Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Juni 2026

Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2026, Bacaan Injil Matius 6:19-23 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Raj. 11:1-4.9-18.20; Mazmur: 132:11.12.13-14.17-18; R: 13; PEKAN BIASA XI (H) St.Romualdus, Abas;

Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja.
 
Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur, dan menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga dia tidak dibunuh.
 
Maka tinggallah dia enam tahun lamanya bersama-sama perempuan itu dengan bersembunyi di rumah TUHAN, sementara Atalya memerintah negeri.
 
Dalam tahun yang ketujuh Yoyada mengundang para kepala pasukan seratus dari orang Kari dan dari pasukan bentara penunggu. Disuruhnyalah mereka datang kepadanya di rumah TUHAN, lalu diikatnya perjanjian dengan mereka dengan menyuruh mereka bersumpah di rumah TUHAN. Kemudian diperlihatkannyalah anak raja itu kepada mereka.

Para kepala pasukan seratus itu melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-orang yang masuk bertugas pada hari itu, lalu datanglah mereka kepada imam Yoyada.
 
Imam memberikan kepada para kepala pasukan seratus itu tombak-tombak dan perisai-perisai kepunyaan raja Daud yang ada di rumah TUHAN.
 
Kemudian para bentara itu, masing-masing dengan senjatanya di tangannya, mengambil tempatnya di lambung kanan sampai ke lambung kiri rumah itu, dengan mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja.
 
Sesudah itu Yoyada membawa anak raja itu ke luar, mengenakan jejamang kepadanya dan memberikan hukum Allah kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta mengurapinya, dan sambil bertepuk tangan berserulah mereka: “Hiduplah raja!”

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Juni 2026

Ketika Atalya mendengar suara bentara-bentara penunggu dan rakyat, pergilah ia mendapatkan rakyat itu ke dalam rumah TUHAN.
 
Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiang menurut kebiasaan, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil meniup nafiri. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berseru: “Khianat, khianat!”
 
Tetapi imam Yoyada memerintahkan para kepala pasukan seratus, yakni orang-orang yang mengepalai tentara, katanya kepada mereka: “Bawalah dia keluar dari barisan! Siapa yang memihak kepadanya bunuhlah dengan pedang!” Sebab tadinya imam itu telah berkata: “Janganlah ia dibunuh di rumah TUHAN!”
 
Lalu mereka menangkap perempuan itu. Pada waktu ia masuk ke istana raja dengan melalui pintu bagi kuda, dibunuhlah dia di situ.
 
Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara TUHAN dengan raja dan rakyat, bahwa mereka menjadi umat TUHAN; juga antara raja dengan rakyat.
 
Sesudah itu masuklah seluruh rakyat negeri ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan sama sekali mezbah-mezbahnya dan patung-patung dan membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu. Kemudian imam Yoyada mengangkat penjaga-penjaga untuk rumah TUHAN.

Bersukarialah seluruh rakyat negeri dan amanlah kota itu, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja.

.

TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: “Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;
 
jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu.”
 
Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:
 
“Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.

Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi.
 
Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya.”

.

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
 
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
 
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
 
Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
 
jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

.

Dalam bulan yang kedelapan pada tahun kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:
 
“Sangat murka TUHAN atas nenek moyangmu.
 
Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN semesta alam, maka Aku pun akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam.
 
Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.
 
Nenek moyangmu, di mana mereka? Dan para nabi, apakah mereka hidup untuk selama-lamanya?
 
Tetapi segala firman dan ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepada hamba-hamba-Ku, para nabi, bukankah itu telah sampai kepada nenek moyangmu? Maka bertobatlah mereka serta berkata: Sebagaimana TUHAN semesta alam bermaksud mengambil tindakan terhadap kita sesuai dengan tingkah laku kita dan perbuatan kita, demikianlah Ia mengambil tindakan terhadap kita!”

Pada hari yang kedua puluh empat dari bulan yang kesebelas — itulah bulan Syebat — pada tahun yang kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Juni 2026

“Tadi malam aku mendapat suatu penglihatan: tampak seorang yang menunggang kuda merah! Dia sedang berdiri di antara pohon-pohon murad yang di dalam jurang; dan di belakangnya ada kuda-kuda yang merah, yang merah jambu dan yang putih.
 
Maka aku bertanya: Apakah arti semuanya ini, ya tuanku? Lalu malaikat yang berbicara dengan aku itu menjawab: Aku ini akan memperlihatkan kepadamu apa arti semuanya ini!
 
Orang yang berdiri di antara pohon-pohon murad itu mulai berbicara, katanya: Inilah mereka semua yang diutus TUHAN untuk menjelajahi bumi!
 
Berbicaralah mereka kepada Malaikat TUHAN yang berdiri di antara pohon-pohon murad itu, katanya: Kami telah menjelajahi bumi, dan sesungguhnya seluruh bumi itu tenang dan aman.
 
Berbicaralah Malaikat TUHAN itu, katanya: Ya TUHAN semesta alam, berapa lama lagi Engkau tidak menyayangi Yerusalem dan kota-kota Yehuda yang telah tujuh puluh tahun lamanya Kaumurkai itu?
 
