Beranda Berita Terbaru Renungan Mingguan 28 Februari 2021

Renungan Mingguan 28 Februari 2021

586
0

Sabda Tuhan Hari Ini 28 Februari 2021, Mrk 9:2-10

Inilah anak-Ku terkasih.

Pada suatu hari Yesus berbicara tentang bagaimana Ia akan menderita sengsara. Sesudah itu Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes. dan bersama mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Lalu Petrus kepada Yesus, “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini! Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

Petrus berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara, “Inilah Anak yang terkasih, dengarkanlah Dia!” Dan sekonyong-konyong, waktu memandang sekeliling, mereka tidak lagi melihat seorang pun bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Tuntutan tindakan iman itu aneh, mustahil, asing, tetapi juga ajaib. Karena iman, Abraham mendapat anak dari Sarah, istrinya, yang sudah lanjut usia. Namun, demi iman juga anak tunggalnya itu diminta untuk dikurbankan bagi Tuhan. Abraham melampaui rasa kepemilikan dan rasa kemanusiaannya yang besar terhadap anak tunggalnya. Ia mau mengurbankan anak tunggalnya itu. Sesuatu yang tak terbayangkan. Abraham tak bertanya, “Apakah Allah Israel seperti Allah lain yang membutuhkan darah manusia?” Iman sesuatu yang berharga dan penting, karena itu ia meminta juga hal yang berharga dalam hidup kita.

Membebaskan diri dari ketergantungan apa pun kecuali kepada Tuhan adalah salah satu ciri khas iman. Di pihak lain, cinta yang total itu juga ditunjukkan oleh Tuhan kepada manusia. Allah telah memberikan Putra-Nya yang tunggal untuk keselamatan manusia. Kristus mengalami kesengsaraan, wafat di salib, dikuburkan, namun bangkit kembali demi keselamatan manusia.

Iman itu adalah sebuah visi hidup: cara kita melihat dan menafsir kehidupan secara keseluruhan dalam perspektif relasi kita dengan Tuhan. Semua peristiwa iman dalam bacaan pada hari ini berlangsung di tempat yang tinggi, yaitu gunung atau bukit. Abraham mengalami kemuliaan Allah di atas gunung; Kristus memuliakan Allah di salib di bukit Golgota; para murid mengalami kemuliaan Allah juga di atas gunung.

Gunung atau bukit adalah simbol visi iman yang menjangkau dataran dan lekak-lekuk “topografi” kehidupan kita. Petrus, Yakobus, dan Yohanes mengalami visi iman itu lewat penampakan kemuliaan Allah sambil mendengar dengan telinga mereka sendiri bahwa Kristus adalah Putra-Nya yang terkasih.

Allah, Bapa kami, utuslah Roh-Mu agar kesadaran iman kami tidak melemah. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here