Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 September 2026

Renungan Harian Hari Ini 18 September 2026, Bacaan Injil Lukas 8:1-3 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Kor. 15:12-20; Mazmur: 17:1.6-7.8b.15; PEKAN BIASA XXIV (H) St.Yosef dr Copertino; St.Yohanes Makias;

Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
 
Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
 
Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
 
Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus — padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
 
Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
 
Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
 
Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
 
Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
 
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

.

Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.

Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
 
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
 
Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

.

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
 
dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
 
Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

.

Hendaklah membacakan kitab yang kami kirim ini, untuk diumumkan di dalam Rumah Tuhan pada hari raya dan pada hari-hari perhimpunan.
 
Katakanlah sebagai berikut: Keadilan ada pada Tuhan, Allah kita, sedangkan malu muka pada kami, sebagaimana halnya hari ini, yaitu: pada orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem,
 
pada sekalian raja kami, para pemimpin, para imam dan nabi serta pada nenek moyang kami.
 
Memang kami telah berdosa kepada Tuhan.
 
Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, untuk mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah ditaruh-Nya di hadapan kami.
 
Semenjak hari Tuhan membawa nenek moyang kami keluar dari negeri Mesir hingga dengan hari ini kami tidak taat kepada Tuhan, Allah kami. Sebaliknya Tuhan telah kami alpakan karena tidak mendengarkan suara-Nya.
 
Dari sebab itu maka melekatlah kepada kami semua bencana dan laknat yang telah diperintahkan Tuhan kepada Musa, hamba-Nya, waktu nenek moyang kami dibawa-Nya keluar dari negeri Mesir untuk dianugerahkan-Nya kepada kami suatu tanah yang berlimpah susu dan madunya, sebagaimana halnya hari ini.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 September 2026

Tetapi kami tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, sesuai dengan firman para nabi yang telah Tuhan utus kepada kami.
 
Bahkan kami telah pergi berbakti kepada allah lain, masing-masing menurut angan-angan hati jahatnya, dan kami melakukan apa yang durjana dalam pandangan Tuhan, Allah kami.

Dari sebab itu maka Tuhan memenuhi firman yang telah difirmankan-Nya melawan kami dan melawan para hakim kami yang telah menghakimi Israel, dan melawan segala raja dan pemimpin kami serta melawan semua orang Israel dan Yehuda.
 
Di bawah kolong langit belum pernah terjadi seperti yang terjadi di Yerusalem sesuai dengan apa yang tertulis dalam Taurat Musa:
 
kami masing-masing sampai makan daging anak-anak kami sendiri.
 
Tuhan telah membuat mereka semua menjadi takluk kepada segala kerajaan di sekeliling kami, sehingga menjadi ternista dan lengang di antara sekalian bangsa sekeliling, di mana mereka telah dicerai-beraikan oleh Tuhan.
 
Mereka menjadi bawahan dan bukan atasan, oleh karena kami telah berdosa kepada Tuhan, Allah kami, dengan tidak mendengarkan suara-Nya.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 18 September 2026

Ya Tuhan Yang Mahakuasa, Allah Israel, dengan jiwa yang kesesakan dan roh terlantar aku menjerit kepada-Mu.
 
Dengarlah, ya Tuhan, dan kasihanilah. Memang kami telah berdosa kepada-Mu.
 
Engkau bertakhta kekal, sedangkan kami jatuh binasa terus-menerus.
 
Tuhan Yang Mahakuasa, Allah Israel, dengarkanlah doa dari orang yang nyaris mati di Israel dan doa dari anak-anak orang yang telah berdosa kepada-Mu dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah mereka. Oleh karena itulah maka bencana-bencana melekat pada diri kami.
 
Jangan ingat kepada kefasikan nenek moyang kami, tetapi sudilah kiranya pada saat ini juga ingat kepada tangan-Mu dan nama-Mu sendiri.
 
Oleh karena Engkaulah Tuhan, Allah kami, maka kami hendak memuji Engkau, ya Tuhan.
 
