Menjelang berakhirnya masa katekumen, para Calon Penerima Sakramen Penguatan dari Lingkungan Santo Alfonsus mengikuti tugas akhir berupa pembuatan konten video dan keterlibatan dalam kegiatan pendampingan serta penerimaan Komuni Kudus bagi umat lanjut usia. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran agar para calon semakin berani mengambil bagian dalam kehidupan menggereja.
Dalam kegiatan yang berlangsung di rumah Bapak Mardiyono tersebut, para calon belajar memberikan perhatian dan pendampingan kepada umat lanjut usia. Kegiatan diikuti satu prodiakon, empat lansia penerima Komuni, empat Calon Penerima Sakramen Penguatan, serta satu katekis sebagai wakil paroki.
Kegiatan dipimpin Yuliana Sri Wuryanti selaku prodiakon Lingkungan Santo Alfonsus. Dalam homilinya, ia menyampaikan pentingnya menyampaikan kebenaran kepada sesama dengan cara yang baik, penuh kasih, dan rendah hati.

Ia menjelaskan tiga tahap ketika seseorang perlu menegur atau mengingatkan sesama. Pertama, persoalan dibicarakan secara empat mata untuk menjaga martabat dan perasaan orang yang bersangkutan. Jika belum berhasil, tahap berikutnya adalah melibatkan saksi lain. Apabila tetap tidak terjadi perubahan, persoalan dapat disampaikan kepada pemimpin Gereja atau pastor.
Pesan tersebut menekankan bahwa menegur sesama bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai saudara seiman. Yuliana juga mengingatkan pentingnya doa bersama sebagai bagian dari kehidupan iman dan persaudaraan umat.
Selain Yuliana, kegiatan tersebut dihadiri Hananta sebagai wakil katekis dari Paroki St. Albertus Agung Jetis. Kehadirannya turut mendampingi proses pembelajaran para calon penerima Sakramen Penguatan.

Keterlibatan dalam pelayanan kepada umat lanjut usia memberikan pengalaman langsung bagi para calon untuk memahami kehidupan menggereja. Mereka belajar bahwa kehidupan Gereja tidak hanya berlangsung dalam perayaan Ekaristi, tetapi juga melalui pendampingan, pelayanan, perhatian, dan kehadiran di tengah kehidupan umat.
Setelah menerima Sakramen Penguatan, para calon diharapkan semakin terlibat dalam kehidupan Gereja di lingkungan dan masyarakat. Mereka dipersiapkan bukan hanya sebagai penerima pelayanan, tetapi juga sebagai bagian dari generasi muda yang mengambil peran dalam karya dan pelayanan Gereja.

.
.
Penulis : Andreas PN









