Renungan Harian Hari Ini 19 September 2026, Bacaan Injil Lukas 8:4-15 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: 1Kor. 15:35-37.42-49; Mazmur: 56:10.11-12.13-14; PEKAN BIASA XXIV (H) St.Yanuarius, UskMrt;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 September 2026
Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?”
Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 September 2026
Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji,
kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.
Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 19 September 2026
Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
“Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”
Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 19 September 2026
Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 September 2026
Dengarkanlah, hai Israel, segala perintah kehidupan, condongkanlah telinga untuk mengenal kearifan.
Apa sebabnya, hai Israel, apa sebabnya maka engkau berada di negeri musuhmu serta menjadi tua di negeri yang asing
dan menajiskan dirimu dengan yang mati dan terbilang di antara mereka yang turun ke dunia orang mati?
Engkau telah meninggalkan sumber kebijaksanaan!
Jikalau engkau berjalan di jalan Allah, niscaya selamanya engkau diam dengan damai sejahtera.
Belajarlah di mana ada kearifan, di mana kekuatan dan di mana pengertian, supaya sekaligus kauketahui tempat umur panjang dan kehidupan, tempat cahaya mata dan damai sejahtera.
Siapakah telah menemukan tempat kebijaksanaan, siapakah telah masuk ke dalam perbendaharaannya?
Hai Israel! Alangkah megahnya Rumah Allah, dan betapa mujurlah daerah milik-Nya!
Sungguh besar dan tidak berbatas tinggi dan tidak terukur!
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 19 September 2026
Di sana dilahirkanlah para raksasa, yang tersohor di masa yang purba, besar perawakannya, dan mahirlah mereka dalam perang.
Namun bukan merekalah yang dipilih Allah, dan mereka tidak dianugerahi-Nya jalan pengetahuan.
Mereka jatuh binasa karena tidak mempunyai kearifan, jatuh binasa oleh karena kepandirannya.
Siapakah telah naik ke sorga mengambil kebijaksanaan serta menurunkannya dari awan?
Siapakah telah mengarungi laut lalu mendapatinya serta memperolehnya dengan emas pilihan?
Tiada seorangpun mengetahui jalannya, atau mengenal lorong yang menuju kepadanya.
Tetapi Yang Mahatahu mengetahuinya dan dengan pengertian-Nya mendapatinya; Ia menyediakan bumi untuk selama-lamanya dan mengisinya dengan hewan yang berkaki empat;
Ia mengirim cahaya yang lalu pergi, memanggil cahaya yang dengan gentar mendengarkan.
Sekalian bintang gemerlapan di tempat penjagaannya dan bersukacita;
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 19 September 2026
pabila dipanggil oleh Allah semua menyahut: “Kami sini!” Gemerlapanlah semua dengan sukacita bagi Pembuatnya.
Itulah Dia Allah kita! Tiada satupun yang terbilang di samping-Nya.
Segala jalan pengetahuan ditemukan oleh-Nya, lalu dianugerahkan-Nya kepada Yakub, hamba-Nya, kepada Israel, yang dikasihi-Nya.
Sesudahnya kebijaksanaan tampil di bumi, lalu bergaul di tengah-tengah manusia.
Kebijaksanaan itu ialah kitab ketetapan-ketetapan Allah, hukum Taurat yang tinggal tetap untuk selama-lamanya. Semua yang berpegang kepadanya memperoleh kehidupan, sedangkan yang meninggalkannya mendapat kematian.
Berbaliklah, hai Yakub, genggamlah kebijaksanaan itu, berjalanlah menuju kilauan di hadapan cahayanya.
Kemuliaan itu jangan kauserahkan kepada orang lain, atau kemujuranmu kepada bangsa yang asing.
Berbahagialah kita ini, hai Israel, oleh karena kita mengetahui apa yang berkenan pada Tuhan
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 September 2026
Bacaan-bacaan hari ini menyampaikan kepada kita tentang kehidupan setelah kematian. Injil mengungkapkan kenyataan bahwa Sabda Allah mesti ditaburkan di dalam hati manusia agar bertumbuh dan berkembang.
Terhadap Sabda Allah, ada macam-macam sikap manusia. Ada yang tidak mendengar; ada yang mendengar, tetapi lebih fokus hal-hal lain sehingga sabda itu tidak berakar yang membuka hati, mendengar, dan melaksanakan sabda itu dalam hidup.
Yesus meminta hati kita; ada untuk membuka hati agar Sabda Tuhan itu berakar dalam hati kita. Lalu, sabda itu akan menjadi kekuatan kita untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah, dan akhirnya kita mendapatkan kemuliaan.
Dewasa ini, kita kerap diimpit oleh berbagai hal yang menggiurkan yang sering membuat kita lebih memerhatikan hal-hal itu, lalu mengabaikan kesempatan untuk membuka hati bagi Sabda Allah.
Hari ini kita diajak untuk lebih sungguh membuka hati bagi Sabda Allah dan mempunyai sikap yang tegas terhadap berbagai hal yang membutakan hati kita terhadap sabda itu.
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 19 September 2026
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan hening sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: apakah hati kita sungguh menjadi tanah yang baik bagi Sabda Allah? Di tengah begitu banyak suara dan tawaran dunia, semoga kita berani menyediakan ruang bagi Sabda, membiarkannya berakar, bertumbuh, dan menghasilkan buah dalam kehidupan.
Ya Bapa, bukalah hati kami agar tidak tertutup oleh kesibukan, keinginan, dan berbagai hal yang membuat kami lupa mendengarkan Sabda-Mu. Berikanlah kerinduan untuk membaca, merenungkan, dan memahami kehendak-Mu. Semoga hati kami menjadi tanah yang subur, sehingga setiap Sabda yang kami terima dapat berakar dan bertumbuh dengan baik.
Bantulah kami untuk tidak hanya menjadi pendengar Sabda, tetapi juga pelaksana yang setia. Ketika perhatian kami mudah teralihkan oleh berbagai hal yang menggiurkan, berilah kami keteguhan untuk memilih apa yang sungguh membawa kehidupan. Tuntunlah pikiran, perkataan, dan tindakan kami agar semakin sesuai dengan kehendak Bapa.
Biarlah Sabda-Mu menjadi kekuatan yang menerangi perjalanan kami menuju kehidupan yang kekal. Semoga kami berani menyingkirkan segala sesuatu yang membutakan hati dan menghalangi pertumbuhan iman. Jadikan hidup kami menghasilkan buah kasih, kebaikan, dan kesetiaan, sehingga melalui diri kami, Sabda-Mu semakin nyata bagi sesama. Amin.
.
Ya Yesus, mampukan kami membuka hati bagi Sabda-Mu dan melaksanakannya dalam hidup kami sehari-hari. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 18 September 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





