Renungan Harian Hari Ini 19 Agustus 2025, Bacaan Injil Matius 19:23-30 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Hak. 6:11-24a; Mazmur: 85:9.11-14; R: lih. 9a; PEKAN BIASA XX (H) St.Yohanes Eudes; St.Ludovikus Ezekhiel Moren; Guerikus Abas;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Agustus 2025
Kemudian datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian.
Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.”
Jawab Gideon kepada-Nya: “Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.”
Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!”
Tetapi jawabnya kepada-Nya: “Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.”
Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.”
Maka jawabnya kepada-Nya: “Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Agustus 2025
Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu.” Firman-Nya: “Aku akan tinggal, sampai engkau kembali.”
Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya.
Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: “Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian.
Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya.
Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: “Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka.”
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.”
Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Agustus 2025
(85-10) Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.
(85-12) Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
(85-13) Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
(85-14) Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 19 Agustus 2025
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”
Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”
Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?”
Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Agustus 2025
Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita?oleh kasih karunia kamu diselamatkan?
dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Agustus 2025
Yesus memberikan peringatan keras terhadap orang kaya dan kekayaannya. Apakah Yesus menentang kekayaan? Tidak. Yesus sama sekali tidak menentang kekayaan dan orang kaya. Faktanya, Dia memiliki banyak teman yang kaya raya, termasuk beberapa pemungut cukai.
Peringatan Yesus sebenarnya mengulangi kata-kata bijak dalam Perjanjian Lama, “Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya daripada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya” (Ams. 28:6).
Orang yang lekat pada kekayaan akan sulit terbuka dengan Allah dan sesama sebab hidupnya berfokus pada kekayaan semata. Inilah penghalang orang untuk mengambil bagian dalam warga Kerajaan Allah yang selalu ingin berbagi dalam sukacita.
Mengapa Yesus memperingatkan agar berhati-hati dengan kekayaan? Kekayaan dapat membuat orang terlalu percaya diri dengan hidup dan merasa dapat mengontrol segalanya. Kekayaan juga dapat membawa orang untuk memuaskan segala macam nafsu, sekaligus membuat orang mementingkan diri sendiri (1 Tim. 6:9–10).
Kita bisa bandingkan dengan perumpamaan Yesus tentang orang kaya yang tidak peduli dengan penderitaan Lazarus dalam Injil Lukas (16:19-31). Kitab Suci mengajarkan sebuah paradoks: kita kehilangan apa yang kita simpan dan kita mendapatkan apa yang kita berikan.
Kemurahan hati akan dibalas dengan berlipat ganda, baik di dunia ini maupun di dalam kekekalan (Ams. 3:9-10; Luk. 6:38). Yesus menawarkan kepada kita harta yang tak tertandingi, yang tidak dapat dibeli dengan uang dan tidak dapat dicuri oleh pencuri.
Harta itu adalah Allah. Kekayaan materi akan membelenggu kita di dunia ini, kecuali kita menjaga hati kita dan menaruh harta kita di dalam Allah dan kerajaan-Nya yang kekal. Di manakah harta kita sesungguhnya?
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 19 Agustus 2025
Bapak, ibu dan saudara-saudari terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan doa. Agar sabda Tuhan tidak sekadar lewat di telinga, bawalah pulang pesan-Nya dalam hati, renungkan kembali di malam hari, dan coba hayati dalam perbuatan sederhana: berbagi, peduli, serta bersyukur atas apa yang kita miliki.
Tuhan, tidak mudah bagi kami untuk menjaga hati tetap murni di tengah dunia yang menawarkan begitu banyak hal. Berilah kami kebijaksanaan agar tidak terikat pada harta yang fana, melainkan belajar menaruh kepercayaan pada-Mu yang menjadi harta sejati dan sumber kehidupan yang tidak pernah habis.
Setiap kali rasa takut kehilangan muncul, teguhkanlah iman kami supaya tetap yakin bahwa kemurahan hati tidak pernah sia-sia. Bukalah mata kami untuk melihat penderitaan sesama, agar kami tidak menutup diri seperti orang kaya dalam perumpamaan, tetapi justru tergerak memberi dengan sukacita.
Kami ingin menaruh harta kami di tempat yang abadi, bukan pada kekayaan dunia yang rapuh. Bimbinglah agar setiap langkah kami selalu menuju pada kasih yang lebih besar, sehingga hidup kami menjadi persembahan yang berkenan bagi-Mu dan berbuah bagi sesama. Amin.
.
Tuhan, Engkau telah membukakan bagi kami harta surgawi. Hindarkanlah kami dari segala hal yang menghalangi kami untuk memberikan segalanya kepada-Mu. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 18 Agustus 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





