Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 2 Mei 2026

Renungan Harian Hari Ini 2 Mei 2026, Bacaan Injil Yohanes 14:7-14 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kis. 13:44-52; Mazmur: 98:1.2-3ab.3cd4; PEKAN IV PASKAH; Hari Sabtu Imam; Pw St.Atanasius, UskPujG (P);

Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.
 
Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.
 
Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: “Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.
 
Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.”
 
Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.
 
Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.

Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu.
 
Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium.
 
Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.

.

Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
 
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
 
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
 
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

.

Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
 
Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”
 
Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
 
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
 
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
 
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
 
dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
 
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”

.

Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: “Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.”
 
Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;
 
tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
 
Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.
 
Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan
 
berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.

Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 2 Mei 2026

Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,
 
dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.

Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
 
Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.
 
Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
 
Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.
 
Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 2 Mei 2026

Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!”
 
Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
 
Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
 
dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.
 
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
 
Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: “Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku.” Ia mendesak sampai kami menerimanya.

.

renungan harian hari ini

Ditolak saat mewartakan bukanlah hal asing bagi para pewarta. Tak sedikit dari kita yang pernah mengalami pengabaian, cibiran, bahkan penolakan. Maka, wajar bila rasa sedih, bingung, dan lelah menyelinap masuk ke dalam diri kita.

Namun, mari kita lihat pengalaman Paulus dan Barnabas. Mereka bukan hanya ditolak, mereka bahkan dianiaya karena mewartakan Injil. Namun, mereka tidak berhenti. Mengapa? Karena mereka paham bahwa tugas mereka bukan membuat semua orang percaya, melainkan menyampaikan kebenaran dengan setia.

Maka, dengan berani, mereka berkata,”Memang kepada kamu firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.”

Yesus menunjukkan hal serupa. Menjelang sengsara-Nya, la berkata, “Jika kamu mengenal Aku, kamu juga mengenal Bapa-Ku.” Saat Filipus meminta, “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami,”

Yesus tidak menegur, tetapi menjawab dengan kasih, “Siapa yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Dengan ini Yesus mengajarkan kepada kita bahwa kebenaran tak perlu dipaksakan. Dalam kelembutan, keberanian, dan cinta-Nya, kita belajar bahwa mewartakan Kerajaan Allah bukan soal retorika, melainkan soal kesaksian hidup.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita mengakhiri permenungan ini dengan hati yang diteguhkan. Saat kebaikan ditolak atau kesaksian tidak dihargai, kita diajak tetap setia berjalan. Tuhan melihat jerih payah yang tersembunyi. Semoga kita mewartakan kasih bukan dengan paksaan, melainkan lewat hidup yang tulus dan penuh damai.

Ya Yesus, ketika kami mengalami penolakan, cibiran, atau tidak dimengerti, kuatkan hati kami agar tidak menyerah. Jauhkan kami dari kepahitan dan keinginan membalas. Ajarlah kami tetap lembut, berani, dan setia menyampaikan kebenaran melalui tindakan yang penuh kasih.

Tuntunlah kami agar tidak memaksakan kehendak saat mewartakan kebaikan kepada sesama. Berilah kebijaksanaan untuk tahu kapan berbicara dan kapan memberi teladan dalam diam. Semoga hidup kami menjadi saksi yang jujur, sederhana, dan menyentuh hati banyak orang.

Jadikan kami pembawa harapan di tengah dunia yang sering menolak terang dan memilih kebisingan. Mampukan kami menabur benih iman dengan sabar, meski hasilnya belum terlihat. Percayakanlah kami pada kuasa kasih-Mu yang bekerja pada waktunya. Amin.

.

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk setia menyampaikan kebenaran-Mu dengan kasih, dan perilaku kami mencerminkan Engkau dalam hidup kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 1 Mei 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 0   +   4   =