Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 31 Juli 2025

Renungan Harian Hari Ini 31 Juli 2025, Bacaan Injil Matius 13:47-53 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 40:16-21.34-38; Mazmur: 84:3.4.5-6a.8a.11; R:2a; PEKAN BIASA XVII St.Ignatius dr Loyola, Im (P) St.Yohanes Collumbini; St.Germanus;

Dan Musa melakukan semuanya itu tepat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Dan terjadilah dalam bulan yang pertama tahun yang kedua, pada tanggal satu bulan itu, maka didirikanlah Kemah Suci.

Musa mendirikan Kemah Suci itu, dipasangnyalah alas-alasnya, ditaruhnya papan-papannya, dipasangnya kayu-kayu lintangnya dan didirikannya tiang-tiangnya.

Dikembangkannyalah atap kemah yang menudungi Kemah Suci dan diletakkannyalah tudung kemah di atasnya?seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Diambilnyalah loh hukum Allah dan ditaruhnya ke dalam tabut, dikenakannyalah kayu pengusung pada tabut itu dan diletakkannya tutup pendamaian di atas tabut itu.

Dibawanyalah tabut itu ke dalam Kemah Suci, digantungkannyalah tabir penudung dan dipasangnya sebagai penudung di depan tabut hukum Allah?seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,

sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.

Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel dari setiap tempat mereka berkemah.

Tetapi jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat sampai hari awan itu naik.

Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

.

(84-4) Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!

(84-5) Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela

(84-6) Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!

(84-7) Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

(84-9) Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela

(84-12) Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

.

“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,

lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.”

Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

.

Segera sesudah seluruh Israel mendengar, bahwa Yerobeam sudah pulang, maka mereka menyuruh memanggil dia ke pertemuan jemaah, lalu mereka menobatkan dia menjadi raja atas seluruh Israel. Tidak ada lagi yang mengikuti keluarga Daud selain dari suku Yehuda saja.

Ketika Rehabeam datang ke Yerusalem, ia mengumpulkan segenap kaum Yehuda dan suku Benyamin, seratus delapan puluh ribu teruna yang sanggup berperang untuk memerangi kaum Israel dengan maksud mengembalikan kerajaan itu kepada Rehabeam, anak Salomo.

Tetapi datanglah firman Allah kepada Semaya, abdi Allah, demikian:

“Katakanlah kepada Rehabeam, anak Salomo, raja Yehuda, dan kepada segenap kaum Yehuda dan Benyamin dan kepada selebihnya dari bangsa itu:

Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu, orang Israel. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi.” Maka mereka mendengarkan firman TUHAN dan pergilah mereka pulang sesuai dengan firman TUHAN itu.

Kemudian Yerobeam memperkuat Sikhem di pegunungan Efraim, lalu diam di sana. Ia keluar dari sana, lalu memperkuat Pnuel.

Maka berkatalah Yerobeam dalam hatinya: “Kini mungkin kerajaan itu kembali kepada keluarga Daud.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 31 Juli 2025

Jika bangsa itu pergi mempersembahkan korban sembelihan di rumah TUHAN di Yerusalem, maka tentulah hati bangsa ini akan berbalik kepada tuan mereka, yaitu Rehabeam, raja Yehuda, kemudian mereka akan membunuh aku dan akan kembali kepada Rehabeam, raja Yehuda.”

Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: “Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.”

Lalu ia menaruh lembu yang satu di Betel dan yang lain ditempatkannya di Dan.

Maka hal itu menyebabkan orang berdosa, sebab rakyat pergi ke Betel menyembah patung yang satu dan ke Dan menyembah patung yang lain.

Ia membuat juga kuil-kuil di atas bukit-bukit pengorbanan, dan mengangkat imam-imam dari kalangan rakyat yang bukan dari bani Lewi.

Kemudian Yerobeam menentukan suatu hari raya pada hari yang kelima belas bulan kedelapan, sama seperti hari raya yang di Yehuda, dan ia sendiri naik tangga mezbah itu. Begitulah dibuatnya di Betel, yakni ia mempersembahkan korban kepada anak-anak lembu yang telah dibuatnya itu, dan ia menugaskan di Betel imam-imam bukit pengorbanan yang telah diangkatnya.

Ia naik tangga mezbah yang dibuatnya di Betel itu pada hari yang kelima belas dalam bulan yang kedelapan, dalam bulan yang telah direncanakannya dalam hatinya sendiri; ia menentukan suatu hari raya bagi orang Israel dan ia naik tangga mezbah itu untuk membakar korban.

.

renungan harian hari ini

Bacaan Pertama menggambarkan kesetiaan, kerahiman, dan kebaikan Tuhan. la rela tinggal di dalam kemah di tengah-tengah umat-Nya untuk memimpin mereka menuju Tanah Terjanji.

Pertolongan Tuhan kepada bangsa Israel berpusat pada kemah di mana Tabut Perjanjian disimpan. Awan yang selalu menaungi kemah itu sebagai lambang kehadiran Allah yang penuh kemuliaan. Dengan demikian, Allah tinggal di tengah-tengah manusia.

Perumpamaan yang diceritakan Yesus dalam Injil hari ini mengajarkan kepada kita tentang akhir zaman yang digambarkan seperti nelayan yang memasang jala dan setelah tiba waktunya, nelayan mengeluarkan ikan tangkapannya.

Kemudian, mengumpulkannya; ikan-ikan yang baik dikumpulkan, sedangkan ikan-ikan yang tidak baik dibuang. Inilah gambaran tentang akhir zaman atau waktu penghakiman terakhir nanti.

Orang-orang benar akan dikumpulkan untuk memasuki kebahagiaan abadi, sedangkan orang-orang jahat akan dibuang ke dalam api abadi dan mendapatkan penghakiman. Apakah kita termasuk dalam ikan-ikan berkualitas atau ikan-ikan buruk dan kecil yang tak ada harganya?

.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang penuh kerendahan. Agar firman hari ini sungguh meresap, sempatkanlah waktu untuk berdiam dalam doa pribadi, merenungkan kembali sabda-Nya, dan bertanya pada diri: apakah hidup kita sudah mencerminkan nilai Kerajaan Surga?

Ya Tuhan, semoga setiap langkah kami hari ini dan seterusnya selalu tertuju pada kesetiaan dan pertobatan sejati. Jangan biarkan kami tertidur dalam kenyamanan duniawi, melainkan sadarkanlah kami untuk senantiasa waspada, siap sedia menjadi bagian dari jala keselamatan-Mu yang kudus.

Bimbinglah kami agar mampu menjadi umat yang layak, seperti ikan-ikan yang baik yang Kau kumpulkan dalam Kerajaan-Mu. Dengan bimbingan kasih-Mu, kami ingin menjadi pribadi yang bertumbuh dalam kesetiaan, hidup dalam terang, dan senantiasa mendengarkan suara-Mu yang menuntun ke kehidupan kekal.

Kemuliaan dan kehadiran-Mu yang tinggal di tengah umat telah meneguhkan kami bahwa kami tidak berjalan sendiri. Biarlah kehadiran-Mu menjadi pusat hidup kami, sebagaimana awan kemuliaan menaungi Tabut Perjanjian. Di situlah kami menemukan damai, pengharapan, dan kekuatan baru setiap hari. Amin.

.

Ya Tuhan, semoga kami semakin menyadari kehadiran-Mu dan bimbinglah kami untuk menjadi baik dan berkualitas agar hidup kami layak bagi kerajaan-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 30 Juli 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 2   +   3   =