Renungan Harian Hari Ini 18 September 2025, Bacaan Injil Lukas 7:36-50 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: 1Tim. 4:12-16; Mazmur: 111:7-10; R:2a; PEKAN BIASA XXIV (H) St.Yosef dr Copertino; St.Yohanes Makias;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 September 2025
Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.
Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.
Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang.
Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 September 2025
Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh,
kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 18 September 2025
Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”
Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 18 September 2025
Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”
Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 September 2025
Apabila Efraim berbicara, gemetarlah orang; ia diangkat-angkat di Israel, tetapi ia bersalah dengan menyembah Baal, sehingga matilah ia.
Sekarang pun mereka terus berdosa, dan membuat baginya patung tuangan dari perak dan berhala-berhala sesuai dengan kecakapan mereka; semuanya itu buatan tukang-tukang. Persembahkanlah korban kepadanya!, kata mereka. Baiklah manusia mencium anak-anak lembu!
Sebab itu mereka akan seperti kabut pagi atau seperti embun yang hilang pagi-pagi benar, seperti debu jerami yang diterbangkan badai dari tempat pengirikan atau seperti asap dari tingkap.
Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku.
Akulah yang mengenal engkau di padang gurun, di tanah yang gersang.
Ketika mereka makan rumput, maka mereka kenyang; setelah mereka kenyang, maka hati mereka meninggi; itulah sebabnya mereka melupakan Aku.
Maka Aku menjadi seperti singa bagi mereka, seperti macan tutul Aku mengintip-intip di pinggir jalan.
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 18 September 2025
Aku mau mendatangi mereka seperti beruang yang kehilangan anak, Aku mau mengoyakkan dada mereka. Di sana Aku memakan mereka seperti singa; binatang liar di padang akan merobek mereka.
Aku membinasakan engkau, hai Israel, siapakah yang dapat menolong engkau?
Di mana gerangan rajamu, supaya diselamatkannya engkau, dan semua pemukamu, supaya diberinya engkau keadilan, hai, engkau yang berkata: “Berilah kepadaku seorang raja dan pemuka-pemuka!”
Aku memberikan engkau seorang raja dalam murka-Ku dan mengambilnya dalam gemas-Ku.
Kesalahan Efraim dibungkus, dosanya disimpan.
Sakit beranak mendahului kelahirannya, tetapi ia adalah seorang anak yang tidak bijaksana; sebab tidak pada waktunya ia bergerak, bila waktunya tiba, ia tidak mau keluar dari kandungan ibu.
Akan Kubebaskankah mereka dari kuasa dunia orang mati, akan Kutebuskah mereka dari pada maut? Di manakah penyakit samparmu, hai maut, di manakah tenaga pembinasamu, hai dunia orang mati? Mata-Ku tertutup bagi belas kasihan.
Sekalipun ia tumbuh subur di antara rumput-rumput, maka angin timur, angin TUHAN, akan datang, bertiup dari padang gurun, mengeringkan sumber-sumbernya dan merusakkan mata-mata airnya; dirampasnya harta benda, segala barang yang indah-indah.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 September 2025
Keberanian mendorong perempuan yang dikenal sebagai seorang berdosa datang menemui Yesus di rumah orang Farisi. Sungguh sebuah tindakan yang luar biasa: menerobos rasa takut dan malu untuk mendapat pengampunan Tuhan.
Perbuatan pertobatan ini dijadikan oleh Yesus sebagai pertanyaan refleksi bagi orang Farisi yang mengundang-Nya; yang di dalam hati mempertanyakan sikap Yesus yang diam dan menerima wanita ini yang dengan berani melakukan segala perbuatan tersebut.
Dalam bertobat, tidak ada kata “malu” dan “takut” dilihat orang. Kita hadir dengan penuh kesadaran dan keberanian bahwa kita tidak berdaya dan jatuh ke dalam dosa. Kita tidak layak di hadapan Tuhan dan hanya mengandalkan kerahiman dan kemurahan hati-Nya.
Harga diri tinggi, gengsi, dan malu dapat menghambat kita untuk membangun pertobatan yang sempurna. Demikian pula dalam membangun relasi dengan orang lain. Ketika kita berbuat salah, kita perlu dengan rendah hati mengakui kesalahan kita.
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 18 September 2025
Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, mari kita menutup permenungan ini dengan hati penuh syukur. Injil hari ini menyingkapkan keberanian seorang perempuan berdosa untuk mencari belas kasih Tuhan. Semoga kita pun berani datang kepada-Nya dengan rendah hati, tanpa rasa malu atau gengsi, agar rahmat pertobatan sungguh membarui hidup kita.
Agar renungan ini meresap lebih dalam, biasakanlah setiap malam mengingat satu kesalahan yang kita lakukan. Akuilah di hadapan Tuhan melalui doa pribadi, dan bila perlu, nyatakan juga dalam Sakramen Tobat. Dengan cara sederhana ini, hati kita akan dilatih semakin rendah hati dan terbuka pada rahmat.
Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas belas kasih yang Kau tunjukkan melalui Yesus Kristus, yang menerima setiap orang yang mau bertobat. Bantulah kami menyingkirkan rasa malu dan gengsi yang sering menghalangi pertobatan. Jadikanlah kami umat yang berani jujur mengakui kesalahan, dan setia kembali ke jalan-Mu.
Semoga hidup kami semakin dipenuhi dengan keberanian untuk berdamai dengan sesama, serta kerendahan hati untuk mengakui kesalahan. Tuntunlah langkah kami agar relasi dengan-Mu dan dengan saudara-saudari kami semakin utuh. Inilah doa kami, yang kami panjatkan dengan penuh iman, demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
.
Ya Bapa, ampunilah segala dosa dan kelemahan kami. Jauhkan kami dari rasa tinggi hati dan gengsi dalam membangun pertobatan sejati. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 17 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





