Beranda Renungan Renungan Mingguan 31 Mei 2020 – Hari Raya Pentakosta

Renungan Mingguan 31 Mei 2020 – Hari Raya Pentakosta

758
0

Injil Tuhan Hari Ini 31 Mei 2020, Yoh 20:19-23

Seperti Bapa telah mengutus Aku, kini Aku mengutus kamu. Terimalah Roh Kudus.

Setelah Yesus disalibkan, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.

Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Maka kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus mengembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Yesus yang bangkit menampakkan diri pada para murid. Pada saat menampakkan diri, Yesus menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya. Pada saat itu para murid bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Artinya, Yesus dikenali dari luka-luka-Nya. Pengenalan akan Yesus seperti ini membuat kita harusnya bermenung bahwa dengan melihat luka-luka dan penderitaan sesama, kita sedang melihat Tuhan. Keberanian kita untuk menyentuh luka dan penderitaan merupakan bentuk kontak dengan Tuhan.

Saat ini, kita hidup di dunia yang terluka. Banyak manusia terluka; baik secara fisik maupun batin. Banyak orang yang dikhianati, dilecehkan, dibohongi, dll. Dan semua hal itu menciptakan luka. Luka itu menimbulkan banyak gejolak. Sehingga tidak heran jika sehari-hari kita sering menyaksikan banyak orang yang mudah tersinggung, selalu menaruh curiga pada orang lain, tidak percaya dengan kinerja orang lain, saling bertengkar, dst.

Kesadaran akan situasi ini seharusnya menjadi sebuah peluang bagi kita untuk mengalami Tuhan. Namun sayangnya, kita sering menjadi pribadi yang tidak betah dengan penderitaan, tidak kuat menahan luka. Banyak praktik kegelapan, budaya instan, kekerasan, yang terjadi sebagai tanda bahwa kita belum sanggup mengalami Tuhan.

Roh Kudus yang diberikan oleh Yesus kepada kita adalah sebuah modal dan kekuatan agar kita bisa terjun di tengah dunia yang terluka itu; mengalami Tuhan serentak menyadarkan orang tentang kehadiran Tuhan. Semoga kita selalu percaya dengan kekuatan daya Roh Kudus.

Ya Allah, melalui Roh Kudus Engkau memberikan kepada kami kekuatan untuk memasuki dunia yang terluka, untuk mengalami kehadiran-Mu serentak menyadarkan agar orang-orang dapat mengalami kasih-Mu. Kami mohon berilah kami keberanian untuk masuk dan membawa sukacita dan harapan di tengah-tengah dunia yang terluka ini. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here