Beranda Berita Terbaru Bacaan Injil Hari Ini Senin 30 Agustus 2021

Bacaan Injil Hari Ini Senin 30 Agustus 2021

839
0

Bacaan Injil Hari Ini Senin 30 Agustus 2021, Luk 4:16-30

Sekali peristiwa, datanglah Yesus di Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Seperti biasa, pada hari Sabat la masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, la menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab la telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;

dan la telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian la menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu la memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah la ini anak Yusuf?” Maka berkatalah la kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri.

Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!” Dan kata-Nya lagi: “Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.” (Bacaan selengkapnya lih. Alkitab atau “Buku Bacaan II: Bacaan Misa Harian”, hlm. 1099-1100).

Renungan

Martin Luther King mengatakan, “Kita harus menerima kekecewaan yang terbatas, namun tak boleh kehilangan harapan yang tak terbatas. Kekecewaan itu wajar terjadi dalam hidup tetapi tak perlu membiarkan diri kita dikuasai oleh rasa kecewa.

Kita perlu berpegang pada dan membiarkan diri kita ditaburi oleh pengharapan yang tak terbataƟ. Pengharapan membuat kita percaya kepada segala kemungkinan akan perbaikan, sebab kita fokus pada sisi positif. Dalam kekecewaan orang fokus pada sisi negatif saja.

Maka, sementara pengharapan itu menghidupkan, membangkitkan semangat; kekecewaan itu mematikan, mematahkan semangat. Orang yang tak berpengharapan telah mati selama masih hidup.

Dalam bacaan pertama, Paulus mengingatkan bahwa berpengharapan merupakan ciri orang yang percaya pada Kristus: “Kamu jangan berdukacita seperti orang lain yang tak mempunyai pengharapan” (1Tes. 4:13). Dalam Injil, alih-alih memupuk diri dan menerima Yesus, orang yang sekampung halaman dengan Yesus menolak Dia karena membiarkan diri dikuasai oleh kekecewaan dan skeptisisme.

Mereka kecewa dan skeptis bahwa anak Yusuf, si tukang kayu, bisa menjadi Mesias. Mereka terpaku pada apa yang menurut mereka merupakan kekurangan. Mereka gagal membuka diri dan berpegang pada pengharapan bahwa juga dari yang terkecil dan lemah di dunia ini Allah bisa mendatangkan keselamatan.

Berpengharapan berarti yakin bahwa Allah bisa melakukan hal-hal di luar batas-batas kemungkinan manusiawi.

Ya Allah, penuhilah hati kami dengan pengharapan yang menghidupkan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://parokijetis.com/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here