Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Juni 2026

Renungan Harian Hari Ini 20 Juni 2026, Bacaan Injil Matius 6:24-34 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Taw. 24:17-25; Mazmur: 89:4-5.29-30.31-32.33-34; R: 29a; PEKAN BIASA XI (H);

Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.
 
Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka.
 
Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.
 
Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: “Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu!”
 
Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN.
 
Raja Yoas tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: “Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!”
 
Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik.
 
Walaupun tentara Aram itu datang dengan sedikit orang, namun TUHAN menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas.
 
Ketika mereka pergi dari padanya, — mereka meninggalkannya dengan luka-luka berat — pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah anak imam Yoyada itu, lalu membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di pekuburan raja-raja.

.

Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.” S e l a
 
Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.

Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.
 
Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku,
 
jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku,
 
maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.
 
Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.
 
Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

.

Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
 
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
 
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
 
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
 
namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
 
Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
 
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
 
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
 
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
 
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

.

Aku melayangkan mataku dan melihat: tampak seorang yang memegang tali pengukur.
 
Lalu aku bertanya: “Ke manakah engkau ini pergi?” Maka ia menjawab aku: “Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebarnya dan panjangnya.”
 
Dan sementara malaikat yang berbicara dengan aku itu maju ke depan, majulah seorang malaikat lain mendekatinya,
 
yang diberi perintah: “Berlarilah, katakanlah kepada orang muda yang di sana itu, demikian: Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya.
 
Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya.”

Ayo, ayo, larilah dari Tanah Utara, demikianlah firman TUHAN; sebab ke arah keempat mata angin Aku telah menyerakkan kamu, demikianlah firman TUHAN.
 
Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Juni 2026

Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya –:
 
“Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku.
 
Bersorak-sorailah dan bersukarialah, hai puteri Sion, sebab sesungguhnya Aku datang dan diam di tengah-tengahmu, demikianlah firman TUHAN;
 
dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah-tengahmu.” Maka engkau akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.
 
Dan TUHAN akan mengambil Yehuda sebagai milik-Nya di tanah yang kudus, dan Ia akan memilih Yerusalem pula.
 
Berdiam dirilah, hai segala makhluk, di hadapan TUHAN, sebab Ia telah bangkit dari tempat kediaman-Nya yang kudus.

.

renungan harian hari ini

Ketika seseorang menaruh kepercayaan yang besar kepada orang yang menjadi panutan dalam hidupnya dan apabila orang itu kehilangan sosok panutan maka timbullah kecemasan dan kekhawatiran yang pada akhirnya orang itu kehilangan arah hidupnya.

Yoas merupakan seorang raja termuda di Yerusalem. la menjadi raja ketika ia berusia 7 tahun dan memerintah selama 40 tahun. Alkitab mencatat: Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan selama hidup imam Yoyada” (2Taw. 24:2).

Namun, seiring waktu, ia mulai berubah dan rakyatnya pun meninggalkan Tuhan dan mulai menyembah berhala. Kendati demikian, Tuhan itu panjang sabar dan murah hati, la tetap menantikan pertobatan mereka.

Yesus dalam Injil hari ini berkata, “Tidak mungkin kamu mengabdi kepada dua tuan. Karena jika tidak, kamu akan membenci yang satu dan mencintai yang lain; atau kamu akan setia pada yang satu dan tidak setia pada yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Yesus menekankan bahwa kita harus menaruh Allah di atas segalanya dan tidak boleh mengkhawatirkan kebutuhan duniawi, karena Bapa kita yang di surga tahu apa yang kita butuhkan. Kita harus mengabdi kepada Allah dengan sepenuh hati dan tidak boleh membiarkan kekhawatiran tentang kebutuhan duniawi menguasai hidup kita.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita mengakhiri permenungan hari ini dengan menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Di tengah berbagai kekhawatiran, perubahan, dan ketidakpastian yang sering menggoyahkan hati, semoga kita semakin belajar menaruh kepercayaan penuh kepada-Nya. Kiranya Sabda yang telah kita dengarkan menuntun kita untuk tetap setia dan menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan.

Ya Bapa, kami bersyukur karena kasih dan kesabaran-Mu tidak pernah berakhir meskipun kami sering jatuh dalam kelemahan dan ketidaksetiaan. Saat hati kami mudah terpikat oleh hal-hal yang menjauhkan kami dari-Mu, panggillah kami kembali ke jalan yang benar. Teguhkanlah langkah kami agar tetap hidup dalam iman dan pertobatan yang tulus.

Ajarkanlah kami untuk mengutamakan Kerajaan Allah di atas segala kepentingan duniawi. Ketika kecemasan tentang masa depan, pekerjaan, kesehatan, atau kebutuhan hidup mulai menguasai pikiran kami, bantulah kami untuk tetap percaya pada penyelenggaraan kasih-Mu. Semoga hati kami selalu menemukan damai dalam kehadiran-Mu.

Mampukanlah kami untuk mengabdi hanya kepada-Mu dengan hati yang utuh dan tidak terbagi. Jauhkanlah kami dari keterikatan yang membuat kami kehilangan arah hidup. Curahkan rahmat agar kami semakin setia, bijaksana dalam mengambil keputusan, dan berani bersandar pada kehendak-Mu dalam setiap langkah kehidupan kami. Amin.

.

Ya Bapa, kami selalu percaya bahwa Engkaulah sumber kehidupan kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 19 Juni 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 8   +   10   =