Beranda Berita Terbaru Doa Bapa Kami, Benarkah Ada Versi Baru?

Doa Bapa Kami, Benarkah Ada Versi Baru?

1654
0
doa bapa kami

Doa Bapa Kami (Injil Matius 6:9-13) – Puji Syukur No. 11

Bapa Kami yang di surga,
dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,
dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Ayat Alkitab Lainnya (Injil Lukas 11:2-4) – Puji Syukur No. 12

Bapa, dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu.
Berilah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya,
dan ampunilah kami akan dosa kami,
sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Amin.

Doa Dalam Versi Singkat – Misale Romanum

Bapa Kami yang ada di surga
Dimuliakanlah nama-Mu
Datanglah Kerajaan-Mu
Jadilah Kehendak-Mu
Di atas bumi seperti di dalam surga
Berilah kami rejeki pada hari ini
Dan Ampunilah kesalahan kami
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Di atas merupakan doa versi singkat dari Bapa Kami yang biasa kita daraskan setiap hari. Mungkin ada yang sudah hafal, namun juga ada saudara-saudara kita terutama yang masih belajar dan baru akan masuk ke dalam Gereja Katolik belum terlalu hafal bahkan belum mengetahuinya. Doa ini juga merupakan versi yang tertera pada Misale Romanum (sesuai dengan Injil Matius).

Perkembangan terbaru, Perubahan rumusan Doa Bapa Kami

Dalam kedua Injil di atas, terlihat adanya dua rumusan yang berbeda, jika boleh dibilang serupa tapi tak sama. Tidak ada yang salah, pun juga tidak ada yang mempermasalahkannya. Sejak awal Gereja doa ini berkembang dalam berbagai versi yang berbeda-beda, terkadang ada penambahan tertentu. Seperti yang kita ketahui pada tahun 2018 yang lalu pada peristiwa Konferensi Uskup-Uskup di Perancis, lalu selanjutnya diikuti oleh Konferensi Uskup-Uskup di Italia, merumuskan suatu perubahan kecil dalam rumusan doa tersebut, namun sesuatu yang kecil ini ternyata signifikan.

Penyesuaian atau perubahan tersebut terkait dengan kalimat dalam doa yang berbunyi, “Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan”. Disini seakan-akan Tuhan Yesus memasukkan manusia ke dalam pencobaan, dengan kita pribadi yang memohonnya. Walaupun rumusan tersebut sebenarnya serupa maknanya dengan apa yang kita temukan dalam Injil Matius maupun Lukas, “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan” (Mat 6:13; bdk Luk 11:4). Akan tetapi, apakah sesungguhnya maksud Tuhan?

Paus Fransiskus mengatakan bahwa kalimat doa Bapa Kami “Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan” merupakan terjemahan yang kurang tepat. Bukanlah Tuhan Allah yang memasukkan manusia ke dalam pencobaan, tetapi roh jahat dengan manusia sendirilah yang membiarkan dirinya masuk ke dalam pencobaan. Oleh karenanya kita pun perlu memohon pertolongan kepada Tuhan Allah agar tidak jatuh ke dalam godaan atau pencobaan.

Allah sebagai Juru Selamat memiliki tujuan ingin membebaskan, melepaskan kita dari pencobaan untuk menyelamatkan manusia. Paus kemudian melihat bahwa kalimat “Janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan” sesungguhnya lebih tepat diartikan sebagai Tuhan berilah kekuatan kepada kami agar tidak jatuh (ke dalam pencobaan). Namun yang terjadi sebaliknya, saat ini rumusan yang dipakai membuat Allah sendiri seolah-olah yang memasukkan manusia ke dalam pencobaan, membiarkan kita jatuh.

Rumusan ulang seperti apapun tentu masih memiliki celah dan kemungkinan adanya perdebatan. Namun Konferensi para Uskup di Perancis dan Italia telah lama mendiskusikan hal ini, dan menemukan sebuah kesepakatan. Meskipun demikian di negara kita Indonesia masih menggunakan rumusan yang sebelumnya.

Upaya perumusan ulang ini perlu dilihat sebagai usaha untuk menemukan rumusan yang sesuai dengan maksud serta pesan yang ingin disampaikan dalam Kitab Suci, bukan menyesuaikan dengan rumusan yang ada di dalamnya. Sejak awal Gereja selalu memiliki dinamika, hidup bukan sesuai dengan rumusan namun sesuai pesan dan maksud ajaran serta hidup dari Sang Guru yaitu Tuhan Yesus Kristus. Rumusan boleh berubah-ubah, semuanya demi ketepatan pengungkapan pesan dan ajaran Yesus sendiri.

Doa Bapa Kami Bahasa Jawa – Kidung Adi No.3

Rama kawula ing swarga,
Asma Dalem kaluhurna,
Kraton Dalem mugi rawuha.
Karsa Dalem kalempahana wonten ing donya kados ing swarga.
Kawula nyuwun rejeki kangge sapunika.
Sakathahing lepat nyuwun pangapunten Dalem,
kados dene anggen kawula ugi ngapunten dhateng sesami.
Kawula nyuwun tinebihna saking panggodha, saha linuwarna saking piawon.
Amin.

.

.

Penulis : Frans

Sumber : Majalah Hidup No.13 2019, 31 Maret 2019 dan diolah dari berbagai sumber

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here