Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 14 September 2026

Renungan Harian Hari Ini 14 September 2026, Bacaan Injil Yohanes 3:13-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Bil. 21:4-9 (Flp. 2:6-11); Mazmur: 78:1-2.34-35.36-37.38; PEKAN BIASA XXIV Pesta Pemuliaan Salib Suci (M);

Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
 
Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.”
 
Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
 
Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
 
Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”
 
Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

.

Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku.
 
Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.

Apabila Ia membunuh mereka, maka mereka mencari Dia, mereka berbalik dan mengingini Allah;
 
mereka teringat bahwa Allah adalah gunung batu mereka, dan bahwa Allah Yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.
 
Tetapi mereka memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia.
 
Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.
 
Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.

.

Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
 
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
 
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
 
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
 
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

.

Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
 
namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
 
Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?
 
Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
 
Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
 
Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!
 
Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 14 September 2026

Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
 
Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

Dan orang-orang Yahudi yang lain pun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.
 
Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?”

Menurut kelahiran kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain.
 
Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.
 
Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa, apakah hal itu berarti, bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak.
 
Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 14 September 2026

Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
 
namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
 
Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?
 
Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
 
Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
 
Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!
 
Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 14 September 2026

Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
 
Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
 
Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.”
 
Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.
 
Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.”
 
Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang benar akan hidup oleh iman.”
 
Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.
 
Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 14 September 2026

Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.
 
Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.
 
Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah.
 
Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.
 
Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin.

.

renungan harian hari ini

Hari ini Gereja merayakan Pesta Salib Suci, yaitu salib Tuhan Yesus Kristus sendiri. Lalu, apa makna salib Yesus? Bagi orang Yahudi, salib adalah penghinaan. Mengapa disebut penghinaan? Karena bagi mereka, salib adalah tempat penyiksaan orang-orang berdosa, orang jahat, dan yang pantas mendapat hukuman mati.

Sementara bagi orang yang mengimani Kristus, salib adalah kemenangan dan keselamatan. Mengapa demikian? Karena di sanalah Tuhan Yesus menebus dosa-dosa umat manusia. Ditegaskan dalam Injil hari ini, sebab, “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan supaya dunia diselamatkan melalui Dia.”

Sekalipun Dia adalah Putra Allah, Dia rela merendahkan diri sama seperti manusia, bahkan sampai wafat di salib untuk menyelamatkan kita para pendosa.

Pada Pesta Salib Suci ini kita diingatkan kembali akan pengorbanan Yesus yang menyelamatkan manusia. Dia telah setia memanggul salib-Nya menuju Bukit Golgota. Pemberian dan pengorbanan diri-Nya di kayu salib menegaskan karya penebusan Allah bagi dunia.

Sebagaimana bangsa Israel di padang gurun memandang ular tembaga yang ditinggikan, lalu menjadi sembuh dan hidup, demikian pula kita yang memandang Yesus Kristus yang ditinggikan di kayu salib. Dari salib itu terang kebangkitan Paskah dinyatakan.

Salib Yesus menjadi tanda kehidupan dan keselamatan manusia. Salib Tuhan menjadi kekuatan kita untuk menyatakan cinta Allah yang menyelamatkan bagi semua orang

Sebagai pengikut Yesus, kita juga mempunyai salib masing-masing yang harus kita pikul. Salib yang dimaksud di sini bukanlah seperti kayu salib yang dipanggul oleh Yesus, melainkan bisa berupa beban atau masalah hidup kita ataupun kesulitan yang kita hadapi. Tuhan meminta kita untuk memanggul atau menghadapi salib itu dengan tegar dan setia, sebab di balik salib ada kemuliaan.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan memandang salib Kristus bukan sebagai tanda kekalahan, melainkan sebagai tanda kasih yang menyelamatkan. Di sana kita melihat kesetiaan Yesus sampai akhir. Semoga setiap salib kehidupan yang kita pikul tidak membuat kita menyerah, tetapi justru meneguhkan iman, pengharapan, dan keberanian untuk terus berjalan.

Ya Bapa, kami bersyukur atas kasih yang Kaunyatakan melalui salib Kristus. Ketika kami merasa tidak layak, ingatkan kami bahwa keselamatan adalah anugerah kasih-Mu. Semoga salib tidak hanya kami pandang sebagai tanda iman, tetapi sungguh menjadi sumber pengharapan yang menguatkan kami untuk meninggalkan dosa dan kembali kepada-Mu.

Ajarlah kami memandang salib kehidupan dengan iman yang teguh. Saat beban terasa berat, ketika masalah datang bertubi-tubi, dan jalan yang kami tempuh terasa panjang, berilah kami hati yang tabah. Seperti kesetiaan-Mu menuju Golgota, mampukan kami tetap berjalan, percaya bahwa penderitaan tidak pernah menjadi akhir dari kisah kehidupan.

Jadikanlah kami pembawa terang dan keselamatan bagi sesama melalui pengalaman salib yang kami jalani. Semoga luka dan kesulitan tidak membuat kami pahit, tetapi semakin mampu memahami mereka yang menderita. Dengan kekuatan salib Kristus, tuntunlah kami untuk tetap mengasihi, melayani, dan berharap sampai kemuliaan kebangkitan dinyatakan. Amin.

.                              

Tuhan Yesus, Engkau telah menebus kami dengan salib-Mu yang suci, bantulah kami untuk selalu setia beriman kepada-Mu dan tetap teguh dalam jalan salib hidup kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 13 September 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 5   +   4   =