Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 29 Oktober 2026

Renungan Harian Hari Ini 29 Oktober 2026, Bacaan Injil Lukas 13:31-35 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ef. 6:10-20; Mazmur: 144:1.2.9-10; R: 1a; PEKAN BIASA XXX (H);

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
 
Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
 
karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
 
Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
 
Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
 
kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
 
dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
 
dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
 
dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
 
juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,
 
yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

.

Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;
 
yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!

Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagi-Mu,
 
Engkau yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

.

Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: “Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau.”
 
Jawab Yesus kepada mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.
 
Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.
 
Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
 
Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!”

.

Pada waktu itu orang benar berdiri dengan kepercayaan besar berhadapan muka dengan para penganiayanya dan semua orang yang telah menghina jerih payahnya.
 
Melihat dia mereka akan gelisah karena ketakutan yang dahsyat, dan terperanjat karena keselamatannya yang tak terduga.
 
Mereka menyesal dan berkata satu sama lain sambil mengeluh karena kerisauan hatinya:
 
“Dia itulah yang dahulu menjadi tertawaan kita, dan buah cercaan kita ini, orang-orang yang bodoh. Hidupnya kita pandang kegilaan belaka, dan ajalnya kita anggap tak terhormat.
 
Bagaimana gerangan ia sampai terbilang di antara anak-anak Allah, dan bagiannya terdapat di antara para kudus?
 
Jadi kita inilah yang tersesat dari jalan kebenaran, dan cahaya kebenaran tidak menerangi kita, dan mataharipun tidak terbit bagi kita.
 
Kita telah kekenyangan dengan menempuh lorong-lorong dosa yang membawa kebinasaan, dan kitapun telah menjelajahi padang gurun yang tak terjalani, sedangkan jalan Tuhan tidak kita kenal.
 
Apa gerangan faedahnya kecongkakan bagi kita, dan apa gerangan yang dibawa oleh kekayaan yang dibualkan?

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 29 Oktober 2026

Bagaikan bayang-bayang kesemuanya itu berlalu, laksana kabar yang melintas dengan cepatnya;
 
seperti perahu yang mengarungi air yang bergelombang tidak terdapat bekas pelayarannya maupun jalan lunasnya di tengah-tengah ombak;
 
atau bagaikan burung yang terbang melintasi udara tiada terdapat lagi tanda lintasannya — sebab udara ringan disembat dengan kebasan sayap dan dibelah dengan kekuatan yang mendesing serta dipintas dengan kepak-kepakan sayap, tetapi sesudahnya tidak lagi terdapat tanda berlalunya burung –;
 
atau juga seperti halnya anak panah yang dilepaskan menuju sasarannya: udara yang dibelah segera mengalir ke tempatnya dahulu, sehingga jalan anak panah tidak sampai diketahui.
 
Demikian pula kita ini baru saja dilahirkan lalu lenyap lagi dan tidak ada tanda keutamaan satupun yang dapat kita perlihatkan, melainkan kita sudah dimakan habis dalam kejahatan kita.”
 
Sebab harapan orang fasik adalah laksana sekam yang diterbangkan angin, seperti buih yang dihalaukan angin ribut; harapan itu seperti asap yang diceraiberaikan angin, dan berlalu seperti kenangan akan tamu yang datang sehari.
 
Sebaliknya orang benar hidup selama-lamanya, dan ganjarannya ada pada Tuhan, dan mereka dipelihara oleh Yang Mahatinggi.
 
Maka dari itu mereka menerima kerajaan yang mulia dan mahkota yang indah dari tangan Tuhan. Sebab dengan tangan kanan-Nya Allah menaungi mereka, dan bagaikan perisai lengan-Nya melindungi mereka.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 29 Oktober 2026

Allah akan mengenakan iri hati sebagai perlengkapan senjata, dan segenap makhluk dipersenjatai-Nya sebagai penangkis para musuh-Nya.
 
Sebagai baju zirah dikenakan-Nya keadilan, dan Ia akan menggunakan pengadilan yang jujur sebagai ketopong.
 
Kesucian yang tak teralahkan dipegang-Nya sebagai perisai,
 
sedangkan kemurkaan kejam akan diasah-Nya menjadi pedang. Maka semesta alam bertempur serta-Nya melawan para pandir.
 
