Beranda Berita Terbaru Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2024 Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2024 Bacaan Injil

141750
0
renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2024, Bacaan Injil Markus 1:29-39 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ayb. 7:1-4.6-7; Mazmur: 147:1-2.3-4.5-6; R:3a; Bacaan II: 1Kor. 9:16-19. 22-23; PEKAN BIASA V (H); St.Yohanes de Britto; St.Isidorus dr Mesir; Sta.Katarina; St.Yosef dr Leonisa;

BACAAN I

Ayb 7:1
“Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?

Ayb 7:2
Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya,

Ayb 7:3
demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan.

Ayb 7:4
Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.

Ayb 7:6
Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan.

Ayb 7:7
Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik.

 

MAZMUR – Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2024

Mzm 147:1
Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.

Mzm 147:2
TUHAN membangun Yerusalem, Ia mengumpulkan orang-orang Israel yang tercerai-berai;

Mzm 147:3
Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

Mzm 147:4
Ia menentukan jumlah bintang-bintang dan menyebut nama-nama semuanya.

Mzm 147:5
Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.

Mzm 147:6
TUHAN menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi merendahkan orang-orang fasik sampai ke bumi.

 

BACAAN II

1Kor 9:16
Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

1Kor 9:17
Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.

Kor 9:18
Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

1Kor 9:19
Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

1Kor 9:22
Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.

1Kor 9:23
Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2024

Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus bersama Yakobus dan Yohanes masuk ke dalam rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. la mendekat dan sambil memegang tangannya la membangunkan dia, dan demam itu meninggalkan dia dan perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

Seluruh penduduk kota itu pun berkerumun di depan pintu. la menyenmbuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; la tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap la bangun dan pergi ke luar. la pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana. Simon dan kawan-kawannya pun mencari-cari Dia, ketika mereka menemukan-Nya, mereka berkata kepada-Nya,

“Semua orang mencari Engkau.” Jawab-Nya, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah la ke seluruh Galilea memberitakan Injil dalam runah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.  
.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2024, Bacaan Injil

Dalam karyanya yang berjudul “Letters and Papers from Prison,” Dietrich Bonhoeffer menulis, “kita harus belajar untuk tidak terlalu melihat orang dari apa yang mereka lakukan atau tidak lakukan, tetapi lebih melihat dari apa yang mereka derita.” Perkataan ini merupakan sebuah dukungan bagi kita supaya memiliki kebiasaan dan sikap berempati kepada sesama manusia, terutama kepada mereka yang sakit dan menderita.

Yesus dalam Bacaan Injil hari ini menunjukkan rasa empati-Nya kepada orang sakit. Yakobus dan Yohanes menemani Yesus untuk mengunjungi mertua Simon yang terbaring karena sakit demam. Cara menyembuhkannya sangat sederhana: Yesus memegang tangan, membangunkannya, dan seketika itu lenyaplah demamnya (Mrk. 1:31). Sebagai ucapan syukur, mertua Simon yang sudah sembuh itu melayani Yesus dan para murid-Nya.

Yesus juga merajut empati dengan begitu banyak orang sakit dan yang kerasukan setan untuk disembuhkan-Nya. Yesus juga bersyukur kepada Bapa melalui doa setelah menyembuhkan orang-orang sakit dan mereka yang kerasukan setan. Dia tetap semangat untuk berbuat baik dengan mewartakan Injil.

 

Santo Paulus merajut empati dengan jemaat di Korintus. la tetap tekun dalam mewartakan Injil. Semangat misionernya itu terungkap dalam perkataannya, “Jika aku memberitakan Injil aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri, sebab itu merupakan keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!” (1Kor. 9:16). Paulus berkomitmen untuk mewartakan Injil sampai tuntas dan dalam situasi apa pun. la berkata, “Semuanva ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian di dalamnya” (1Kor. 9:23)

Ayub dalam Bacaan Pertama adalah sosok seorang yang menderita. la mengharapkan kasih karunia dari Tuhan kepadanya. Pengalaman penderitaan yang dialaminya membuat dia semakin berusaha untuk menata rasa empatinya karena sudah banyak orang yang lebih dahulu berempati. Dengan nada pesimis, Ayub berkata, “Hari-hariku berlalu lebih cepat daripada puntalan tenun dan berakhir tanpa harapan. Ingatlah bahwa hidupku hanya embusan napas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik” (Ayb. 7:6-7). Di balik perasaan pesimis karena kemalangan dalam hidup Tuhan tetap memerhatikan Ayub dengan memberikan perasaan empati kepadanya. Pada akhirnya Ayub merasakan kebahagiaan yang jauh lebih dari apa yang sudah dialaminya.

Pada hari ini, kita semua dipanggil untuk merajut rasa empati kepada mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD). Merajut empati adalah sebuah jalan pewartaan Injil masa kini yang benar-benar hidup dan kontekstual. Mampu dan maukah kita?

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 3 Februari 2024

.

.

Tuhan, Engkau begitu berempati dengan manusia yang lemah dan berdosa. Engkau menjamah dan menyembuhkan mereka yang sakit. Engkau juga membebaskan mereka dari kuasa roh jahat. Semoga kami selalu bersyukur karena Engkau juga menyembuhkan sakit dan penyakit kami. Amin.

.

Sumber: Ziarah Batin 2024, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here