p>Melalui semangat ARDAS 2026–2030, umat diajak untuk membangun Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan mensejahterakan. Dengan doa, puasa, dan aksi nyata, tema ini dapat sungguh menjadi kenyataan.</p>
<p>.</p>
<h3><strong>FAQ Seputar Tema APP 2026 Gereja Katolik</strong></h3>
<p><strong>Apa tema APP Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang?</strong><br />
Tema APP tahun ini adalah “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.”</p>
<p><strong>Mengapa tema ini diangkat pada tahun 2026?</strong><br />
Karena 2026 menjadi awal ARDAS ke-IX dan masa sosialisasi roadmap Gereja yang bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan.</p>
<p><strong>Apa arti Gereja yang bahagia?</strong><br />
Gereja bahagia adalah komunitas yang mampu memenuhi kebutuhan material, emosional, sosial, dan spiritual anggotanya.</p>
<p><strong>Bagaimana Gereja bisa mensejahterakan?</strong><br />
Dengan memperjuangkan kondisi hidup yang memungkinkan setiap orang berkembang secara penuh, sesuai ajaran <strong><span style="text-decoration: underline;"><a href="https://www.vatican.va/archive/cod-iuris-canonici/cic_index_en.html"><em>Gaudium et Spes</em></a></span></strong>.</p>
<p><strong>Bagaimana umat menghidupi tema APP 2026?</strong><br />
Dengan aktif dalam pendalaman iman, aksi solidaritas, serta mendukung pengelolaan dana sosial Gereja secara bertanggung jawab.</p>
<p>.</p>The post <a href="https://parokijetis.com/tema-app-2026-gereja-katolik/">Tema APP 2026 Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokijetis.com/tema-app-2026-gereja-katolik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panduan APP 2026: Gereja Bahagia &#038; Sejahtera</title>
		<link>https://parokijetis.com/panduan-app-2026-gereja-bahagia-sejahtera/</link>
					<comments>https://parokijetis.com/panduan-app-2026-gereja-bahagia-sejahtera/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Jetis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2026 02:32:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APP 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[aksi puasa pembangunan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[app 2026]]></category>
		<category><![CDATA[panduan app 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokijetis.com/?p=16987</guid>

					<description><![CDATA[<p>Panduan APP 2026 Gereja Katolik lengkap dengan tema, arah ARDAS, dan panduan pelaksanaan Aksi Puasa dan Pembangunan bagi umat.</p>
The post <a href="https://parokijetis.com/panduan-app-2026-gereja-bahagia-sejahtera/">Panduan APP 2026: Gereja Bahagia & Sejahtera</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Panduan APP 2026</strong> ini disusun untuk membantu umat memahami arah dan semangat <strong>Aksi Puasa dan Pembangunan 2026</strong>, khususnya dalam konteks Keuskupan Agung Semarang (KAS). Tahun ini, Gereja mengangkat tema besar:</p>
<p><strong>“GEREJA BERJUANG MENGHADIRKAN MASYARAKAT YANG BAHAGIA DAN SEJAHTERA”</strong></p>
<p>Tema ini bukan sekadar slogan tahunan. Ia menjadi bagian dari perjalanan panjang Gereja dalam mewujudkan peradaban kasih di tengah masyarakat Indonesia. Melalui <strong>APP Gereja Katolik 2026</strong>, umat diajak untuk memperdalam solidaritas, membangun kesejahteraan bersama, dan menghadirkan kebahagiaan yang sejati—baik secara material, sosial, maupun spiritual.</p>
<p>Artikel ini akan membantu Anda memahami pengertian APP, dasar rohaninya, arah ARDAS KAS 2026–2030, hingga peran konkret umat dalam mewujudkan tema besar tersebut.</p>
<p>.</p>
<h3><strong>Apa Itu Aksi Puasa dan Pembangunan (APP)?</strong></h3>
<p><strong>Aksi Puasa dan Pembangunan (APP)</strong> adalah gerakan rohani dan sosial Gereja Katolik yang dilaksanakan selama masa Prapaskah. Gerakan ini mengintegrasikan doa, puasa, dan derma sebagai sarana pertobatan sekaligus solidaritas sosial.</p>
<p>Sejak awal, APP dirancang bukan hanya untuk membentuk kesalehan pribadi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam <strong>APP Katolik 2026</strong>, semangat itu kembali ditegaskan: puasa dan doa harus berbuah pada aksi nyata yang membawa kesejahteraan bersama.</p>
<h3><strong>Tujuan APP Gereja Katolik: Dari Pertobatan Menuju Solidaritas</strong></h3>
<p><strong>Tujuan APP Gereja Katolik</strong> bukan hanya membentuk umat yang rajin berdoa atau berpuasa. APP mengajak umat untuk melihat realitas kehidupan, memahami kebutuhan sesama, dan bertindak secara konkret.</p>
<p>Melalui Panduan APP 2026 (Aksi Puasa dan Pembangunan), Gereja ingin menghadirkan wajah yang solider dan mendorong umat untuk semakin peduli pada kesejahteraan masyarakat. Gerakan ini menjadi sarana pembinaan iman yang menyentuh dimensi spiritual sekaligus sosial.</p>
<p>.</p>
<h3><strong>Tema APP 2026 Gereja Katolik dalam Terang ARDAS KAS</strong></h3>
<p>Tema APP 2026 Gereja Katolik di Keuskupan Agung Semarang selaras dengan arah pastoral jangka panjang yang tertuang dalam RIKAS. Tahun 2026 menandai dimulainya ARDAS ke-IX (2026–2030), dengan roadmap:</p>
<p><strong>“GEREJA YANG BAHAGIA, INSPIRATIF DAN MENSEJAHTERAKAN”</strong></p>
<p>Sepanjang tahun 2026 menjadi masa sosialisasi dan konsientisasi ARDAS ini. Umat diajak mengenal dan memahami semangat tersebut demi terwujudnya peradaban kasih dalam masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat, dan beriman.</p>
<ol>
<li><strong> Gereja yang Bahagia</strong></li>
</ol>
<p>Gereja disebut bahagia ketika anggotanya mampu memenuhi kebutuhan material, emosional, sosial, dan spiritualnya. Kebahagiaan ini bukan sekadar rasa senang, melainkan kondisi hidup yang utuh dan seimbang.</p>
<ol start="2">
<li><strong> Gereja yang Menginspirasi</strong></li>
</ol>
<p>Gereja menginspirasi ketika berani mengambil langkah pertama, membangun jejaring, dan memberi teladan. Kehadirannya mendorong orang lain untuk berpikir dan bertindak secara positif.</p>
<ol start="3">
<li><strong> Gereja yang Mensejahterakan</strong></li>
</ol>
<p>Gereja mensejahterakan ketika mampu membantu orang mencapai kondisi hidup yang memungkinkan mereka berkembang secara lebih penuh (bdk. <em>Gaudium et Spes</em> art. 26). Inilah kesejahteraan yang sejati.</p>
<h3><strong><span style="background-color: #000000; color: #ffff00;"> <a style="color: #ffff00;" href="https://parokijetis.com/tema-app-2026-gereja-katolik/"><span style="text-decoration: underline;">Penjelasan Tema APP 2026 (klik)</span></a> </span></strong></h3>
<p>.</p>
<h3><strong>APP Sebagai Gerakan Solidaritas Menuju Kesejahteraan</strong></h3>
<p>Gerakan APP sejak awal dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Puasa, doa, dan derma menjadi sarana pembentukan hati sekaligus alat konkret menghadirkan kesejahteraan.</p>
<p>Namun, gerakan ini tidak boleh berhenti pada kesalehan rohani. <strong>APP Gereja Katolik 2026</strong> harus menjadi gerakan solidaritas sosial yang terarah dan terukur. Berikut beberapa hal penting yang perlu direnungkan bersama:</p>
<ol>
<li><strong> Potret Kondisi dan Potensi sebagai Dasar Aksi</strong></li>
</ol>
<p>Puasa dan derma selalu menjadi ciri khas APP. Namun, pengelolaan hasil derma sering kali kurang mendapat perhatian. Penting bagi umat untuk memahami kondisi riil Gereja dan masyarakat: berapa sumber daya yang tersedia dan siapa yang perlu dibantu.</p>
<p>Pendekatan berbasis data dan realitas konkret akan membuat aksi APP lebih tepat sasaran dan berdampak.</p>
<ol start="2">
<li><strong> Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Tanggung Jawab</strong></li>
</ol>
<p>Selain dana dari gerakan APP, Gereja memiliki berbagai sumber dana sosial lainnya. Pengelolaan dana tersebut menjadi representasi wajah sosial Gereja.</p>
<p>Semakin bijaksana dan transparan pengelolaannya, semakin kuat pula kesaksian Gereja di tengah masyarakat.</p>
<ol start="3">
<li><strong> Meninggalkan Sikap Tidak Peduli, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial</strong></li>
</ol>
<p>Masih ada perbedaan pemahaman mengenai pengelolaan dana sosial Gereja. Kurangnya kesadaran dan keseragaman visi sering menghambat efektivitas gerakan.</p>
<p>Karena itu, APP Katolik 2026 menjadi momentum untuk memperdalam pemahaman bersama dan membangun tanggung jawab sosial yang lebih kuat.</p>
<ol start="4">
<li><strong> Pentingnya Pedoman dalam Gerakan APP</strong></li>
</ol>
<p>Setiap gerakan besar membutuhkan pedoman yang jelas. Pedoman bukanlah aturan kaku, melainkan alat ukur agar visi awal tetap terjaga.</p>
<p>Dalam konteks <strong>materi APP 2026</strong>, pedoman membantu umat memahami arah gerakan dan memastikan pengelolaan yang akuntabel serta bertanggung jawab.</p>
<p>(Internal link: Panduan Materi APP 2026 – placeholder)</p>
<ol start="5">
<li><strong> Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama</strong></li>
</ol>
<p>Gerakan APP hendaknya tidak berhenti pada doa dan puasa. Ia harus sampai pada keberanian mengambil langkah nyata.</p>
<p>Kepekaan dan keberanian menjadi kunci. Ketika umat berani bertindak, solidaritas tidak lagi menjadi wacana, melainkan gerakan yang hidup.</p>
<figure id="attachment_17052" aria-describedby="caption-attachment-17052" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-17052" src="https://parokijetis.com/storage/2026/02/Panduan-APP-2026-Gereja-Katolik.webp" alt="panduan app 2026" width="1024" height="768" /><figcaption id="caption-attachment-17052" class="wp-caption-text">Ilustrasi Masa Prapaskah</figcaption></figure>
<p><strong>Bentuk Pelaksanaan APP di Lingkungan dan Paroki</strong></p>
<p>Pelaksanaan APP dapat dilakukan melalui:</p>
<ul>
<li>Pendalaman iman mingguan</li>
<li>Doa dan ibadat bersama</li>
<li>Penggalangan dana solidaritas</li>
<li>Program pemberdayaan sosial</li>
<li>Kegiatan berbasis komunitas</li>
</ul>
<p>Melalui kegiatan ini, <strong>Aksi Puasa dan Pembangunan 2026</strong> benar-benar menjadi gerakan yang menyentuh kehidupan konkret umat dan masyarakat.</p>
<p>.</p>
<h3><strong>Peran Konkret Umat dalam APP 2026</strong></h3>
<p>Setiap umat dipanggil untuk:</p>
<ol>
<li>Mengikuti pendalaman iman dengan terbuka.</li>
<li>Menghidupi semangat puasa dan kesederhanaan.</li>
<li>Berpartisipasi dalam aksi solidaritas.</li>
<li>Mendukung pengelolaan dana sosial secara bertanggung jawab.</li>
<li>Menjadi teladan dalam membangun kesejahteraan bersama.</li>
</ol>
<p>Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang setia.</p>
<h3><strong>Refleksi Pastoral: Gereja yang Berjuang Bersama</strong></h3>
<p>Tema APP 2026 mengingatkan kita bahwa Gereja bukanlah institusi yang diam, tetapi komunitas yang terus berjuang. Gereja hadir untuk membawa harapan, menumbuhkan kebahagiaan, dan menghadirkan kesejahteraan.</p>
<p>Melalui panduan ini, kita diajak untuk melihat APP bukan sekadar program tahunan, melainkan jalan pembaruan iman dan solidaritas yang nyata.</p>
<h3><strong>Kesimpulan</strong></h3>
<p><strong>Panduan APP 2026</strong> menegaskan bahwa Aksi Puasa dan Pembangunan 2026 adalah gerakan pertobatan sekaligus solidaritas sosial. Dengan tema “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, umat diajak untuk menjadi bagian dari perjalanan ARDAS menuju Gereja yang bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan.</p>
<p>Semoga APP Gereja Katolik 2026 menjadi momentum pembaruan iman dan penguatan solidaritas demi terwujudnya peradaban kasih di tengah masyarakat Indonesia.</p>
<h3><strong><span style="background-color: #000000; color: #ffff00;"> <a style="color: #ffff00;" href="https://drive.google.com/file/d/1G9tA82tzXL8Zx4lTLfIdykX_CuHtupzx/view?usp=sharing"><span style="text-decoration: underline;">Download PANDUAN APP 2026 (klik)</span></a> </span></strong></h3>
<p>.</p>
<h3><strong>FAQ Seputar APP 2026</strong></h3>
<p><strong>Apa tema APP 2026 Gereja Katolik?</strong><br />
Tema APP 2026 adalah “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.”</p>
<p><strong>Apa tujuan utama APP 2026?</strong><br />
Tujuannya adalah memperdalam solidaritas dan menghadirkan kesejahteraan melalui doa, puasa, dan aksi nyata.</p>
<p><strong>Bagaimana kaitan APP dengan ARDAS KAS 2026–2030?</strong><br />
APP 2026 menjadi bagian dari sosialisasi ARDAS dengan roadmap Gereja yang bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan.</p>
<p><strong>Apakah APP hanya soal pengumpulan dana?</strong><br />
Tidak. APP adalah gerakan pertobatan yang mencakup doa, puasa, refleksi, dan aksi solidaritas.</p>
<p><strong>Bagaimana umat dapat terlibat dalam APP Katolik 2026?</strong><br />
Dengan mengikuti pendalaman iman, berpartisipasi dalam aksi sosial, dan mendukung pengelolaan dana sosial Gereja secara bertanggung jawab.</p>
<hr />
<p><strong>Referensi Eksternal:</strong></p>
<ul>
<li>Konferensi Waligereja Indonesia (KWI): <a href="https://www.kwi.or.id/">https://www.kwi.or.id</a></li>
<li>Dokumen Konsili Vatikan II (<em>Gaudium et Spes</em>): <a href="https://www.vatican.va/">https://www.vatican.va</a></li>
</ul>
<p>.</p>
<p>.</p>The post <a href="https://parokijetis.com/panduan-app-2026-gereja-bahagia-sejahtera/">Panduan APP 2026: Gereja Bahagia & Sejahtera</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokijetis.com/panduan-app-2026-gereja-bahagia-sejahtera/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panduan APP 2025 Keuskupan Agung Semarang (KAS)</title>
		<link>https://parokijetis.com/panduan-app-2025-keuskupan-agung-semarang-kas/</link>
					<comments>https://parokijetis.com/panduan-app-2025-keuskupan-agung-semarang-kas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Jetis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Feb 2025 23:14:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APP 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[app 2025]]></category>
		<category><![CDATA[panduan app]]></category>
		<category><![CDATA[panduan app 2025]]></category>
		<category><![CDATA[paskah 2025]]></category>
		<category><![CDATA[prapaskah 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokijetis.com/?p=14078</guid>

