Beranda Berita Terbaru Renungan Harian Katolik 14 September 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Katolik 14 September 2023, Bacaan Injil

19675
0
renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 14 September 2023, Bacaan Injil Yohanes 3:13-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Bil. 21:49; Mazmur: 78:1-2.34-35.36-37.38: R: 75; Bacaan II: Flp. 2:6-11; PEKAN BIASA XXIII; Pesta Pemuliaan Salib Suci (M); 

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke Surga, selain Dia yang telah turun dari Surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 14 September 2023, Bacaan Injil

Mata kita berbinar-binar dengan wajah yang berseri-seri ketika kita berbicara tentang kasih. Akan tetapi, raut muka kita mulai menjadi serius darı tatapan kita berubah menjadi lesu, ketika kita tahu bahwa kasih itu mengandaikan pengorbanan. Demikian juga dengan ayat Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal.”

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 13 September 2023

Ayat ini adalah ayat yang banyak disukai. Akan tetapi, apakah orang masih antusias merenungkan ayat tersebut, ketika orang tahu bahwa harga dari ayat ini adalah salib? Hari ini. Bunda Gereja melantunkan madah kemenangan salib. Ada banyak cerita tentang penodaan terhadap salib. Tidak sedikit yang menghina iman kita karena Tuhan kita mati disalibkan.

Memang salib dari awal mula adalah hukuman yarıg paling hina bahkan terkutuk. Namun, Tuhan menjadikannya sarana keselamatan bagi semua umat manusia. Tuhan meninggikan yang paling hina di mata manusia. Oleh sebab itu, janganlah kita malu terhadap salib Tuhan kita Yesus Kristus. Janganlah kita membalas dendam ketika orang lain menghina atau menodai salib. Mereka belum mengerti. Justru kita memberi kesaksian terhadap kemenangan salib ketika kita sabar dan tetap bersukacita menghadapi penistaan terhadap salib.

.

Ya Tuhan, semoga semakin banyak orang yang sembuh dan selamat dengan memandang salib-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here