Lalu kepada malaikat, yang berbicara dengan aku itu, TUHAN menjawab dengan kata-kata yang ramah dan yang menghiburkan.
 
Berkatalah kepadaku malaikat yang berbicara dengan aku itu: Serukanlah ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion,

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 19 Juni 2026

tetapi sangat besar murka-Ku terhadap bangsa-bangsa yang merasa dirinya aman, yang, sementara Aku murka sedikit, telah membantu menimbulkan kejahatan.
 
Sebab itu, beginilah firman TUHAN, Aku kembali lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang. Rumah-Ku akan didirikan pula di sana, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan tali pengukur akan direntangkan lagi di atas Yerusalem.
 
Serukanlah ini selanjutnya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kota-kota-Ku akan berlimpah-limpah pula dengan kebajikan, dan TUHAN akan menghiburkan Sion dan akan memilih Yerusalem pula.”

Aku melayangkan mataku dan melihat: tampak empat tanduk.
 
Lalu aku bertanya kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: “Apakah arti semuanya ini?” Maka ia menjawab aku: “Inilah tanduk-tanduk yang telah menyerakkan Yehuda, Israel dan Yerusalem.”
 
Kemudian TUHAN memperlihatkan kepadaku empat tukang besi.
 
Lalu aku bertanya: “Orang-orang ini datang untuk melakukan apa?” Maka ia menjawab: “Ini pun adalah tanduk-tanduk yang telah menyerakkan Yehuda, sehingga tidak seorang pun berani mengangkat kepalanya. Dan semuanya ini datang untuk mengejutkan mereka, yakni untuk menghempaskan tanduk bangsa-bangsa yang telah mengangkat tanduk terhadap tanah Yehuda hendak menyerakkannya.”

.

renungan harian hari ini

Kaisar Wu Zetian dari Dinasti Zhou (690-705) adalah satu-satunya kaisar wanita yang pernah berkuasa secara resmi dalam sejarah Kekaisaran Tiongkok. Dia dikenal sebagai seorang kaisar yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan Tiongkok pada masanya.

la cantik, sekaligus kontroversial. Di tengah-tengah dominasi budaya patriarki dia berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan melakukan beberapa pembunuhan, termasuk membunuh putra raja, bahkan meracuni ibunya sendiri.

Namun, seberapa pun keras seseorang berusaha selama hidupnya di dunia, tetap semua itu tidak akan berarti apa-apa karena tidak akan dibawa setelah kematiannya, termasuk kekuasaan, harta benda, dan hal-hal duniawi lainnya.

Yesus dalam Injil hari ini mengingatkan kita untuk tidak terlalu fokus pada harta duniawi yang akan musnah termakan waktu atau membusuk. Yesus berkata, “Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi; ngengat dan karat akan merusaknya, … Namun, kumpulkanlah bagimu harta di surga.”

Harta kita sesungguhnya adalah iman kepada Tuhan. Karena itu, hati kita mesti fokus pada hal-hal yang kekal. Kita diingatkan untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, mencari kekuatan-Nya dan tidak takut untuk menghadapi tantangan.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, sebagai penutup permenungan ini, marilah kita hening sejenak dan mengarahkan hati kepada Tuhan. Di tengah dunia yang sering menawarkan kekuasaan, kekayaan, dan kemuliaan semu, semoga kita semakin bijaksana memilih apa yang sungguh bernilai di hadapan-Nya. Kiranya hati kita tetap tertambat pada harta yang kekal dan tidak lekang oleh waktu.

Ya Bapa, sering kali kami tergoda untuk mengejar hal-hal duniawi dan menaruh rasa aman pada apa yang kami miliki. Bantulah kami menyadari bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat sementara. Arahkanlah hati kami untuk semakin mencintai kebenaran, hidup dalam iman, dan mengutamakan kehendak-Mu di atas segala kepentingan pribadi.

Ajarlah kami mengumpulkan harta di surga melalui kasih, pengorbanan, dan kesetiaan dalam menjalani panggilan hidup setiap hari. Ketika ambisi dan keinginan dunia berusaha menguasai hati kami, mampukanlah kami untuk tetap memilih jalan kerendahan hati, kesederhanaan, dan pelayanan yang berkenan di hadapan-Mu.

Kuatkanlah langkah kami agar tidak mudah goyah oleh perubahan keadaan, keberhasilan, maupun kegagalan. Semoga dalam setiap musim kehidupan, kami tetap mengandalkan penyertaan-Mu dan menemukan sukacita sejati dalam relasi yang akrab dengan-Mu. Jadikanlah hidup kami semakin berbuah dalam kebaikan dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.

.

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk mengutamakan kehendak-Mu, yaitu tidak tergiur oleh harta benda dan kehidupan duniawi. Sebaliknya, kami terus mengumpulkan harta Surgawi yang tidak akan rusak oleh ngengat dan karat. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 18 Juni 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 0   +   3   =