					<description><![CDATA[<p>PANDUAN &#038; TEMA APP 2025 - Bersekutu dalam Doa, Pertobatan dan Pengharapan<br />
Setiap tahun kita mempersiapkan diri untuk merayakan Hari Raya Kebangkitan</p>
The post <a href="https://parokijetis.com/panduan-app-2025-keuskupan-agung-semarang-kas/">Panduan APP 2025 Keuskupan Agung Semarang (KAS)</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3><strong>PANDUAN &amp; TEMA APP 2025 &#8211; Bersekutu dalam Doa, Pertobatan dan Pengharapan</strong></h3>
<p>Setiap tahun kita mempersiapkan diri untuk merayakan Hari Raya Kebangkitan Kristus dengan menjalani dan menghidupi masa Prapaskah. Masa Prapaskah menjadi masa persiapan diri untuk mensyukuri rahmat penebusan Kristus. Dia yang setia melaksanakan misi Allah melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya dari kematian. Masa Prapaskah juga menjadi kesempatan baik bagi umat beriman untuk merenungkan pertobatan, mengembangkan olah rohani dan melaksanakan amal kasih bagi sesama, terutama bagi KLMTD. Maka, masa Prapaskah sering kali disebut sebagai masa retret agung bagi seluruh umat beriman.</p>
<p>Gerakan Aksi Puasa Pembangunan (APP) selama masa Prapaskah adalah gerakan solidaritas khas Gereja Katolik di Indonesia. Tujuannya untuk mengajak umat beriman terlibat aktif dalam upaya pembangunan kesejahteraan bersama di bidang sosial-ekonomi, sebagai buah dari olah rohani yang dihayati melalui praktik puasa dan pantang. Gerakan ini selaras dengan situasi zaman sekarang dimana masih banyak ketidakadilan sosial dan kemiskinan di tengah masyarakat.</p>
<p>Selaras dengan semangat tahun Yubelium yang kita rayakan pada tahun 2025 ini, kita diajak untuk semakin menghayati masa Prapaskah dengan sepenuh hati. Kita diajak untuk tidak hanya meningkatkan kesalehan diri melainkan harus lebih peka terhadap penderitaan sesama. Kita didorong untuk semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumber daya yang kita miliki guna mengambil bagian dalam memerangi kemiskinan, ketidakadilan, dan ketimpangan sosial di masyarakat.</p>
<p>Gerakan APP hendaknya menjadi salah satu sarana mengembangkan kesadaran umat beriman akan pentingnya pertobatan bersama untuk membangun dunia yang lebih sejahtera dan berkeadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<p>Semarang, 24 Desember 2024</p>
<p>R. Subyantara Putra Perdana, Pr<br />Ketua Panitia APP KAS</p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><a href="https://drive.google.com/file/d/1NPKyJ-WywytfpXf7qxV6iO3jmUSlmG49/view?usp=sharing"><strong>Buku Panduan APP 2025 &#8211; Download PDF (KLIK)</strong></a></span></h3>
<hr />
<h3><strong>Gagasan Utama Pertemuan Prapaskah</strong><br /><strong>Panduan APP 2025 &amp; R</strong><strong>enungan </strong></h3>
<p>Fokus Pastoral Keuskupan Agung Semarang tahun 2025 adalah &#8220;Tinggal dalam Kristus dan Berbuah: Semakin Katolik dan Semakin Apostolik di Tengah Perubahan Masyarakat. Tidak jauh berbeda dengan fokus pastoral sebelumnya, Gereja KAS mencita-citakan agar umat beriman semakin Cerdas, Tangguh, Misioner dan Dialogis (CTMD). Tolok ukur iman yang CTMD tidak hanya dilihat dari pengetahuan iman yang dimiliki, namun juga dampak iman bagi kehidupan sehari-harinya. Iman harus berdampak dan berdaya ubah.</p>


