Beranda Warta Lingkungan Mencari Jalan Tengah Sekolah Katolik yang Unggul dan Terjangkau untuk Semua

Mencari Jalan Tengah Sekolah Katolik yang Unggul dan Terjangkau untuk Semua

637
0

Ajakan uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko agar umat katolik  di setiap lingkungan proki KAS memulai Sinode Pendidikan terkait tema “Merawat serta Mengembangkan Pendidikan dan Sekolah Katolik”, umat di Lingkungan St. Paulus Jatimulyo menanggapi dengan mengadakan sarasehan pada Senin malam (17/07/23). Sarasehan diadakan di rumah keluarga AM Totok Nusantoro.

Meski umat yang datang tidak banyak, hal itu tidak menyurutkan antusiasme sarasehan yang berjalan hingga 2 jam lebih tersebut. Ada 5 hal yang menjadi bahan diskusi terkait tentang Sinode Pendidikan ini, yaitu:  apa  keunggulan sekolah katolik yang ada di wilayah terdekat; apa yang diharapkan dari sekolah katolik tersebut; apa yang masih kurang dan perlu ditingkatkan dari sekolah katolik; bagaimana sekolah katolik yang ideal; serta bagaimana peran keluarga dalam pendidikan katolik.

Peserta sarasehan  umumnya setuju bahwa sekolah katolik yang ada di DIY telah memiliki keutamaan, yakni mengajarkan karakter disiplin, jujur, dan cinta kasih. Namun setiap sekolah memiliki caranya masing-masing dalam menerapkan hal tersebut sesuai tradisi pendidikan dan kurikulum di sekolah. Selain itu meski sekolah katolik masih menjadi sekolah unggulan di Jogja, persoalan biaya menjadi persoalan yang sering dikeluhkan oleh orang tua/wali murid. Sedangkan banyak operasional sekolah katolik tergantung dari siswa yang masuk di sekolah tersebut. Sehingga bila sekolah kekurangan murid dampaknya bisa mengakibatkan sekolah harus menutup kegiatannya.

Hal lain yang mengemuka dalam sarasehan Pendidikan ini, yaitu semua perlu menyadari dan sepakat untuk menjadi sekolah yang ideal memerlukan bantuan dan kerjasama banyak pihak, mulai dari keluarga, guru, institusi/lembaga penyelenggara pendidikan, alumni, dunia usaha, hingga pemerintah karena tujuan besar pendidikan salah satunya adalah  menyiapkan masa depan generasi bangsa yang unggul. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah senantiasa menanamkan nilai-nilai ajaran kristiani di dalam keluarga dan sebisa mungkin memprioritaskan pendidikan anak-anaknya di Lembaga Pendidikan Katolik. Sedangkan untuk persoalan biaya sekolah yang mahal, pihak sekolah bisa mengupayakan adanya bantuan beasiswa dari donator/pemerintah.

Sarasehan yang berjalan serius tapi santai itu ditutup dengan doa dan berkat dari prodiakon lingkungan agar umat dan institusi pendidikan katolik terus bersemangat mewujudkan cita-cita baik di masyarakat.

.

Wempi G / Komsos Jetis

.

.

Lihat Artikel Lain :

    None Found

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here