Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 27 Juni 2025

Renungan Harian Hari Ini 27 Juni 2025, Pembacaan Injil Lukas 15:3-7 (baca Alkitab – klik disini)

Pembacaan I: Yeh. 34:11-16; Mazmur: 23:1-3a.3b-4,5,6; R:1; Pembacaan II: Rm. 5:5b-11; PEKAN BIASA XII HR HATI YESUS YANG MÁHAKUDUS (P);

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.

Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.

Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu.

Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel.

Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

.

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Dan Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

.

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.

Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar?tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati?.

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.

Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!

Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

.

Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

“Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,

dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.

Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Serta mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?

Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?

Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?

Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”

Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,

atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

.

renungan harian hari ini

Tanpa cinta, kita mungkin merasa kesepian dan kehilangan arah. Ketika kita dicintai dan mencintai, kita merasa dihargai, diterima, dan diakui. Dan, cinta selalu dilambangkan dengan hati. Penggunaan larmbang hati untuk menyatakan cinta telah menjadi bagian dari seni, sastra, dan budaya di seluruh dunia.

Maka, jangan heran, ketika pada hari ini kita merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Maha Kudus, kita diajak untuk merenungkan cinta yang tak terbatas dari Tuhan kita, yang dilambangkan oleh hati-Nya yang suci, yang terluka bagi kita.

Injil hari ini menuturkan perumpaan tentang seekor domba yang hilang, yang oleh tuannya mencarinya sampai domba itu ditemukan tanpa meninggalkan kawanan domba yang lain. Dan, ketika yang seekor itu ditemukan, sang tuan sangat bergembira. la meletakkannya di atas bahunya dan setibanya di rumah ia mengundang sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya untuk ikut bersukacita bersama dia.

Perumpamaan ini menggambarkan hati Bapa yang selalu terbuka untuk kita orang-orang yang berdosa. Tuhan sangat senang kalau kita kembali kepada-Nya, menemukan jalan pulang dari hidup kita yang melenceng jauh dari perintah-perintah-Nya.

“Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” Inilah gambaran hati Tuhan ketika kita mau bertobat. Ia bahkan selalu setia mengundang kita untuk bertobat. Karena itu, mari kita membuka hati untuk bertobat.

.

Marilah kita mengakhiri permenungan hari ini dengan berdoa, memohon agar Hati Yesus Yang Maha Kudus senantiasa menjadi tempat perlindungan kita, sumber kekuatan dan cinta sejati dalam hidup kita yang penuh dengan pergulatan dan pencarian makna.

Kami bersyukur atas cinta-Mu yang tak terbatas. Dalam hati-Mu yang kudus, Engkau menyambut kami tanpa syarat, bahkan saat kami jatuh dan tersesat. Ajarilah kami untuk memiliki hati yang lembut seperti hati-Mu, yang mampu mengampuni dan mengasihi tanpa batas.

Seperti gembala yang mencari domba yang hilang, Engkau tidak pernah lelah mencari kami. Kami mohon, tuntunlah kami kembali ke pelukan-Mu setiap kali kami menjauh. Bangkitkan semangat pertobatan di dalam hati kami, agar hidup kami berkenan di hadapan-Mu.

Bbukalah mata hati kami untuk menyadari bahwa Engkau mencintai kami lebih daripada yang dapat kami pahami. Semoga Hati Kudus-Mu menjadi kekuatan dan teladan cinta kami—cinta yang sabar, murah hati, dan setia sampai akhir. Amin.

.

Bimbinglah kami, ya Tuhan, agar kami dapat merespons kasih-Mu dengan rasa syukur yang mendalam, dengan pertobatan yang sungguh-sungguh, dan dengan tekad untuk hidup yang lebih dekat dengan-Mu setiap hari. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 26 Juni 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 4   +   1   =