<p>Data umat KAS saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar umat telah dibaptis sejak bayi. Oleh karenanya, proses pembelajaran iman secara khusus hanya didapat saat mereka mempersiapkan diri untuk menerima komuni pertama, penguatan dan sedikit saat mempersiapkan perkawinan. Selebihnya, pengetahuan dan pemahaman iman, diandaikan dibangun melalui pembiasaan di dalam keluarga yang diberikan oleh orang tua.</p>



<p>Beruntunglah mereka yang imannya tumbuh dan berkembang di tengah keluarga yang sejak awal, selalu setia mengajak anak-anaknya mengikuti kegiatan-kegiatan pendampingan iman baik di lingkungan maupun paroki. Setiap kali mengikuti kegiatan bersama, umat beriman dapat menambah dan menyegarkan kembali pemahaman iman bersama saudara-saudara seiman lainnya. Apalagi jika kegiatan-kegiatan pendampingan iman itu dipersiapkan dengan baik tentu akan lebih bermanfaat.</p>



<p>Namun perlu kita sadari juga bahwa tidak jarang muncul kecenderungan di kalangan umat Katolik yang menghidupi iman menurut &#8220;biasanya&#8221; atau &#8220;mengalir begitu saja&#8221;. Iman hanya dipandang sekedar identitas (tanda), bukan sebagai roh penyemangat dan sumber yang memberi daya hidup bagi umat.</p>



<p>Iman harus tampak dalam tindakan nyata. Untuk itulah semangat apostolisitas (kerasulan) perlu didengungkan kembali. Dalam menghayati iman, selayaknya kita perlu meneladani para rasul, yang terus-menerus mewartakan iman melalui kesaksian hidup mereka sehari-hari.</p>



<p>Renungan APP tahun ini disusun untuk mengajak umat beriman menyegarkan kembali pemahaman tentang gerakan APP yang diselaraskan dengan situasi zaman dan situasi hidup beriman Gereja KAS saat ini. Tema APP tahun 2025 adalah: <strong>BERSEKUTU DALAM DOA, PERTOBATAN DAN PENGHARAPAN</strong>.</p>



<p>Selain merenungkan soal semangat doa, puasa dan derma, melalui bahan APP 2025 ini, umat akan diajak untuk menyegarkan kembali semangat dasar gerakan APP. Pada pertemuan awal, umat diajak menyegarkan kembali gagasan tentang pelaksanaan gerakan APP (pertemuan 1). Merenungkan bacaan lnjil yang dibacakan pada Rabu Abu (Matius 6:1-6, 16-18), umat akan diajak untuk mendalami olah rohani dan relasinya dengan Allah dalam doa (pertemuan 2).</p>



<p>Kemudian umat diajak untuk olah rohani bagi dirinya sendiri dalam puasa dan pantang (pertemuan 3) dan olah rohani dalam relasinya dengan sesama melalui derma (pertemuan 4). Pada bagian akhir, umat akan diajak mengenal keluasan jejaring solidaritas dan dana-dana sosial yang dikelola oleh Gereja (pertemuan 5).</p>



<p>Seluruh renungan selama masa Prapaskah tahun ini ditempatkan dalam semangat tahun Yubelium 2025, yaitu membangun dunia penuh harapan bagi semua dan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk itu, Tema APP dipilih: &#8220;Bersekutu dalam Doa, Pertobatan dan Pengharapan&#8221; yang didalamnya tersirat beberapa gagasan, yakni:</p>



<p>1) &#8220;Bersekutu dalam doa&#8221; menunjuk pada pertemuan di tiap lingkungan selama 5 kali dalam masa Prapaskah;<br>2) &#8220;Pertobatan&#8221; menunjuk pada sub tema pertemuan 2, 3 dan 4 yang merenungkan tentang pertobatan, membangun relasi yang harmonis dengan Allah dalam doa, dengan diri sendiri dalam puasa dan pantang serta dengan sesama dengan bersedekah / berderma.<br>3) &#8220;Pengharapan&#8221; menunjuk pada sub-tema pertemuan 1 dan 5 yakni: dengan memahami makna dana sosial dalam Gereja serta berbagai macam jejaring pengelolaannya, umat diajak terlibat dalam pengumpulan, pengelolaan, penyalurannya. Pemanfaatan dana sosial Gereja perlu dikawal sehingga semakin berbuah dalam berbagai macam tindakan sosial yang menumbuhkan pengharapan bagi seluruh masyarakat.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Tahun Yubelium, Tahun Pengharapan</strong></h3>



<p>lstilah Yubileum diambil dari bahasa lbrani yang artinya domba jantan. Dalam tradisi Yahudi, tanduk domba jantan adalah bahan untuk membuat sangkakala, terompet yang dibunyikan sebagai tanda akan adanya peristiwa penting bagi masyarakat. Salah satunya adalah tanda dimulainya perayaan Yubelium.</p>



<p>Tahun Suci ini biasa dirayakan setiap 25 tahun sekali [Im 25:10]. Meskipun demikian, Paus memiliki hak untuk menyelenggarakan Tahun Suci Luar Biasa sesuai dengan kebutuhan seperti Tahun Suci Iman 2013 dan Tahun Suci Kerahiman Allah 2016 yang lalu.</p>



<p>Secara sosial-ekonomi perayaan Yubelium memiliki makna: pengampunan dari kesalahan, pembebasan dari ikatan perbudakan dan pengembalian warisan yang telah dijual [Im 25:8-55]. Secara teologis, tahun Yubelium memiliki makna: hadirnya kesempatan bagi seluruh ciptaan: manusia, tanah, hewan, tumbuhan lepas dari segala macam belenggu untuk hidup dalam situasi yang lebih bermartabat. Manusia diajak untuk membangun hidup yang mencerminkan hubungan baik dengan Allah, sesama, dan seluruh alam ciptaan.</p>



<p>Pada tanggal 9 Mei 2024 lalu, Paus Fransiskus secara resmi mengumumkan Tahun Yubileum 2025. Tahun Yubileum telah kita mulai pada tanggal 24 Desember 2024 yang lalu dan akan berakhir pada tanggal 6 Januari 2026 yang akan datang. Tema yang diangkat untuk tahun Yubelium 2025 ini adalah &#8220;Peziarah Pengharapan&#8221;. Dengan tema ini, Bapa Suci mengajak umat beriman untuk menemukan kembali spiritualitas sebagai ciptaan Allah, manusia yang hadir sebagai &#8220;peziarah di bumi&#8221;<br>bukan sebagai &#8220;penguasa dunia&#8221;.</p>



<p>Di tahun suci ini, selain diajak untuk hidup dengan penuh harapan, kita juga diajak untuk dapat menghayati hidup yang menghadirkan harapan bagi seluruh alam ciptaan. Artinya, kita diajak untuk menjaga kelestarian alam dan membangun kehidupan yang sejahtera dan bermartabat bagi sesama manusia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pertemuan APP dilaksanakan dalam bentuk sarasehan. Pola setiap pertemuan prapaskah di tiap lingkungan adalah sbb:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Tujuan Pertemuan</li>



