Beranda Berita Terbaru Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Juni 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Juni 2023, Bacaan Injil

15659
0
renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 7:1-5 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 12:1-9; Mazmur: 33:12-13.18-19.20.22; R: 12b; Bacaan II: Kis. 13:22-26; PEKAN BIASA XII (H); Sta.Maria M. Fontaine, dkk; B.Margareta Rutan; B.Nemesia Valle; 

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Juni 2023, Bacaan Injil

Menilai itu tidak sama dengan menghakimi. Tiap hari kita menilai orang lain: anakku rajin atau malas, suamiku lucu atau membosankan, tetanggaku ramah atau cuek, dan seterusnya. Ini adalah hal yang normal. Sementara itu, dengan menghakimi, seseorang menganggap dirinya benar dan menuduh orang lain salah. Dalam menghakimi, kita menjadikan hasil penilaian sepihak kita sebagai vonis bagi orang lain.

Kita perlu menilai secara berimbang agar tidak jatuh ke dalam penghakiman yang tidak fair. Itu berarti kita perlu mendengarkan dan memahami pihak yang kita anggap salah. Dengan mengatakan “ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (ay.3), Yesus mengajak kita bersikap fair atau berimbang: nilailah dirimu sendiri dengan ukuran yang kamu pakai untuk menilai orang lain.

Akan tetapi, apakah ‘balok’ yang sering menutupi mata kita dan menghambat kita sehingga tidak bisa menilai orang lain secara fair? Bisa jadi itu adalah kesombongan kita, yang membuat kita merasa diri selalu benar. Bisa jadi itu adalah stereotip yang kita warisi dari masyarakat tanpa kita periksa secara kritis. Mungkin juga itu adalah prasangka, yaitu asumsi-asumsi kita sendiri yang tidak pernah kita konfrontasikan langsung dengan orang yang bersangkutan.

Mungkin juga ‘balok’ itu adalah amarah, rasa benci, atau emosi negatif lainnya yang membuat kita tidak bisa berpikir jernih. Pada era informasi digital yang amat menghargai kecepatan ini, kita diajak oleh Yesus untuk tidak lupa mengambil waktu guna mawas diri terlebih dahulu sebelum menjatuhkan penilaian pada orang lain.

.

Tuhan, anugerahilah kami kesabaran dan kebijaksanaan agar mampu mawas diri dan tidak menilai sesama secara tidak adil. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here