Renungan Harian Hari Ini 18 Agustus 2025, Bacaan Injil Matius 19:16-22 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Hak. 2:11-19; Mazmur: 106:34-35.36-37.39-40.43ab.44: R:4a; PEKAN BIASA XX (H) Sta.Helena; Sta.Beatrix da Silva de Moneses;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Agustus 2025
Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.
Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.
Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.
Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka.
Setiap kali mereka maju, tangan TUHAN melawan mereka dan mendatangkan malapetaka kepada mereka, sesuai dengan apa yang telah diperingatkan kepada mereka oleh TUHAN dengan sumpah, sehingga mereka sangat terdesak.
Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu.
Tetapi juga para hakim itu tidak mereka hiraukan, karena mereka berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. Mereka segera menyimpang dari jalan yang ditempuh oleh nenek moyangnya yang mendengarkan perintah TUHAN; mereka melakukan yang tidak patut.
Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka.
Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apapun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Agustus 2025
Mereka tidak memunahkan bangsa-bangsa, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada mereka,
tetapi mereka bercampur baur dengan bangsa-bangsa, dan belajar cara-cara mereka bekerja.
Mereka beribadah kepada berhala-berhala mereka, yang menjadi perangkap bagi mereka.
Dan mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat,
Mereka menajiskan diri dengan apa yang mereka lakukan, dan berzinah dalam perbuatan-perbuatan mereka.
Maka menyalalah murka TUHAN terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik-Nya sendiri.
Banyak kali dilepaskan-Nya mereka, tetapi mereka bersikap memberontak dengan rencana-rencana mereka, tenggelam dalam kesalahan mereka.
Namun Ia menilik kesusahan mereka, ketika Ia mendengar teriak mereka.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 18 Agustus 2025
Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?” Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?”
Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Agustus 2025
Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
serta meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,
jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.
Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Agustus 2025
Seorang pemuda kaya yang memiliki segala yang terbaik yang ditawarkan dunia, yaitu harta kekayaan dan keamanan, datang kepada Yesus karena ia merasa kurang satu hal.
Ia menginginkan kedamaian dan kebahagiaan abadi yang tidak dapat dibeli dengan uang, yang dalam bahasa Injil disebut “hidup kekal”. Sayangnya, jawaban Yesus sama sekali bukanlah yang dia inginkan.
Sebagai seorang Yahudi, sejak kecil ia telah menjalankan perintah Taurat. Sekalipun baik, Yesus tahu ada masalah berat dalam hatinya yang dapat menghalangi dia untuk sampai kepada Allah, yaitu kelekatan terhadap harta miliknya.
la lebih percaya dan menaruh pengharapan dan keamanannya pada apa yang dia miliki. Ketika Yesus menantang dia untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya milik dan harta yang sejati, ia menjadi kecewa.
Hal yang paling kita inginkan adalah harta tertinggi kita. Tuhan sendiri sebenarnya harta terbesar kita. Meninggalkan segala sesuatu yang lain untuk memiliki Tuhan sebagai harta kita seharusnya bukanlah kesedihan, melainkan sukacita terbesar.
Menjual semua yang kita miliki dapat berarti banyak hal, seperti kenalan dan teman kita, gaya hidup kita, apa yang kita lakukan saat waktu luang kita. Yesus menantang orang muda itu karena hatinya posesif. la takut memberi kepada orang lain karena takut kehilangan apa yang telah ia peroleh.
Allah memberkati kita dengan kekayaan rohani yang jauh lebih besar daripada kesenangan sesaat dari kekayaan material. Apakah kita bersedia untuk berpisah dengan apa pun yang dapat menghalangi kita untuk mencari sukacita sejati bersama Yesus?
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 18 Agustus 2025
Bapak, Ibu dan, saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening dan terbuka. Supaya sabda Tuhan hari ini benar-benar meresap, bawalah pesan-Nya ke dalam doa pribadi, renungkan kembali sebelum tidur, dan wujudkan dalam pilihan hidup yang lebih berpihak pada kasih daripada harta.
Bapa, hidup kami sering kali tergoda untuk mencari rasa aman pada hal-hal yang dapat hilang. Bukalah hati agar kami berani menyerahkan kelekatan yang mengikat, dan belajar menaruh seluruh pengharapan pada-Mu. Tuntun langkah kami untuk melihat kekayaan rohani sebagai harta yang jauh lebih mulia daripada segala kesenangan duniawi.
Bantulah kami agar memiliki keberanian seperti yang Kau kehendaki dari orang muda itu—mampu meninggalkan hal-hal yang menghalangi kami menuju hidup kekal. Jadikanlah hati kami ringan, tidak lagi takut memberi, dan siap berbagi dengan tulus, percaya bahwa Engkau adalah sumber segala kebaikan yang sejati.
Kami mohon, tuntunlah kami untuk memandang Engkau sebagai harta terbesar yang tidak pernah pudar. Semoga setiap hari kami semakin mengutamakan hubungan dengan-Mu di atas segala hal lain, hingga hidup kami menjadi kesaksian nyata bahwa sukacita sejati hanya dapat ditemukan di dalam-Mu. Amin.
.
Tuhan, hanya Engkau yang dapat memuaskan kerinduan terdalam di hati kami. Jauhkanlah kami dari sikap posesif dan tidak puas serta berikanlah kami sukacita karena hanya Engkaulah satu-satunya harta dan warisan kami. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 17 Agustus 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