<li>Nyanyian Pembuka (pilihlah lagu yang sesuai)</li>



<li>Tanda Salib dan Salam</li>



<li>Pengantar</li>



<li>Seruan Tobat</li>



<li>Doa Pembuka</li>



<li>Bacaan Kitab Suci</li>
</ol>The post <a href="https://parokijetis.com/panduan-app-2025-keuskupan-agung-semarang-kas/">Panduan APP 2025 Keuskupan Agung Semarang (KAS)</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokijetis.com/panduan-app-2025-keuskupan-agung-semarang-kas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Umat Paroki Jetis Bersama Warga Kricak Gotong Royong Merti Sungai Winongo</title>
		<link>https://parokijetis.com/umat-paroki-jetis-bersama-warga-kricak-gotong-royong-merti-sungai-winongo/</link>
					<comments>https://parokijetis.com/umat-paroki-jetis-bersama-warga-kricak-gotong-royong-merti-sungai-winongo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Jetis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jul 2024 11:40:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokijetis.com/?p=13125</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kota Yogyakarta. Umat Katolik dari Paroki St.Albertus Agung Jetis bersama warga RT 14 RW 03 Jatimulyo Kricak, mengadakan kegiatan Merti Sungai Winongo, Minggu (14/07/2024). Kegiatan dipusatkan pada area sempadan dan aliran sungai yang melewati wilayah mereka, yang bersebelahan dengan Kampung Kricak Kidul dan Kampung Bener.</p>
The post <a href="https://parokijetis.com/umat-paroki-jetis-bersama-warga-kricak-gotong-royong-merti-sungai-winongo/">Umat Paroki Jetis Bersama Warga Kricak Gotong Royong Merti Sungai Winongo</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Yogyakarta. Umat Katolik dari Paroki St.Albertus Agung Jetis bersama warga RT 14 RW 03 Jatimulyo Kricak, mengadakan kegiatan Merti Sungai Winongo, Minggu (14/07/2024).</p>
<p>Kegiatan dipusatkan pada area sempadan dan aliran sungai yang melewati wilayah mereka, yang bersebelahan dengan Kampung Kricak Kidul dan Kampung Bener.</p>
<p>Kegiatan Merti Sungai yang diprakarsai oleh Tim Pelayanan Kemasyarakatan Gereja St. Albertus Agung Jetis ini juga melibatkan komunitas Tagana Kricak, dan perangkat pemerintahan setempat. Yakni Pemerintah Kalurahan Kircak, Polsek Tegalrejo dan Koramil Tegalrejo.</p>
<p>Kegiatan diawali dengan penyerahan alat kebersihan dan tanaman hias secara simbolis oleh Pastor Paroki Jetis, Romo Vincentius Suparman Pr., kepada ketua RT 14 Joko Hariyanta.</p>
<p><figure id="attachment_13131" aria-describedby="caption-attachment-13131" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-13131" src="https://parokijetis.com/storage/2024/07/Merti-Sungai-Juli-2024-1.webp" alt="" width="602" height="451" /><figcaption id="caption-attachment-13131" class="wp-caption-text">Romo Vincentius Suparman Pr., menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada ketua RT 14 Joko Haryanta</figcaption></figure></p>
<p>Romo Parman mengingatkan agar semua manusia beriman memiliki tanggung jawab melestarikan dan menjaga keutuhan ciptaan Tuhan.</p>
<p>Karena itu, gotong royong yang dilakukan warga bersama umat Paroki Jetis menjadi hal baik  agar manusia  ikut mencintai lingkungan dan bersama-sama menjaga serta merawat lingkungan.</p>
<p>“Membangun paseduluran dengan bersama-ama merawat dan menjaga keutuhan cipataan adalah tugas umat beriman.</p>
<p>Maka, kegiatan Merti Sungai ini perlu kita dukung sebagai upaya membangun paseduluran agar kita manusia ikut mencintai, bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan”, kata romo Parman.</p>
<p>Ketua RT 14 Joko Hariyanta, menyampaikan terima kasih atas dukungan umat Katolik Paroki Jetis yang peduli pada lingkungan di wilayahnya. Terutama dalam mendukung upaya warga memanfaatkan area pinggiran sungai menjadi produktif.</p>
<p>“Dulu tempat ini hanya tanah kosong yang kotor. Sejak dua tahun terakhir, kami mulai membenahi. Harapan kedepan, tempat ini bisa menjadi ruang interaksi sosial sekaligus untuk meningkatkan perekonomian warga”, terang Joko.</p>
<p>Kegiatan Merti Sungai dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Diawali dengan bersih-bersih lingkungan dan pemilahan sampah.</p>
<p><figure id="attachment_13130" aria-describedby="caption-attachment-13130" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13130" src="https://parokijetis.com/storage/2024/07/Merti-Sungai-Juli-2024-2.webp" alt="" width="602" height="451" /><figcaption id="caption-attachment-13130" class="wp-caption-text">Suasana Gotong Royong Warga bersama Umat katolik Paroki Jetis</figcaption></figure></p>
<p>Sejak dua tahun terakhir, warga di RT 14 telah melaksanakan pengelolaan sampah mandiri dengan koordinator pengurus RT. Setiap hari, petugas akan mengambil sampah kemudian dibawa ke tempat pembuangan sampah mandiri.</p>
<p>Joko Hariyanta mengakui pengelolaan sampah yang dilakukan warganya masih sangat sederhana. “Iya masih sangat sederhana, apa yang bisa dilakukan warga saja. Namun, lebih baik daripada harus menunggu pemerintah”, jelas Joko.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, saat ini Yogyakarta berada dalam fase darurat sampah, setelah Tempat Pembuangan Sampah terpadu (TPST) Piyungan ditutup sejak Maret 2024.</p>
<p>Dampak dari penutupan TPST Piyungan membuat warga membuang sampah seenaknya, termasuk ke Sungai. Maka dengan kegiatan Merti Sungai ini, menjadi momentum untuk menyadarkan dan mengingatkan warga dan pemerintah untuk sama-sama peduli pada lingkungan.</p>
<p>Termasuk mengelola sampah di lingkungannya. Jika perlu meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui daur ulang.</p>
<p>Sementara itu Umat paroki jetis Bersama Komunitas Tagana Kricak juga turun ke Sungai untuk membersihkan sungai dari tumpukan sampah.</p>
<p><figure id="attachment_13129" aria-describedby="caption-attachment-13129" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13129" src="https://parokijetis.com/storage/2024/07/Merti-Sungai-Juli-2024-3.webp" alt="" width="602" height="451" /><figcaption id="caption-attachment-13129" class="wp-caption-text">Komunitas Tagana Kricak bersama Umat Katolik Paroki Jetis melakukan aksi bersih sampah di pinggiran Sungai Winongo</figcaption></figure></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-13128" src="https://parokijetis.com/storage/2024/07/Merti-Sungai-Juli-2024-4.webp" alt="" width="602" height="452" /></p>
<p>Dari pantauan di lapangan, di sepanjang Sungai Winongo ini masih banyak ditemukan tumpukan sampah plastik yang tersangkut dipinggiran talud. Dampaknya selain membuat pemandangan tidak sedap, juga menimbulkan pencemaran air dan dapat menyebabkan banjir.</p>
<h3></h3>
<h3><strong>Mendapat Dukungan Lurah</strong></h3>
<p>Lurah Kricak, May Christianti, yang hadir juga menyampaikan apresiasi atas insiaitif dan peran serta warga RT 14 bersama umat katolik Paroki Jetis yang mengadakan kegiatan Merti Sungai.</p>
<p>Ia berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan dilakukan oleh warga di RT lain, agar pinggiran Sungai Winongo di wilayah Kricak menjadi bersih dan asri.</p>
<p><figure id="attachment_13127" aria-describedby="caption-attachment-13127" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13127 size-full" src="https://parokijetis.com/storage/2024/07/Merti-Sungai-Juli-2024-5.webp" alt="" width="602" height="451" /><figcaption id="caption-attachment-13127" class="wp-caption-text">Lurah Kricak May Christianti, SH. (hijab hijau), melakukan penanaman tanaman hias di pinggir jalan setapak di area sempadan Sungai Winongo</figcaption></figure></p>
<p>Christianti juga menyatakan dukungan agar area sempadan sungai di RT 14  ini bisa dikembangkan menjadi ruang interaksi sosial yang produktif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.</p>
<p>“Kami terus mendorong agar tanah yang ada ini bisa bisa dimanfaatkan secara luas. Namun, saat ini masih terkendala status kepemilikan yang tidak jelas.</p>
<p><figure id="attachment_13126" aria-describedby="caption-attachment-13126" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13126 size-full" src="https://parokijetis.com/storage/2024/07/Merti-Sungai-Juli-2024-6.webp" alt="" width="602" height="451" /><figcaption id="caption-attachment-13126" class="wp-caption-text">Foto Bersama warga RT 14 dan umat katolik Paroki Jetis</figcaption></figure></p>
<p>Harapannya bila area ini menjadi Ruang Terbuka Hijau Publik maka  untuk pembangunan fasilitas-fasilitas yang ada diatasnya bisa dianggarkan oleh pemerintah kota Yogyakarta”, terang Christianti.</p>