Bagaikan anak panah yang kena berkilatlah mata petir dan terbang menuju sasarannya dari mega seperti dari busur yang terlengkung baik.
 
Batu es yang berisi kemurkaan Tuhan dilemparkan dari pengumban, dan air laut berkecamuk melawan para fasik, dengan tak tertahan sungai-sungai membanjiri mereka.
 
Angin yang kuat bangkit melawan mereka, dan bagaikan taufan mencerai-beraikan mereka. Maka kefasikan menjadikan bumi semesta padang gurun, dan takhta para penguasa ditumbangkan kejahatan.

.

renungan harian hari ini

Dalam permainan suit Jepang, ada filosofi menarik di mana “batu” dikalahkan oleh “kertas”. Artinya, sesuatu yang keras dapat dikalahkan oleh sesuatu yang lembut.

Inilah yang juga dihayati oleh Yesus. Dia memang pernah menghindar dari orang-orang yang bermaksud jahat kepada-Nya agar diri-Nya tidak mati sebelum melaksanakan tugas penebusan dunia.

Namun, dalam Injil hari ini. Yesus tidak menghindar. la tidak menghentikan pelayanan kemanusiaan yang sedang dilakukan-Nya meskipun nyawa-Nya terancam oleh Herodes. la justru tetap ingin menyelesaikan pekerjaan-Nya di tempat itu selama beberapa hari ke depan.

Hidup di bawah ancaman tidak membuat-Nya merasa takut. la juga tidak berpikir untuk melawan balik Herodes dan para bawahannya yang mengancam diri-Nya.

Dalam hidup ini, kita juga banyak menjumpai orang-orang yang hidup dalam ancaman karena memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan hak-hak sesama. Para pejuang yang berintegritas ini tidak lari dan tidak menempuh jalan peperangan.

Mereka percaya bahwa penindasan, penganiayaan, bahkan pedang sekalipun tidak dapat memisahkan mereka dari cinta kasih Kristus. Cinta Kristus saja sudah cukuplah bagi mereka untuk tetap dapat bertahan dari segala ancaman kejahatan yang mengelilingi mereka.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan membawa segala ketakutan dan pergumulan kita ke hadapan Tuhan. Kita belajar dari Yesus yang tetap setia menjalankan misi kasih meskipun menghadapi ancaman. Semoga kelembutan hati tidak membuat kita menyerah pada kejahatan, melainkan menguatkan kita untuk memperjuangkan kebenaran tanpa kehilangan kasih dan damai.

Ya Yesus, sumber kekuatan dan pengharapan kami, teguhkanlah hati kami ketika harus menghadapi ancaman, ketidakadilan, atau perlakuan yang menyakitkan. Jangan biarkan ketakutan menguasai langkah kami, tetapi ajarlah kami bersandar pada kasih-Mu. Berilah kami kebijaksanaan untuk tetap teguh dalam kebenaran tanpa membalas kejahatan dengan kebencian.

Tuntunlah kami agar mampu meneladan keberanian-Mu dalam menghadapi tantangan hidup. Lembutkanlah hati kami supaya tidak mudah terpancing oleh amarah dan keinginan untuk membalas dendam. Semoga kami berani membela mereka yang diperlakukan tidak adil, menyuarakan kebenaran dengan bijaksana, dan tetap menghormati martabat setiap manusia.

Sertailah saudara-saudari kami yang sedang memperjuangkan keadilan, melindungi sesama, atau menghadapi tekanan karena mempertahankan kebenaran. Lindungilah mereka dari bahaya dan peliharalah harapan dalam hati mereka. Kuatkanlah kami semua agar tidak menyerah pada ketakutan, melainkan terus menjadi pembawa damai. Semoga kasih Kristus menjadi kekuatan kami untuk tetap setia melakukan kebaikan. Amin.

.                              

Tuhan, semoga kami tidak sama seperti Herodes yang menolak-Mu. Sadarkan kami bahwa hanya dengan menerima Engkaulah kami dapat memperoleh keselamatan sejati, baik di dunia ini maupun kelak di surga. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 28 Oktober 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 10   +   1   =