Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 Agustus 2025

Renungan Harian Hari Ini 12 Agustus 2025, Bacaan Injil Matius 18:1-5.10.12-14 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ul. 31:1-8; Mazmur: Ul. 32:3-4a.7-9.12; R:9a; PEKAN BIASA XIX (H) Sta.Radegundis dari Turingia; B.Isidorus Bakanja;

Kemudian pergilah Musa, lalu mengatakan segala perkataan ini kepada seluruh orang Israel.

Berkatalah ia kepada mereka: “Aku sekarang berumur seratus dua puluh tahun; aku tidak dapat giat lagi, dan TUHAN telah berfirman kepadaku: Sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi.

TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu; Dialah yang akan memunahkan bangsa-bangsa itu dari hadapanmu, sehingga engkau dapat memiliki negeri mereka; Yosua, dialah yang akan menyeberang di depanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.

Dan TUHAN akan melakukan terhadap mereka seperti yang dilakukan-Nya terhadap Sihon dan Og, raja-raja orang Amori, yang telah dipunahkan-Nya itu, dan terhadap negeri mereka.

TUHAN akan menyerahkan mereka kepadamu dan haruslah kamu melakukan kepada mereka tepat seperti perintah yang kusampaikan kepadamu.

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya.

Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”

.

Sebab nama TUHAN akan kuserukan: Berilah hormat kepada Allah kita,

Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.

Ingatlah kepada zaman dahulu kala, perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu, tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka mengatakannya kepadamu.

Ketika Sang Mahatinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel.

Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.

demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

.

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”

Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka

lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.

Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.

“Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?

Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.

Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang.”

.

Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: “Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang.”

Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: “Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana.”

Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkan kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja.

Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: “Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?”

Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: “Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu.”

Berkatalah raja: “Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia.” Lalu diberitahukanlah kepadanya: “Dia ada di Dotan.”

Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu.

Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: “Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 Agustus 2025

Jawabnya: “Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.”

Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: “Butakanlah kiranya mata orang-orang ini.” Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.

Kemudian berkatalah Elisa kepada mereka: “Bukan ini jalannya dan bukan ini kotanya. Ikutlah aku, maka aku akan mengantarkan kamu kepada orang yang kamu cari.” Lalu diantarkannya mereka ke Samaria.

Segera sesudah mereka sampai ke Samaria berkatalah Elisa: “Ya TUHAN, bukalah mata orang-orang ini, supaya mereka melihat.” Lalu TUHAN membuka mata mereka, sehingga mereka melihat, dan heran, mereka ada di tengah-tengah Samaria.

Lalu bertanyalah raja Israel kepada Elisa, tatkala melihat mereka: “Kubunuhkah mereka, bapak?”

Tetapi jawabnya: “Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka.”

Disediakannyalah bagi mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel.

.

renungan harian hari ini

Kekuasaan selalu menarik dan menggoda. Dengan kekuasaan, seseorang bisa mengendalikan orang lain. Tidak mengherankan jika banyak orang saling berebut kekuasaan dari tingkat yang paling rendah sampai yang paling tinggi.

Karena itu, tidaklah mengherankan jika para murid Yesus juga memiliki ambisi itu ketika bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?”

Jawaban Yesus cukup simbolis. la menempatkan seorang anak kecil di samping-Nya untuk menunjukkan kepada para murid siapa yang sesungguhnya paling besar di dalam Kerajaan Surga. Apa yang dapat diajarkan dari seorang anak kecil tentang orang yang berambisi memiliki kekuasaan?

Jelas sekali, anak-anak pada zaman dahulu, kecuali anak raja, tidak memiliki hak, kedudukan, atau keistimewaan sendiri. Dalam lapisan masyarakat, mereka berada di “anak tangga paling bawah”, dan sama seperti seorang hamba, mereka harus melayani orangtua mereka.

Lantas, apa arti dari perbuatan Yesus ini? Yesus mau menunjukkan bahwa dalam Kerajaan Surga, yang lebih penting adalah bagaimana orang harus melayani seperti anak melayani orangtuanya daripada sekadar menduduki jabatan. Kerajaan Surga berbeda dengan kerajaan duniawi.

Orang yang terbesar dalam Kerajaan Surga adalah orang yang rendah hati, yang lebih fokus pada pelayanan daripada menuntut hak-haknya. Mereka yang terbesar dalam Kerajaan Surga rela mengosongkan diri mereka dari kesombongan dan ambisi memperoleh kekuasaan dengan mengambil posisi rendah sebagai hamba atau anak.

.

Bapak, ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening. Supaya sabda Tuhan benar-benar meresap, bawalah pesan ini dalam doa pribadi, renungkan kembali sebelum tidur, dan usahakan mewujudkannya dalam sikap melayani setiap hari.

Tuhan, mampukan hati kami untuk senantiasa memilih jalan kerendahan hati di tengah godaan untuk mencari pengakuan dan kuasa. Jadikanlah setiap kesempatan hidup sebagai ruang untuk melayani, bukan menguasai. Semoga kami tidak silau oleh jabatan, tetapi setia mengosongkan diri demi kebaikan sesama.

Dalam perjalanan hidup ini, kuatkanlah tekad kami agar tidak terjebak pada persaingan yang memecah belah. Bimbing langkah kami supaya lebih mengutamakan persaudaraan dan kesetiaan pada kehendak-Mu. Ajari kami melihat kemuliaan sejati yang lahir dari kesederhanaan dan kasih yang tulus.

Kiranya kami senantiasa peka pada kebutuhan orang-orang di sekitar kami. Tolonglah agar kami siap merendahkan hati, belajar dari ketulusan anak kecil, dan menanggalkan ambisi pribadi yang tidak membawa damai. Dengan demikian, hidup kami boleh menjadi cermin kasih dan kerendahan hati-Mu bagi dunia.

.

Tuhan, mampukanlah kami bersikap rendah hati agar kami dapat menemukan sukacita yang sempurna di dalam Engkau, dan kami pancarkan sukacita itu kepada orang-orang di sekitar kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 11 Agustus 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 3   +   10   =