Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Juli 2025

Renungan Harian Hari Ini 28 Juli 2025, Bacaan Injil Matius 13:31-35 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 32:15-24.30-34 Mazmur: 106:19-20.21-22.23; R:1a; PEKAN BIASA XVII (H); St.Nasarius dan Selsus; St.Viktor & Innosensius;

Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.

Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.

Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: “Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan.”

Tetapi jawab Musa: “Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan?bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar.”

Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.

Lalu berkatalah Musa kepada Harun: “Apakah yang dilakukan bangsa ini kepadamu, sehingga engkau mendatangkan dosa yang sebesar itu kepada mereka?”

Tetapi jawab Harun: “Janganlah bangkit amarah tuanku; engkau sendiri tahu, bahwa bangsa ini jahat semata-mata.

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Juli 2025

Mereka berkata kepadaku: Buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir?kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.

Lalu aku berkata kepada mereka: Siapa yang empunya emas haruslah menanggalkannya. Mereka memberikannya kepadaku dan aku melemparkannya ke dalam api, dan keluarlah anak lembu ini.”

Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu.”

Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: “Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.

Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu?dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.”

Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: “Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka.”

.

Mereka membuat anak lembu di Horeb, dan sujud menyembah kepada patung tuangan;

dan mereka menukar Kemuliaan mereka dengan bangunan sapi jantan yang makan rumput.

Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir:

perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.

Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

.

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.

Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.”

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,

supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.”

.

Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki.

Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya.

Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.

Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya,

makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.

Dan ia berkata kepada raja: “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu,

tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Juli 2025

Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu!

Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.”

Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu.

Lagipula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal.

Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah TUHAN dan untuk istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi; kayu cendana seperti itu tidak datang dan tidak kelihatan lagi sampai hari ini.

Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama dengan pegawai-pegawainya.

.

renungan harian hari ini

Bacaan pertama mengisahkan bahwa Musa sangat marah kepada bangsa Israel karena mereka tidak setia. Musa mendapati mereka menyembah anak lembu emas di padang gurun. Karena kecewa kepada Musa, mereka kembali ke cara lama mereka, menaruh kepercayaan mereka pada allah lain, yang diwakili oleh anak lembu emas.

Tuhan pun kecewa atas sikap orang Israel yang berpaling dari-Nya itu. Akibatnya, mereka menanggung risiko, yaitu nama mereka terhapus dari Kitab Tuhan, mereka tidak lagi menjadi anggota keluarga Allah. Hal ini juga menjadi peringatan bagi kita bahwa akibat berbuat dosa, nama kita pun bisa terhapus dari Kitab Tuhan. Karena itu, kita perlu bertobat.

Dalam kehidupan ini, kita kadang-kadang tergoda untuk kembali ke pola hidup lama ketika usaha untuk memperbarui diri tidak segera membawa hasil seperti yang kita inginkan. Padahal, perumpamaan tentang biji sesawi menggambarkan bahwa apa yang berasal dari Allah membutuhkan proses yang panjang dan waktu yang lama.

Permulaan pohon sesawi itu kecil, kemudian berkembang menjadi besar dan memberikan harapan untuk menjadi pohon rindang. Kita juga demikian. Kalau kita menumbuhkan benih Sabda Tuhan di dalam hidup kita, kita pun memberikan manfaat yang besar bagi dunia, dan iman kita kepada Tuhan tidak akan goyah.

.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan doa. Supaya sabda yang kita dengar tidak berlalu begitu saja, ambillah waktu untuk merenung dalam keheningan setelah doa ini. Biarkan satu pesan dari sabda hari ini melekat dalam hati, menjadi benih yang terus tumbuh dalam hidup sehari-hari.

Ya Tuhan, ketika iman kami melemah dan harapan terasa jauh, jangan biarkan kami kembali kepada cara hidup lama yang menyesatkan. Tanamkan keberanian untuk setia pada jalan kebenaran, meski perlahan dan tidak langsung tampak hasilnya. Semoga kami tetap bertahan dalam proses pertumbuhan iman yang Engkau kehendaki.

Dalam setiap kegagalan kami untuk taat, masih tersimpan harapan akan belas kasih yang sanggup membarui hati kami. Jangan biarkan nama kami terhapus dari hadirat-Mu, tetapi bangkitkan dalam diri kami kerinduan untuk kembali, bertobat, dan menjadi bagian dari keluarga-Mu yang kudus.

Meskipun godaan untuk menyerah sering datang, tuntunlah kami untuk percaya bahwa benih kecil pun bisa bertumbuh menjadi berkat besar. Beri kami kerendahan hati untuk menerima proses yang pelan namun pasti, agar hidup kami kelak menjadi tempat teduh bagi sesama, seperti pohon sesawi yang rindang. Amin.

.

Ya Allah, semoga benih Sabda-Mu bertumbuh di dalam jiwa kami sehingga kami mampu menghasilkan buah-buah yang baik dan bermanfaat bagi dunia. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 27 Juli 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here