<p>Acara Merti Sungai diakhiri dengan dahar kembul dan hiburan dari masyarakat setempat.</p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<p>Penulis &amp; Foto: Wempi Gunarto<br />
Editor: Frans</p>
<p>.</p>
<p>.</p>The post <a href="https://parokijetis.com/umat-paroki-jetis-bersama-warga-kricak-gotong-royong-merti-sungai-winongo/">Umat Paroki Jetis Bersama Warga Kricak Gotong Royong Merti Sungai Winongo</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokijetis.com/umat-paroki-jetis-bersama-warga-kricak-gotong-royong-merti-sungai-winongo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sarasehan Katekese Pendidikan: Menjadi Ortu EMAS, Cara Menjalin Hubungan dengan Gen Z</title>
		<link>https://parokijetis.com/sarasehan-katekese-pendidikan-menjadi-ortu-emas-cara-menjalin-hubungan-dengan-gen-z/</link>
					<comments>https://parokijetis.com/sarasehan-katekese-pendidikan-menjadi-ortu-emas-cara-menjalin-hubungan-dengan-gen-z/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Jetis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 11:24:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokijetis.com/?p=12830</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu ciri khas Generasi Z (Gen Z) adalah kemelekatan pada internet sehingga mereka tidak bisa dipisahkan dengan gawai. Salah satu dampaknya, anak-anak Gen Z dikenal sebagai generasi mager (males gerak) dan lebih memilih mengutarakan permasalahannya melalui media sosial, dibanding ke orang terdekat, dalam hal ini orangtua. Karena itu orangtua diharapkan lebih dapat memahami kebutuhan anak-anaknya yang tergolong sebagai Gen Z.</p>
The post <a href="https://parokijetis.com/sarasehan-katekese-pendidikan-menjadi-ortu-emas-cara-menjalin-hubungan-dengan-gen-z/">Sarasehan Katekese Pendidikan: Menjadi Ortu EMAS, Cara Menjalin Hubungan dengan Gen Z</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu ciri khas Generasi Z (Gen Z) adalah kemelekatan pada internet sehingga mereka tidak bisa dipisahkan dengan gawai. Salah satu dampaknya, anak-anak Gen Z dikenal sebagai generasi mager (males gerak) dan lebih memilih mengutarakan permasalahannya melalui media sosial, dibanding ke orang terdekat, dalam hal ini orangtua. Karena itu orangtua diharapkan lebih dapat memahami kebutuhan anak-anaknya yang tergolong sebagai Gen Z.</p>
<p>Hal tersebut menjadi diskusi dalam sarasehan katekese Pendidikan dengan tema “Mengenali Karakteristik Anak-anak Generasi Z dan Model Pendampingannya”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pastoral Paroki Gereja Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, Jumat (24/05/24) menghadirkan Psikolog Stella Vania Puspitasari M.Psi.</p>
<p>Saat membuka kegiatan sarasehan, pastor Paroki St. Albertus Agung Yogyakarta, Romo Vincentius Suparman Pr., mengatakan sekolah-sekolah Kristiani, khususnya yang dikeloloa Yayasan Katolik saat ini menghadapi tantangan besar mengupayakan sistem Pendidikan yang mampu menyikapi perkembangan zaman. Oleh karena itu melalui sarasehan ini diharapkan, para orang tua, guru dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya bisa mendapatkan masukan dalam mendidik Gen Z.</p>
<p><figure id="attachment_12831" aria-describedby="caption-attachment-12831" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-12831" src="https://parokijetis.com/storage/2024/05/Katekese-Pendidikan-1-1024x682.webp" alt="" width="640" height="426" /><figcaption id="caption-attachment-12831" class="wp-caption-text">Romo Vincentius Suparman, Pr.</figcaption></figure></p>
<p>“Kedepan sekolah-sekolah Katolik harus memikirkan berbuat apa agar dapat berperan serta membimbing generasi-generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman yang berubah dengan cepat” ujar Romo Parman.</p>
<p>Oleh karena itu, Romo Parman mengapresiasi kegiatan katekese Pendidikan yang diadakan ditingkat paroki ini, selain katekese Pendidikan yang juga diadakan di lingkungan-lingkungan selama bulan Maria ini.</p>
<p>.</p>
<h3><strong>Gen Z: Generasi Instan yang Rapuh</strong></h3>
<p>Psikolog Stella Vania membuka pemaparan dengan latar belakang munculnya banyak sebutan generasi, yakni Generasi Baby Boomer (1940-1959), Generasi X (1960-1979), Generasi Y/Millenial  (1980-1994) dan Generasi Z (1995-2010) yang erat kaitannya dengan bidang ekonomi marketing.  “Pada awalnya pembagian generasi ini digunakan untuk memudahkan segmentasi pemasaran produk agar tepat sasaran. Namun, saat ini penggolongan generasi ini juga digunakan di bidang-bidang lain”, terang Vania. Bahkan saat ini juga telah ada Generasi Alpha (Gen Alpha) untuk anak-anak yang lahir setelah tahun 2010, dan akan diikuti sebutan untuk generasi-generasi berikutnya, tambah Vania.</p>
<p>Menurut Vania Generasi Z  menjadi generasi yang mendominasi kehidupan di bumi saat ini. Mereka yang tergolong sebagai Gen Z rata-rata saat ini sudah menginjak remaja atau sedang duduk di bangku kuliah. Gen Z sendiri berasal dari kata Zoomer karena mereka lahir dan tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi dan internet secara dekat.</p>
<p><figure id="attachment_12832" aria-describedby="caption-attachment-12832" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-12832" src="https://parokijetis.com/storage/2024/05/Katekese-Pendidikan-2-1024x682.webp" alt="" width="640" height="426" /><figcaption id="caption-attachment-12832" class="wp-caption-text">Bapak Rosario Guntur dan Psikolog Stella Vania</figcaption></figure></p>
<p>Sebagai generasi yang tumbuh erat dengan perkembangan teknologi membuat Gen Z terbiasa hidup di lingkungan yang serba cepat, dan dimudahkan dalam berbagai hal karena semua dapat diakses melalui gawai, diantaranya telepon genggam. Selain itu, Gen Z merupakan generasi yang tumbuh di era ekonomi keluarga yang rata-rata lebih stabil, sehingga Gen Z terbiasa dengan lingkungan yang nyaman dan terpenuhi baik secara materi.</p>
<p>Ciri khas lain yang menjadi keunikan pada Gen Z adalah mereka cukup kritis dalam menyikapi informasi, yang juga terbawa pada keseharian mereka. Oleh karena itu, terkadang orangtua merasa Gen Z ini sulit dinasehati, bisa saja hal ini disebabkan karena Gen Z tumbuh di era dimana semua informasi berdatangan dari berbagai sisi dan memang dibutuhkan kemampuan untuk memilah informasi yang dapat diterima, sehingga Gen Z akan mempertanyakan informasi yang diterima jika tanpa adanya dasar atau bukti yang valid.</p>
<p>Di sisi lain, karena Gen Z hidup di zaman yang serba cepat, Gen Z menjadi kreatif, kurang sabar dan kerap mengharapkan hasil yang instan. Karena kurang sabar dalam menjalani prosesnya, sehingga terkadang mereka mudah menyerah ketika dihadapkan pada kesulitan.</p>
<p>“Ibarat buah strawberry, Gen Z terlihat menarik, kuat, namun ternyata rapuh di dalam” jelas Vania.</p>
<p>.</p>
<h3><strong>Menghadapi Gen Z dengan Menjadi Orang tua EMAS</strong></h3>
<p>Menyikapi keunikan yang menjadi perbedaan tajam antara orang tua di generasi X, Y dengan Gen Z, Vania memberikan tips agar orangtua bisa nyambung dengan anak-anak Gen Z, yakni dengan menjadi orangtua EMAS, yang merupakan akronim dari Empati, Minat, Apresiasi, dan Seimbang.</p>
<p><figure id="attachment_12834" aria-describedby="caption-attachment-12834" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-12834" src="https://parokijetis.com/storage/2024/05/Katekese-Pendidikan-4-1024x682.webp" alt="" width="640" height="426" /><figcaption id="caption-attachment-12834" class="wp-caption-text">Salah seorang peserta sedang mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab</figcaption></figure></p>
<p>Empati artinya orangtua perlu mencoba memahami sudut pandang anak dengan percaya bahwa anak memiliki sudut pandang sendiri yang berharga. Minat, artinya orangtua perlu memahami apa yang menjadi minat anak dan memberi kesempatan mereka untuk melakukan eksplorasi. Apresiasi, artinya orangtua perlu terus mendorong anak Gen Z untuk mencoba hal-hal yang ditekuni dengan memberi apresiasi dan motivasi karena Gen Z sebenarnya adalah anak yang haus akan prestasi. Tips terakhir Seimbang, artinya orang tua perlu menyeimbangkan antara aturan kedisiplinan dengan kehangatan dan kasih sayang.</p>
<p>“Jangan stress bapak ibu, Gen Z seperti halnya generasi-generasi lain adalah adalah generasi yang perlu didengar. Karena mereka terbiasa hidup dengan teknologi maka orangtua juga perlu menyesuaikan diri dengan dunia anak Gen Z”, saran Vania.</p>
<p>Kegiatan sarasehan katekese Pendidikan ini diikuti oleh sekitar 60 orang tua calon penerima sakramen Krisma, dan dimoderatori oleh bapak Rosario Guntur Harimawan, selaku wakil ketua Dewan Pastoral Paroki St. Albertus Agung Jetis.</p>
