Beranda Renungan Renungan Mingguan 7 Juni 2020 – Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Renungan Mingguan 7 Juni 2020 – Hari Raya Tritunggal Mahakudus

761
0

Injil Tuhan Hari Ini 7 Juni 2020, Yoh 3:16-18

Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.

Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Dalam suatu kesempatan retret para imam, pastor pembimbing mengingatkan dan menegaskan kepada para kolega imam peserta retret. “Jangan pernah menjadikan mimbar gereja sebagai tempat dan kesempatan untuk marah dan atau mengungkapkan kekesalan hatimu kepada umat. Karena mimbar itulah tempat untuk mewartakan Kabar Sukacita.” Kabar Sukacita bahwa Allah kita bukan Allah yang menghukum, melainkan Allah yang membebaskan.

Yesus, Putra Tunggal Allah, diutus ke dunia bukan untuk menghukum dan menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan seluruh manusia dan seluruh ciptaan. Inilah Kabar Sukacita bagi seluruh umat manusia. Allah Bapa mencintai setiap pribadi tanpa membeda-bedakan. Allah tidak hanya mencintai umat kristiani saja. Kasih-Nya untuk semua.

Kabar Sukacita inilah yang perlu diwartakan kepada segala suku dan bangsa. Percayakah kita akan sabda Tuhan yang disampaikan Penginjil Yohanes dalam perikop ini? Jika kita masih sangsi dengan kesaksian Yohanes ini, bacalah sekali lagi dan renungkanlah. Penginjil sekaligus rasul termuda di antara para rasul ini menyadari bahwa tidak semua orang percaya dan menerima ajaran ini. Karena itu, dia mengulangi kata “percaya” sampai empat kali dalam tiga ayat ini (3:16-18) untuk meyakinkan para pendengarnya.

Tuhan Yesus Kristus, tambahkanlah iman kami akan Dikau. Gerakkanlah hati kami agar mampu mewartakan Kabar Sukacita dari pada-Mu kepada sesama kami. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here