Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2025, Pembacaan Injil Lukas 9:11b-17 (baca Alkitab – klik disini)
Pembacaan I: Kej. 14:18-20; Mazmur: 110:1.2.3.4: R:4bc; Pembacaan II: 1Kor. 11:23-26; O PEKAN IV PEKAN BIASA XII; HR TUBUH DAN DARAH KRISTUS (P);
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2025
Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2025
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”
Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!
Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.
TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”
.
BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2025
Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2025
Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.
Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.”
Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.”
Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.”
Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk.
Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak.
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2025
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar?tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati?.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2025
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2025
Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
Dan sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2025
Kelaparan dan kehausan yang paling besar saat ini adalah kelaparan dan kehausan secara rohani. Hal itu bisa dialami oleh siapa saja. Kita harus menimba kekuatan dari Yesus untuk menghilangkan rasa lapar dan haus secara rohani ini.
Seperti halnya kita membutuhkan makanan dan minuman jasmani supaya tidak lapar dan haus, demikianlah juga halnya kita semua membutuhkan makanan dan minuman rohani ini. Dengan memberikan Tubuh dan Darah-Nya sendiri, Tuhan Yesus memenuhi kebutuhan kita itu.
Dalam surat Paulus kepada umat di Korintus, kita mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Yesus pada malam terakhir-Nya sebelum disalibkan. Yesus mengambil roti, memberkatinya, memecahkannya, dan memberikan kepada murid-murid-Nya, serta melakukan hal yang sama dengan cawan anggur.
Dia mengajarkan kepada mereka bahwa roti dan anggur tersebut adalah tubuh dan darah-Nya sendiri yang diberikan bagi keselamatan umat manusia. Yesus sendiri berkata, “Perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku! Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai la datang.”
Dalam Injil Lukas, kita mendengar tentang mukjizat Yesus memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. la bahkan menyuruh para murid-Nya, “Kamu harus memberi mereka makan!” Yesus mengambil roti, memberkati, memecahkannya, dan memberikannya kepada para murid untuk dibagikan kepada orang-orang itu.
Semua orang pun kenyang dan bahkan masih tersisa. Mukjizat ini mencerminkan perjamuan Ekaristi, di mana Kristus memberi kita makan dengan tubuh dan darah-Nya sendiri. Sebab itu, jangan pernah meninggalkan Ekaristi, sebab Ekaristi adalah sumber kekuatan rohani, kesegaran, dan persekutuan dengan Kristus.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2025
Marilah kita menutup permenungan kita dengan doa.
Tuhan Yesus, Engkau tahu bahwa kami sering merasa lapar dan haus, bukan hanya secara jasmani, tetapi terlebih secara rohani. Kami mohon, penuhilah kekosongan hati kami dengan kehadiran-Mu. Jadikanlah kami pribadi yang senantiasa rindu akan Ekaristi-Mu, yang menjadi sumber kekuatan dan sukacita sejati.
Seperti para murid dahulu Engkau ajari untuk memberi makan banyak orang, demikian juga ajarlah kami untuk menjadi pribadi yang murah hati. Jangan biarkan kami menutup diri terhadap sesama yang sedang kelaparan, baik secara lahiriah maupun batiniah. Jadikanlah hidup kami roti yang dipecah bagi sesama.
Engkau yang menyatukan kami dalam iman, kobarkanlah semangat kami untuk semakin mengasihi-Mu dalam Ekaristi. Bimbing kami agar setiap kali kami menyambut Tubuh dan Darah-Mu, kami diperbarui menjadi saksi kasih-Mu di dunia. Sebab hanya bersama Engkau, kami benar-benar hidup. Amin.
.
Ya Yesus, berilah kami kemampuan mengenang pengorbanan-Mu setiap kali menerima Ekaristi, sehingga kami menjadi saksi kasih-Mu bagi dunia ini. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