Sebab ketakutan kepada-Mu telah Kautaruh di dalam hati kami, supaya nama-Mu kami serukan. Kamipun akan memuji Engkau di dalam pembuangan kami, oleh karena kami telah menjauhkan dari hati kami segala kefasikan nenek moyang kami yang telah berdosa kepada-Mu.
 
Lihatlah sekarang ini kami di dalam pembuangan kami, di mana kami telah Kauceraiberaikan menjadi orang ternista, terlaknat dan terhukum, setimpal dengan segenap kefasikan nenek moyang kami yang telah berpaling dari Tuhan, Allah kami.

.

renungan harian hari ini

Kebangkitan sesungguhnya memberi kita kekuatan baru dalam iman dan pengharapan akan keselamatan. Kebangkitan Tuhan tidak hanya mengubah hidup kita dalam iman sebagai jaminan keselamatan pada masa yang akan datang,

tetapi juga memiliki daya transformasi yang konkret yang menunjukkan bahwa kita sungguh hidup dalam iman dan harapan kepada Allah yang telah membangkitkan Kristus. Lalu, bagaimana cara kita menghayati makna kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari?

Santo Paulus menegaskan bahwa kebangkitan akan mendapat makna bila kita menaruh harapan pada Kristus (Rm. 6:4-5). Tanda bahwa kita hidup dalam iman dan harapan kepada Kristus adalah menjadi pribadi yang selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Hal ini dapat kita lakukan melalui hal-hal sederhana dengan memberikan pelayanan dan doa yang tiada hentinya kepada Allah. Sebagaimana perempuan-perempuan yang dengan setia melayani Yesus, kita juga diajak untuk saling melayani dan berdoa bagi sesama.

Dengan menolong dan berdoa bagi sesama agar keluar dari penderitaan, kita menjadi saksi kebangkitan yang membawa kehidupan baru. Dengan demikian, kebangkitan tidak hanya nyata dalam iman sebagai keselamatan jiwa kita oleh Allah, tetapi juga upaya kita untuk saling menyelamatkan di dunia ini.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan membawa sukacita kebangkitan ke dalam kehidupan nyata. Kristus yang bangkit mengundang kita untuk tidak berhenti pada pengharapan akan keselamatan, tetapi menjadi pembawa kehidupan baru bagi sesama. Semoga iman kita semakin nyata melalui doa, pelayanan, kepedulian, dan keberanian menolong mereka yang sedang menderita.

Ya Bapa, teguhkanlah iman dan pengharapan kami kepada Kristus yang bangkit. Ketika kehidupan terasa berat dan masa depan tampak tidak pasti, bantulah kami tetap percaya bahwa kasih-Mu selalu menghadirkan jalan kehidupan. Semoga kebangkitan Kristus memberi kami kekuatan untuk bangkit dari kelemahan dan menjalani setiap hari dengan hati yang penuh harapan.

Ajarlah kami menjadi saksi kebangkitan melalui tindakan sederhana yang membawa kehidupan bagi sesama. Bukalah mata kami terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan, kesepian, dan penderitaan. Gerakkan hati kami untuk hadir, mendengarkan, menolong, dan melayani dengan tulus, sehingga melalui kehidupan kami, harapan-Mu dapat dirasakan oleh mereka.

Jadikanlah doa dan pelayanan kami sebagai ungkapan iman kepada Kristus yang hidup. Semoga kami tidak hanya menantikan keselamatan bagi diri sendiri, tetapi turut menghadirkan keselamatan melalui kasih kepada sesama. Kuatkan kami untuk tetap setia berbuat baik, menjadi pembawa harapan, dan menghadirkan kehidupan baru di tengah dunia. Amin.

.                              

Ya Allah, teguhkanlah kami dalam pengharapan dan iman akan Engkau melalui penghayatan kami akan kebangkitan Kristus Putra-Mu dan Tuhan kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 17 September 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 10   +   1   =