<p>.</p>
<p>(Penulis: Wempi/Fotografer: Ryan)</p>
<p>.</p>
<p>.</p>The post <a href="https://parokijetis.com/sarasehan-katekese-pendidikan-menjadi-ortu-emas-cara-menjalin-hubungan-dengan-gen-z/">Sarasehan Katekese Pendidikan: Menjadi Ortu EMAS, Cara Menjalin Hubungan dengan Gen Z</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokijetis.com/sarasehan-katekese-pendidikan-menjadi-ortu-emas-cara-menjalin-hubungan-dengan-gen-z/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencari Jalan Tengah Sekolah Katolik yang Unggul dan Terjangkau untuk Semua</title>
		<link>https://parokijetis.com/mencari-jalan-tengah-sekolah-katolik-yang-unggul-dan-terjangkau-untuk-semua/</link>
					<comments>https://parokijetis.com/mencari-jalan-tengah-sekolah-katolik-yang-unggul-dan-terjangkau-untuk-semua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Jetis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jul 2023 13:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokijetis.com/?p=10489</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ajakan uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko agar umat katolik  di setiap lingkungan proki KAS memulai Sinode Pendidikan terkait tema “Merawat serta Mengembangkan Pendidikan dan Sekolah Katolik”, umat di Lingkungan St. Paulus Jatimulyo menanggapi dengan mengadakan sarasehan pada Senin malam (17/07/23). Sarasehan diadakan di rumah keluarga AM Totok Nusantoro. Meski umat yang datang [&#8230;]</p>
The post <a href="https://parokijetis.com/mencari-jalan-tengah-sekolah-katolik-yang-unggul-dan-terjangkau-untuk-semua/">Mencari Jalan Tengah Sekolah Katolik yang Unggul dan Terjangkau untuk Semua</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ajakan uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko agar umat katolik  di setiap lingkungan proki KAS memulai Sinode Pendidikan terkait tema “Merawat serta Mengembangkan Pendidikan dan Sekolah Katolik”, umat di Lingkungan St. Paulus Jatimulyo menanggapi dengan mengadakan sarasehan pada Senin malam (17/07/23). Sarasehan diadakan di rumah keluarga AM Totok Nusantoro.</p>
<p>Meski umat yang datang tidak banyak, hal itu tidak menyurutkan antusiasme sarasehan yang berjalan hingga 2 jam lebih tersebut. Ada 5 hal yang menjadi bahan diskusi terkait tentang Sinode Pendidikan ini, yaitu:  apa  keunggulan sekolah katolik yang ada di wilayah terdekat; apa yang diharapkan dari sekolah katolik tersebut; apa yang masih kurang dan perlu ditingkatkan dari sekolah katolik; bagaimana sekolah katolik yang ideal; serta bagaimana peran keluarga dalam pendidikan katolik.</p>
<p>Peserta sarasehan  umumnya setuju bahwa sekolah katolik yang ada di DIY telah memiliki keutamaan, yakni mengajarkan karakter disiplin, jujur, dan cinta kasih. Namun setiap sekolah memiliki caranya masing-masing dalam menerapkan hal tersebut sesuai tradisi pendidikan dan kurikulum di sekolah. Selain itu meski sekolah katolik masih menjadi sekolah unggulan di Jogja, persoalan biaya menjadi persoalan yang sering dikeluhkan oleh orang tua/wali murid. Sedangkan banyak operasional sekolah katolik tergantung dari siswa yang masuk di sekolah tersebut. Sehingga bila sekolah kekurangan murid dampaknya bisa mengakibatkan sekolah harus menutup kegiatannya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-10499" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Sinode-Pendidikan-1-1024x768.webp" alt="" width="640" height="480" /></p>
<p>Hal lain yang mengemuka dalam sarasehan Pendidikan ini, yaitu semua perlu menyadari dan sepakat untuk menjadi sekolah yang ideal memerlukan bantuan dan kerjasama banyak pihak, mulai dari keluarga, guru, institusi/lembaga penyelenggara pendidikan, alumni, dunia usaha, hingga pemerintah karena tujuan besar pendidikan salah satunya adalah  menyiapkan masa depan generasi bangsa yang unggul. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah senantiasa menanamkan nilai-nilai ajaran kristiani di dalam keluarga dan sebisa mungkin memprioritaskan pendidikan anak-anaknya di Lembaga Pendidikan Katolik. Sedangkan untuk persoalan biaya sekolah yang mahal, pihak sekolah bisa mengupayakan adanya bantuan beasiswa dari donator/pemerintah.</p>
<p>Sarasehan yang berjalan serius tapi santai itu ditutup dengan doa dan berkat dari prodiakon lingkungan agar umat dan institusi pendidikan katolik terus bersemangat mewujudkan cita-cita baik di masyarakat.</p>
<p>.</p>
<p>Wempi G / Komsos Jetis</p>
<p>.</p>
<p>.</p>The post <a href="https://parokijetis.com/mencari-jalan-tengah-sekolah-katolik-yang-unggul-dan-terjangkau-untuk-semua/">Mencari Jalan Tengah Sekolah Katolik yang Unggul dan Terjangkau untuk Semua</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokijetis.com/mencari-jalan-tengah-sekolah-katolik-yang-unggul-dan-terjangkau-untuk-semua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Glenikan Akbar Komsos KAS 2023: Upaya Meneguhkan Peran Gereja bagi Dunia</title>
		<link>https://parokijetis.com/glenikan-akbar-komsos-kas-2023-upaya-meneguhkan-peran-gereja-bagi-dunia/</link>
					<comments>https://parokijetis.com/glenikan-akbar-komsos-kas-2023-upaya-meneguhkan-peran-gereja-bagi-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Jetis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2023 13:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Komsos Jetis]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[glenikan 2023]]></category>
		<category><![CDATA[glenikan akbar]]></category>
		<category><![CDATA[glenikan komsos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokijetis.com/?p=10487</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu corak khas Komsos KAS adalah bekerja di bidang produktivitas dan kreativitas. Untuk menghadirkan Gereja yang kreatif dibutuhkan upaya terus menerus untuk berani memahami kebutuhan umat/ audiens, up to date, terus menerus belajar, mau berkolaborasi, dan terus mencoba membuat karya. Dengan demikian diharapkan Komsos KAS dapat menjadi “penghubung” warta kasih Allah dengan manusia. Hal [&#8230;]</p>
The post <a href="https://parokijetis.com/glenikan-akbar-komsos-kas-2023-upaya-meneguhkan-peran-gereja-bagi-dunia/">Glenikan Akbar Komsos KAS 2023: Upaya Meneguhkan Peran Gereja bagi Dunia</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu corak khas Komsos KAS adalah bekerja di bidang produktivitas dan kreativitas. Untuk menghadirkan Gereja yang kreatif dibutuhkan upaya terus menerus untuk berani memahami kebutuhan umat/ audiens, <em>up to date</em>, terus menerus belajar, mau berkolaborasi, dan terus mencoba membuat karya. Dengan demikian diharapkan Komsos KAS dapat menjadi “penghubung” warta kasih Allah dengan manusia.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-10493" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Glenikan-Komsos-2023-3-1024x683.webp" alt="" width="640" height="427" /></p>
<p>Hal tersebut menjadi latar belakang diselenggarakannya Glenikan Akbar Komsos KAS, pada Sabtu-Minggu (15-16/07/23) lalu, bertempat di Wisma Salam Muntilan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-10494" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Glenikan-Komsos-2023-4-1024x683.webp" alt="" width="640" height="427" /></p>
<p>Di hari pertama kegiatan, Romo H. Budi Purwantoro, Pr., selaku Kepala UPP Komunikasi KAS memberi materi tentang perlunya umat katolik mewujudkan pesan Paus fransiscus pada peringatan “25 tahun Runtuhnya Tembok Berlin” pada 9 November 2014 lalu, yang dirasa relevan denan peran Komsos kondisi zaman sekarang. Untuk bisa membangun jembatan maka umat Kristen, khususnya Komsos perlu meneladani cara Yesus yang selalu berkomunikasi dengan sesama menggunakan hati.</p>
<p>“Yesus ahlinya membangun jembatan, karena Yesus mau berkomunikasi dengan siapapun, bahkan dengan orang-orang yang disingkirkan, dan Yesus berbicara dengan hati.” Terang romo Budi.</p>
<p>Romo Budi menambahkan, dengan adanya kemajuan teknologi, maka membangun jembatan kini perlu diperluas dengan media digital. Dunia digital memberi kesempatan seluas-luasnya, namun perlu diwaspadai, karena juga memberi dampak buruk. Oleh karena itu Komsos diharapkan menjadi pewarta gereja yang kreatif dan inovatif.</p>
<p>Di sesi kedua, Romo Petrus Dwi Purnomo A, Pr. selaku koordinator KOMSOS KAS, menyampaikan materi tentang Tiga Cara Berkomunikasi pada Manusia.</p>
