Beranda Berita Terbaru Renungan Harian 14 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 14 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini

1282
0
renungan harian

Renungan Harian 14 Oktober 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 11:47-54

Sekali peristiwa, tatkala duduk makan di rumah seorang Farisi, Yesus berkata, “Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyang-mu telah membunuh mereka.

Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.

Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,

supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan, mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah.

Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan;

kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”

Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.

Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kita mendengar kalimat yang keras dalam Injil pada hari ini. “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan tetapi kamu sendiri tidak masuk ke dalamnya dan orang yang berusaha masuk ke dalam kamu halang-halangi!” Apa arti kalimat ini?

Orang Farisi dan ahli Taurat itu orang-orang pandai, mereka adalah kaum cendekiawan yang menguasai berbagai ilmu termasuk ilmu agama. Yesus mengkritik sikap hidup mereka, yang tidak menjalankan apa yang mereka ketahui.

Lebih parah lagi, ketika orang lain ingin masuk justru mereka menghalang-halangi. Apa yang bisa kita renungkan dari sikap seperti ini?

Hidup kita dipenuhi dengan berbagai misteri dan kita diberi rahmat oleh Tuhan untuk melihat bahwa kebenaran itu sudah diajarkan entah oleh guru, entah orangtua kita, atau oleh pemuka agama.

Tinggal bagaimana kita melaksanakannya. Yang sulit adalah bagaimana sesuatu yang teoretis benar-benar terwujud. Kita
harus mampu menjadi motor penggerak untuk melaksanakan kebenaran-kebenaran itu.

Bukan malah menyesatkan orang dengan pengetahuan-pengetahuan kita.

.

Tuhan Yesus, mampukan kami untuk menggunakan pengetahuan yang kami miliki demi kebaikan bersama, bukan untuk menyesatkan dan membinasakan orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://parokijetis.com/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here