Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Juni 2026

Renungan Harian Hari Ini 7 Juni 2026, Pembacaan Injil Yohanes 6:51-58 (baca Alkitab – klik disini)

Pembacaan I: Ul. 8:2-3,14b-16a; Mazmur: 147:12-13,14-15, 19-20; Pembacaan II: 1Kor. 10:16-17; O PEKAN I PEKAN BIASA X HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS (P);

Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.
 
Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,
 
dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras,
 
juga yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.

.

Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!
 
Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.
 
Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik.
 
Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.

Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.
 
Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

.

Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
 
Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

.

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
 
Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”
 
Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
 
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
 
Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
 
Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
 
Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
 
Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

.

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
 
Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
 
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
 
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
 
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
 
Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
 
Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar — tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 7 Juni 2026

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
 
Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
 
Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
 
Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
 
Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat.
 
Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Injil 7 Juni 2026

Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
 
Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran.
 
Jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.
 
Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.
 
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.
 
Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,
 
supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

.

renungan harian hari ini

Pada 1994, saya hidup sebagai seorang misionaris di salah satu paroki di pedalaman Papua Selatan. Ketika itu kemarau panjang mengakibatkan sumber air mengalami kekeringan dan tanah menjadi tandus sehingga tidak memungkinkan untuk ditanami ubi jalar yang menjadi makanan pokok di daerah itu.

Untuk bisa bertahan hidup, umat setempat memanfaatkan air kelapa sebagai pengganti air untuk pelepas dahaga dan mengonsumsi ikan sebagai pengganti ubi jalar dan sagu. Mereka mengalami kelaparan dan kehausan. Namun, kelaparan dan kehausan tidak hanya soal jasmani, tetapi juga lapar dan haus secara rohani.

Karena itu, bacaan-bacaan hari ini mengajak kita menimba kekuatan dari Yesus untuk menghilangkan lapar dan haus secara rohani, yakni dengan Tubuh dan Darah Kristus-yang secara liturgis kita rayakan hari ini.

Dalam kitab Ulangan, kita diingatkan pada perjalanan bangsa Israel di padang gurun, di mana Allah menuntun dan membimbing mereka untuk berpegang pada perintah-Nya. Kisah perjalanan ini mengajarkan dan mengingatkan kita akan kasih setia Allah dan tidak lupa bahwa segala yang kita miliki berasal dari-Nya.

Dalam perayaan ekaristi, kita percaya bahwa roti yang dipecahkan dan anggur yang kita minum adalah tubuh dan darah Kristus yang memberi kehidupan kekal bagi kita. Dengan menyambut ekaristi, kita berpartisipasi dalam misteri keselamatan yang dilakukan oleh Kristus bagi kita.

Dalam Injil hari ini Yesus menyatakan diri-Nya sebagai “Roti Hidup” yang turun dari surga. la berkata bahwa siapa saja yang makan dari roti ini akan hidup selama-lamanya. Dengan memakan tubuh-Nya dan meminum darah-Nya dalam ekaristi, kita menyatu dengan Dia dan menerima kehidupan kekal.

Tubuh dan Darah Kristuslah sumber kekuatan dan kehidupan kita. Karena itu, kita harus menyambut-Nya dengan iman dan kerendahan hati.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang penuh syukur. Di tengah berbagai lapar dan haus kehidupan, Tuhan tidak membiarkan kita berjalan sendiri. Ia menyediakan santapan rohani yang menguatkan dan menghidupkan. Semoga kita semakin mencintai Ekaristi, sumber kekuatan, penghiburan, dan harapan dalam perjalanan iman kita.

Ya Yesus, Roti Hidup yang turun dari surga, terima kasih karena senantiasa memberi diri-Mu bagi keselamatan kami. Ketika hati kami terasa kering, lelah, dan kehilangan arah, dekatkanlah kami kepada meja Ekaristi agar kami memperoleh kekuatan baru untuk tetap setia, berharap, dan mengasihi dalam setiap keadaan hidup.

Ya Bapa, melalui Tubuh dan Darah Putra-Mu, Kau menunjukkan kasih yang tidak pernah habis bagi umat-Mu. Ajarlah kami untuk selalu bersyukur atas setiap berkat yang diterima dan tidak melupakan bahwa segala yang kami miliki berasal dari kemurahan-Mu. Teguhkanlah iman kami agar tetap percaya pada penyelenggaraan-Mu, bahkan di masa-masa sulit sekalipun.

Mampukan kami menyambut Ekaristi dengan hati yang rendah, bersih, dan penuh kerinduan. Semoga persekutuan kami dengan-Mu semakin nyata dalam hidup sehari-hari, sehingga kami menjadi pembawa damai, penghiburan bagi yang menderita, dan harapan bagi mereka yang sedang mengalami kelaparan serta kehausan, baik jasmani maupun rohani. Amin.

.

Tuhan, bantulah kami agar kami semakin menghayati kehadiran-Mu dalam ekaristi kudus sebagai sumber kekuatan dan bekal rohani bagi hidup kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 6 Juni 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 10   +   2   =