<p>“Ada tiga cara manusia berkomunikasi saat berelasi dengan orang lain, yaitu kepala, hati dan perut. Jika berkomunikasi dari kepala, maka logika, rasionalitas yang dipakai, sehingga muncul perdebatan. Jika berkomunikasi dari perut, komunikasi ini hanya berdasarkan pada insting-nafsu. Namun, jika berkomunikasi dari hati, yang mendasarkan pada emosi, empati dan ekspresi maka akan tercipta bentuk komunikasi yang ramah, menyejukkan, dan mendorong siapapun untuk berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, dan berelasi”, imbuh pastur yang akrab disapa romo Ipung ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-10492" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Glenikan-Komsos-2023-2-1024x683.webp" alt="" width="640" height="427" /></p>
<h3><span style="text-decoration: underline;"><strong>Live Streaming Tidak Cukup Lagi!</strong></span></h3>
<p>Di hari kedua Glenikan Akbar Komsos KAS (16/07/23) diisi dengan praktik menulis berita dan membuat  Konten film pendek. Untuk sesi praktik menulis berita menghadirkan narasumber Agung Purwandono, Pemred Mojok.Co. Sedangkan pelatihan film pendek diisi oleh Fransiscus B. Edgar, staf UPPK KAS.</p>
<p>Dalam materinya Edgar, menyampaikan pada masa pandemi Komsos paroki menjadi &#8220;anak emas&#8221; karena sangat dibutuhkan oleh gereja untuk   pewartaan, diantaranya menyelenggarakan misa Online/ live streaming. Dampak positifnya kemudian membuat lini media massa seperti youtube  dibanjiri dengan konten- konten yang memuat kata kunci misa atau ekaristi.  Namun di masa endemi seperti sekarang,  komsos perlu memikirkan kembali apa perannya dalam pewartaan. &#8221; Ketika misa sudah berjalan seperti biasa, live streaming sudah tidak cukup lagi. bahkan bisa dibilang kuno. Kita perlu memikirkan cara-cara lain agar komsos bisa tetap relevan menjawab kebutuhan pewartaan&#8221;, jelas Edgar</p>
<p>Menurut Edgar, ada beberapa agenda yang bisa menjadi lahan garapan komsos di luar kegiatan rutin gerejawi. Diantaranya membuat konten- konten positif bertema sosial untuk dimuat di seluruh akun media sosial gereja. Tujuannya agar wajah gereja tetap hadir di zaman digital seperti sekarang ini. Cara ini sudah dimulai melalui kolaborasi antar Komsos se-Kevikepan DIY yang membuat konten bertema pemilu.</p>
<p>Dalam diskusi juga terungkap, bahwa hierarki paroki  belum seluruhnya mengetahui dan memahami bahwa kehadiran komsos adalah entitas wajib bagi Gereja sebagaimana tertuang dalam dokumen gereja katolik Inter Mirifica.</p>
<p>&#8220;Melalui dokumen Inter Mirifica, Gereja menyadari bahwa ia sedang berada di dunia yang sedang berkembang. Terutama dalam hal komunikasi sosial&#8221;, terang Edgar. Hal itu menunjukkan bahwa Gereja menyadari bahwa jika digunakan dengan baik, media sosial dapat menjadi sarana pewartaan yang efektif.</p>
<p>Hingga hari kedua antusiasme ratusan peserta Glenikan Akbar Komsos KAS tetap menyala. Mereka dengan semangat mengikuti praktik langsung penulisan berita dan pembuatan video pendek. Semangat untuk tetap berkarya  menghidupi komsos paroki  diteguhkan melalui misa perutusan yang dibawakan oleh tiga romo, yakni Romo H. Budi Purwantoro Pr, Romo P. Dwi Purnomo Adi Pr, Romo J. Ari Purnomo Pr., ketiganya berpesan agar Komsos bisa meneladani Yesus dalam menjalin relasi dengan sesama, yakni berkomunikasi dengan hati. Dan membawa pesan Paus Fransiscus, agar Gereja membangun jembatan, bukan tembok untuk mewujudkan persaudaraan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-10495" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Glenikan-Komsos-2023-5-1024x683.webp" alt="" width="640" height="427" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-large wp-image-10496" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Glenikan-Komsos-2023-6-1024x683.webp" alt="" width="640" height="427" /></p>
<p>.</p>
<p>Wempi dan Seno / Komsos Jetis</p>
<p>.</p>
<p>.</p>The post <a href="https://parokijetis.com/glenikan-akbar-komsos-kas-2023-upaya-meneguhkan-peran-gereja-bagi-dunia/">Glenikan Akbar Komsos KAS 2023: Upaya Meneguhkan Peran Gereja bagi Dunia</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokijetis.com/glenikan-akbar-komsos-kas-2023-upaya-meneguhkan-peran-gereja-bagi-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Merawat Jenazah Tim Pangruktilaya</title>
		<link>https://parokijetis.com/pelatihan-merawat-jenazah-tim-pangruktilaya/</link>
					<comments>https://parokijetis.com/pelatihan-merawat-jenazah-tim-pangruktilaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Jetis]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jul 2023 18:55:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[cara merawat jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[cara merawat jenazah katolik]]></category>
		<category><![CDATA[merawat jenazah]]></category>
		<category><![CDATA[tata laksana merawat jenazah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokijetis.com/?p=10445</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal 9 Juli 2023 yang lalu ada kegiatan baru yang dilakukan di Paroki Jetis, terlihat beberapa orang berkumpul untuk bersama-sama mengikuti pelatihan merawat jenazah. Mengapa kegiatan merawat jenazah penting? Karena Gereja Katolik ingin mendampingi setiap warganya sejak dalam kandungan, lahir, tumbuh dewasa, hingga menjelang kematian, dan bahkan ketika sudah meninggal hingga proses pemakaman dan peringatan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://parokijetis.com/pelatihan-merawat-jenazah-tim-pangruktilaya/">Pelatihan Merawat Jenazah Tim Pangruktilaya</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 9 Juli 2023 yang lalu ada kegiatan baru yang dilakukan di Paroki Jetis, terlihat beberapa orang berkumpul untuk bersama-sama mengikuti pelatihan merawat jenazah. Mengapa kegiatan merawat jenazah penting? Karena Gereja Katolik ingin mendampingi setiap warganya sejak dalam kandungan, lahir, tumbuh dewasa, hingga menjelang kematian, dan bahkan ketika sudah meninggal hingga proses pemakaman dan peringatan arwah mereka.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-10449" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Pangruktilaya-2023-3.webp" alt="" width="800" height="450" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-10448" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Pangruktilaya-2023-2.webp" alt="" width="800" height="450" /></p>
<p>Dalam pelaksanaannya, tim pangruktilaya bekerja sama dengan Sub Instalasi Pelayanan Pastoral dan Perawatan Jenazah dari RS Panti Rapih. Detail mengenai pelatihan merawat jenazah, alur dan tata laksana perawatan jenazah sampai dengan upacara penghormatan terakhir dapat Anda unduh pada tautan berikut ini:</p>
<p><a href="https://docs.google.com/presentation/d/1aHQCvq-J7BQCdKX0ssK139r_gcfQODgt/edit?usp=sharing&amp;ouid=107173968849071482845&amp;rtpof=true&amp;sd=true"><span style="text-decoration: underline;"><em><strong>Tata Cara Merawat Jenazah (file ppt ukuran 2MB)</strong></em></span></a></p>
<p>Kegiatan pelatihan ini berlangsung dari pukul 10.00 &#8211; 12.30 WIB. Peserta yang diharapkan hadir yaitu setiap lingkungan mengirimkan 3 orang sebagai perwakilan, harapannya agar para perwakilan dari lingkungan ini dapat merawat jenazah dengan baik dan layak untuk berpulang menghadap Bapa di surga. Tujuan utamanya adalah memberi pedoman kepada umat tentang tata laksana dalam proses merawat jenazah mulai dari memandikan hingga proses upacara penghormatan terakhir.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-10451" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Pangruktilaya-2023-5.webp" alt="" width="800" height="600" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-10450" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Pangruktilaya-2023-4.webp" alt="" width="600" height="800" /></p>
<p>Tim pangruktilaya Paroki Jetis menjadikan kegiatan ini sebagai program dari bidang Kemasyarakatan Dewan Paroki yang dilaksanakan pada tahun ini.</p>
<p><figure id="attachment_10447" aria-describedby="caption-attachment-10447" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-10447" src="https://parokijetis.com/storage/2023/07/Pangruktilaya-2023-1.webp" alt="" width="800" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-10447" class="wp-caption-text">Bidang Kemasyarakatan dan Tim Pangruktilaya Paroki</figcaption></figure></p>
<p>.</p>
<p>.</p>The post <a href="https://parokijetis.com/pelatihan-merawat-jenazah-tim-pangruktilaya/">Pelatihan Merawat Jenazah Tim Pangruktilaya</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokijetis.com/pelatihan-merawat-jenazah-tim-pangruktilaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembekalan Sinode Pendidikan Bagi Para Ketua Lingkungan</title>
