Beranda Renungan Renungan Mingguan 26 Juli 2020

Renungan Mingguan 26 Juli 2020

939
0

Sabda Tuhan Hari Ini 26 Juli 2020, Mat 13:44-52

Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.

Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu.

Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya, lalu membeli mutiara itu.

Demikian pula hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang.

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu dicampakkan ke dalam dapur api. Di sana akan terdapat ratapan dan kertak gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Surga seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Salomo meminta kebijaksanaan dalam memimpin umat dan memutuskan perkara rakyat yang dipimpinnya (bdk. 1Raj. 3:9). Tuhan mengganjarinya dengan kekayaan dan umur panjang juga (bdk. 1Raj. 3:13). Tentu orang yang mengasihi-Nya diperhatikan oleh-Nya (bdk. Rm. 8:28). Karena Ia menentukan dari semula agar ”orang yang dipilih-Nya” menjadi serupa dengan-Nya  (bdk. Rm. 8:29.30). Karena keyakinan itu pemazmur mau berpegang pada firman Tuhan (bdk. Mzm. 119:57).

Daud, dalam mazmurnya, menunjukkan bahwa kualitas firman Tuhan dalam Taurat melebihi emas dan perak sekalipun (bdk. Mzm. 119:72.127). Kasih dan rahmat Tuhanlah yang diharapkan seorang beriman melebihi apa pun (bdk. Mzm. 119:77). Tentu pemazmur tak tinggal diam, ia mengusahakan kejujuran yang dilandasi perintah-Nya, jalan dusta dibencinya (bdk. Mzm. 119:128), ia dengan teguh berpegang pada perintah-Nya yang ajaib karena firman itu sungguh memberi pengertian padanya (bdk. Mzm. 119: 29-130).

Nah, Yesus menegaskan dengan jelas bahwa ”harta terpendam” dan ”mutiara yang berharga” (Mat. 13:44-45)  itu  yang semestinya dicari oleh para pengikut-Nya. Untuk menemukannya, segala daya upaya yang dibuat dan tak terhitung biaya yang dikeluarkan belum berarti apa-apa dibanding nilai ”Kerajaan Sorga”. Itulah arah dan tujuan yang mesti dilabuhkan dan ditebarkan (bdk. Mat. 13:47). Harta lama dan baru mesti dikeluarkan untuk mendapatkannya (bdk. Mat. 13:52). Totalitas diri dalam mengikuti-Nya adalah panggilan setiap orang beriman

Tuhan, bantulah kami, umat-Mu, untuk semakin berani keluar dari kesempitan  cara berpikir dan menemukan kebijaksanaan dalam sabda-Mu yang sempurna. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here