Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 23 Februari 2026

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2026, Bacaan Injil Matius 25:31-46 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Im. 19:1-2.11-18; Mazmur: 19:8.9.10.15; R: Yoh. 6:64b; PEKAN I PRAPASKAH (U) UskMrt; St.Polikarpus; St.Wiligis;

TUHAN berfirman kepada Musa:

“Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.

Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.

Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.

Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.

Dan janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN.

Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.

Dan janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.

Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.

Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

.

Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.

Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya,

lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.

Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

.

“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,

dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;

dan ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?

Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2026

Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;

dan ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

.

Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Akulah TUHAN.

Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.

Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing,

tetapi Aku sudah mendengar juga erang orang Israel yang telah diperbudak oleh orang Mesir, dan Aku ingat kepada perjanjian-Ku.

Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat.

Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 23 Februari 2026

Dan Aku akan membawa kamu ke negeri yang dengan sumpah telah Kujanjikan memberikannya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, dan Aku akan memberikannya kepadamu untuk menjadi milikmu; Akulah TUHAN.”

Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.

Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa:

“Pergilah menghadap, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, bahwa ia harus membiarkan orang Israel pergi dari negerinya.”

Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: “Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak petah lidahnya!”

Demikianlah TUHAN telah berfirman kepada Musa dan Harun, serta mengutus mereka kepada orang Israel dan kepada Firaun, raja Mesir, dengan membawa perintah supaya orang Israel dibawa keluar dari Mesir.

.

renungan harian hari ini

Melalui Kitab Imamat, Tuhan menyerukan panggilan kepada umat-Nya, “Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus.” Kekudusan itu bukan sekadar soal ibadah, melainkan nyata dalam hidup sehari-hari:

tidak mencuri, tidak berdusta, tidak menindas sesama, dan terutama mengasihi sesama seperti diri sendiri. Ini bukan ajaran baru, melainkan panggilan lama yang terus relevan.

Dalam bacaan Injil, Yesus menegaskan bahwa akhir zaman akan menjadi saat penghakiman, bukan berdasarkan banyaknya doa atau kata-kata indah, melainkan berdasarkan tindakan nyata dalam kasih.

Ketika kita memberi makan orang lapar, menyambut orang asing, mengunjungi yang sakit dan dipenjara, kita sebenarnya sedang melayani Kristus sendiri. Inilah spiritualitas “kasih konkret” yang menjadi ukuran iman kita.

Hari ini kita diajak untuk memeriksa kembali hidup kita: sejauh mana kita sudah hadir bagi sesama yang kecil, miskin, tersingkir, dan menderita?

Di tengah dunia yang semakin individualis, iman Kristiani justru memanggil kita untuk membuka hati, tangan, dan langkah, menjadi saksi Kasih yang menyentuh hidup orang lain secara nyata.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang siap diutus. Sabda hari ini mengajak kita melihat bahwa kekudusan bertumbuh dalam kasih yang sederhana dan nyata. Dalam keheningan, mari kita menyerahkan hidup, agar iman tidak berhenti pada kata, tetapi menjadi tindakan yang menghidupkan sesama.

Ya Bapa, panggilan untuk hidup kudus menggema dalam keseharian kami. Bentuklah hati agar jujur dalam perkataan, bersih dalam niat, dan adil dalam tindakan. Semoga kasih kepada sesama sungguh menjadi cermin relasi dengan-Mu, sehingga hidup kami memuliakan nama-Mu dalam hal-hal kecil.

Dalam wajah mereka yang lapar, sakit, tersingkir, dan terpenjara, kehadiran-Mu menanti untuk dilayani. Gerakkan langkah kami agar berani mendekat, bukan menghindar. Jadikan kasih konkret sebagai bahasa iman, sehingga pelayanan lahir dari hati yang tulus dan penuh belas kasih.

Di tengah dunia yang cenderung mementingkan diri, teguhkan pilihan kami untuk membuka tangan dan hati. Semoga Roh-Mu menuntun setiap keputusan, agar hidup ini menjadi tanda pengharapan dan kesaksian kasih yang menyentuh banyak orang. Amin.

.

Ya Tuhan, ajarilah kami untuk hidup kudus dengan cara mengasihi sesama dalam tindakan nyata. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 9   +   1   =