		<link>https://parokijetis.com/pembekalan-sinode-pendidikan-bagi-para-ketua-lingkungan/</link>
					<comments>https://parokijetis.com/pembekalan-sinode-pendidikan-bagi-para-ketua-lingkungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Jetis]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jul 2023 13:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[paroki jetis]]></category>
		<category><![CDATA[sinode]]></category>
		<category><![CDATA[sinode pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokijetis.com/?p=10389</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bapak Ludovicus Joko Sunarno pada Rabu malam (05/07/23) menyampaikan materi pembekalan, sebagai perwakilan dari bidang Tim Pelayanan Kemasyarakatan. Kegiatan pembekalan malam hari ini berlangsung di aula paroki. Menitikberatkan serta mengutip surat gembala dari uskup KAS yang disampaikan dalam misa pada tanggal 6 dan 7 Mei  2023 yang lalu, Bapak Joko menyampaikan latar belakang dan tujuan [&#8230;]</p>
The post <a href="https://parokijetis.com/pembekalan-sinode-pendidikan-bagi-para-ketua-lingkungan/">Pembekalan Sinode Pendidikan Bagi Para Ketua Lingkungan</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bapak Ludovicus Joko Sunarno pada Rabu malam (05/07/23) menyampaikan materi pembekalan, sebagai perwakilan dari bidang Tim Pelayanan Kemasyarakatan. Kegiatan pembekalan malam hari ini berlangsung di aula paroki.</p>
<p>Menitikberatkan serta mengutip surat gembala dari uskup KAS yang disampaikan dalam misa pada tanggal 6 dan 7 Mei  2023 yang lalu, Bapak Joko menyampaikan latar belakang dan tujuan diadakannya Sinode Pendidikan.</p>
<p>“Gereja Katolik khususnya KAS memberi perhatian serius dalam menangani pendidikan generasi muda agar generasi muda menjadi pribadai yang dewasa-utuh-otentik-seimbang, baik secara fisik, intelektual, moral, spiritual maupun sosial”, terangnya.</p>
<p>Malam hari ini terlihat belasan Ketua Lingkungan dari berbagai wilayah di Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, sangat antusias mengikuti pembekalan  Sinode Pendidikan.</p>
<p>Sinode Pendidikan bertujuan menjadi langkah nyata seluruh umat, harapannya bersama-sama Gereja se-Keuskupan Agung Semarang dapat merawat serta mengembangkan pendidikan dan sekolah Katolik.</p>
<p>Acara ini diadakan sebagai bentuk tanggung jawab dan tindak lanjut dari Surat Gembala Uskup Mgr.Robertus Rubiyatmoko yang mengajak seluruh umat di Keuskupan Agung  Semarang (KAS) untuk segera memulai sinode Pendidikan.</p>
<p>Pembicaraan utama dalam Sinode Pendidikan ini mengenai Pendidikan Katolik, baik yang diselenggarakan di sekolah Katolik maupun di sekolah negeri dan swasta non Katolik, sehingga bisa mendapatkan masukan lebih luas yang kemudian akan digunakan untuk menentukan arah gerak pastoral pendidikan ke depannya.</p>
<p>Hal ini dilakukan karena belakangan ini usaha penyelenggaraan Pendidikan formal di lingkup Keuskupan Agung Semarang dihadapkan pada tantangan-tantangan luar biasa yang harus dihadapi bersama, diantaranya:</p>
<p>persoalan bagaimana jumlah siswa yang dilayani dapat ditingkatkan, bagaimana menjamin ketercukupan dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan sekolah yang semakin maju, dan bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan yang ditopang oleh metode pelajaran yang selalu “njamani”.</p>
<p>Para ketua lingkungan diharapkan agar segera menindaklanjuti dengan mengadakan sarasehan Sinode Pendidikan di  masing-masing lingkungan sebelum tanggal 18 Juli 2023. Untuk selanjutnya hasil sarasehan di lingkungan tersebut di atas bisa disampaikan dalam  forum Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) Paroki Jetis yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2023 mendatang.</p>
<p>Melalui Sinode Pendidikan ini diharapkan menjadi kesempatan efektif untuk <em>lungguh bareng</em> (duduk bersama), <em>rembugan bareng</em> (berdikusi bersama), <em>mutuske bareng</em> (memutuskan bersama), dan <em>nandangi bareng </em>(melaksanakan keputusan secara bersama) persoalan pendidikan dan sekolah Katolik.</p>
<p>Antusiasme para ketua lingkungan yang aktif mengajukan pertanyaan dan memberi masukan mewarnai kegiatan pembekalan ini, mari kita dukung dan doakan Bersama agar kegiatan Sinode Pendidikan di Paroki Jetis bisa berjalan lancar.</p>
<p>Mereka yang diundang terlibat dalam Sinode Pendidikan adalah perwakilan dari unsur siswa, mahasiswa, guru, dosen, orang tua, penyelenggara sekolah, pengguna lulusan, pemerhati pendidikan dan penentu kebijakan pendidikan.</p>
<p>.</p>
<p>(Wempi Gunarto/Komsos Jetis)</p>
<p>.</p>
<p>.</p>The post <a href="https://parokijetis.com/pembekalan-sinode-pendidikan-bagi-para-ketua-lingkungan/">Pembekalan Sinode Pendidikan Bagi Para Ketua Lingkungan</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokijetis.com/pembekalan-sinode-pendidikan-bagi-para-ketua-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Umat Mengikuti Perayaan Ekaristi Adiyuswa Legio Maria</title>
		<link>https://parokijetis.com/ratusan-umat-mengikuti-perayaan-ekaristi-adiyuswa-legio-maria/</link>
					<comments>https://parokijetis.com/ratusan-umat-mengikuti-perayaan-ekaristi-adiyuswa-legio-maria/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Komsos Jetis]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 05:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Warta Paroki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://parokijetis.com/?p=7933</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rasa syukur atas anugrah kesehatan dan kemampuan untuk melayani disampaikan pak Yono (84 th) salah satu umat lansia di hadapan ratusan umat yang hadir dalam perayaaan ekaristi kerahiman Ilahi untuk kalangan adiyuswa di Gereja Katolik Paroki St.Albertus Magnus Jetis Yogyakarta (16/05/22). Hal tersebut disampaikan Pak Yono kepada Romo Vincentius Suparman Pr, saat dialog disela-sela homili. [&#8230;]</p>
The post <a href="https://parokijetis.com/ratusan-umat-mengikuti-perayaan-ekaristi-adiyuswa-legio-maria/">Ratusan Umat Mengikuti Perayaan Ekaristi Adiyuswa Legio Maria</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Rasa syukur atas anugrah kesehatan dan kemampuan untuk melayani disampaikan pak Yono (84 th) salah satu umat lansia di hadapan ratusan umat yang hadir dalam perayaaan ekaristi kerahiman Ilahi untuk kalangan adiyuswa di Gereja Katolik Paroki St.Albertus Magnus Jetis Yogyakarta (16/05/22).</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Pak Yono kepada Romo Vincentius Suparman Pr, saat dialog disela-sela homili.</p>
<p>Romo Parman, romo paroki St.Albertus Magnus Jetis yang memimpin perayaan misa mengapresiasi antusias umat lansia dalam perayaan misa kali ini, yang menunjukkan keinginan untuk dekat dengan Tuhan Yesus meski selama ini harus terkendala pandemi Covid-19.</p>
<p>Dalam homilinya Romo Parman mengutip Yohanes 14: 15-31 tentang roh penolong yang dijanjikan Yesus setelah Ia wafat.</p>
<p>Romo Parman menyampaikan para umat lansia harus senantiasa bersyukur atas anugrah umur yang masih diberikan Tuhan sampai saat ini, dan berupaya membimbing anak, cucu, dan keluarga untuk sungguh-sungguh menjalankan iman katolik.</p>
<p>&#8220;bagi saya, panjemengan ini semua orang hebat, yang sudah merasakan pahit manis dan getir kehidupan dan mau tetap tekun beriman pada Yesus Kristus&#8221;, puji Romo Parman.</p>
<p>Romo Parman juga mengharapkan para adiyuswa selalu meminta bimbingan roh kudus dalam menjalani hidup.</p>
<p>&#8220;kalau hidup kita tenang, bahagia itu pasti karena bimbingan roh kudus. tapi kalau yang diraskan adalah pertengkaran, permusuhan, itu pasti bukan buah roh kudus, tapi roh perpecahan&#8221;, jelas romo parman.</p>
<p>Dalam perayaan misa ini romo parman juga mengajak 10 umat untuk maju dan memberikan tanda mata kepada mereka.</p>
<p>Sementara itu sebelum perayaan ekaristi dimulai, juga dilangsungkan doa koronka yang diikuti oleh seluruh umat yang hadir.</p>
<p>.</p>
<p>Foto &amp; Penulis: Wempi Gunarto</p>
<p>.</p>
<p>.</p>The post <a href="https://parokijetis.com/ratusan-umat-mengikuti-perayaan-ekaristi-adiyuswa-legio-maria/">Ratusan Umat Mengikuti Perayaan Ekaristi Adiyuswa Legio Maria</a> first appeared on <a href="https://parokijetis.com">Gereja St. Albertus Agung</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://parokijetis.com/ratusan-umat-mengikuti-perayaan-ekaristi-adiyuswa-legio-maria/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
