Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 Agustus 2025

Renungan Harian Hari Ini 6 Agustus 2025, Bacaan Injil Lukas 9:28-36 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Dan. 7:9-10.13-14; Mazmur: 97:1-2.5-6.9; R:1a.9a; PEKAN BIASA XVIII; Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (P); St.Hermanus;

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.

Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

.

TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!

Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah.

.

Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.

Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.

Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.

Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.

Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.

Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”

Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.

.

Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian

betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!

Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.

Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti.

Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.

Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian,

tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu.

Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.

Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 Agustus 2025

Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Juga kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,

yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

.

renungan harian hari ini

Ketika Yesus menampakkan kemuliaan-Nya di sebuah gunung, wajah-Nya berubah rupa dan jubah-Nya menjadi putih berkilauan. Tradisi Kristiani menyebut peristiwa ini sebagai transfigurasi Yesus.

Yesus mengalami apa yang dialami oleh Musa ketika berjumpa dengan Allah di Gunung Sinai, yaitu wajahnya bercahaya karena ia telah berbicara dengan TUHAN (Kel. 34:29). Dalam peristiwa ini, Yesus menampakkan diri dalam kemuliaan bersama Musa, sang pemberi hukum bagi bangsa lsrael, dan bersama Elia, nabi yang teragung, di hadapan tiga rasul yang dikasihi-Nya.

Dalam peristiwa ini, Allah menegaskan bahwa Yesus adalah Anak yang dipilih-Nya. Saat peristiwa mulia itu terjadi, ketiga murid-Nya tertidur dan terbangun ketika peristiwa itu hampir berakhir.

Dalam hidup kita, banyak peristiwa mulia dari Allah yang hadir di hadapan kita. Namun, seperti Petrus, Yohanes, dan Yakobus, kita sering kali tertidur secara rohani dan melewatkan peristiwa-peristiwa tersebut. Pikiran kita lebih banyak tertuju kepada peristiwa dan aktivitas yang tidak terlalu bermanfaat bagi kehidupan rohani kita.

Menghabiskan waktu untuk bermain di media sosial dan membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat adalah beberapa contoh kita melewatkan peristiwa penting dalam hidup kita. Padahal, kalau kita mau meluangkan waktu untuk menyadari peristiwa mulia dari Allah yang terjadi dalam hidup kita, kehidupan rohani kita akan dikuatkan dan semangat untuk hidup akan semakin diperbarui.

Tuhan ingin menyatakan kemuliaan-Nya kepada kita, para murid yang dikasihi-Nya. Apakah kita mau mencari dan merasakan kehadiran Tuhan dan kemuliaan-Nya dengan iman dan rasa hormat?

.

Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus, mari kita menutup permenungan ini dengan hati yang tenang dan terbuka. Agar sabda Allah sungguh meresap, cobalah untuk hening sejenak hari ini—sepuluh menit saja—dan renungkan kembali bagaimana Tuhan telah menunjukkan kemuliaan-Nya dalam hidupmu, meski seringkali tak kamu sadari.

Bapa yang Mahamulia, kuatkanlah mata iman kami agar tak silau oleh dunia, melainkan mampu menangkap cahaya-Mu yang menyapa dalam peristiwa sederhana. Ajarlah kami untuk lebih peka terhadap suara-Mu dan hadir-Mu dalam sesama, dalam alam, dan dalam keheningan.

Betapa mudahnya hati ini tertarik pada hal-hal duniawi yang mengalihkan perhatian dari kehadiran ilahi yang nyata. Namun seperti tiga murid yang terbangun dan menyaksikan cahaya kemuliaan, semoga kita pun dapat dibangunkan dari tidur rohani dan menyadari kehadiran kasih yang menyala dalam keseharian kita.

Dalam setiap tarikan napas dan detak kehidupan, tumbuhkanlah keinginan untuk mencari wajah-Mu. Jangan biarkan kami tertidur dalam rutinitas yang kering, tetapi kobarkanlah semangat jiwa kami agar terus terjaga dan bersyukur atas segala kasih yang Kau nyatakan setiap hari.

Dan ketika kehidupan kami menjadi gelap dan samar, sinarilah langkah kami dengan cahaya Putra-Mu, agar jalan menuju kemuliaan tidak pernah terasa asing. Dalam nama Yesus yang transfigurasinya kami renungkan hari ini, kami memohon rahmat-Mu kini dan selamanya. Amin.

.

Tuhan, bimbinglah kami agar selalu waspada dan terjaga setiap hari dalam hidup kami sehingga kami mampu mengalami kehadiran-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 5 Agustus 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 10   +   8   =