Beranda Renungan Renungan Mingguan 16 Agustus 2020 – HR SP Maria Diangkat ke Surga

Renungan Mingguan 16 Agustus 2020 – HR SP Maria Diangkat ke Surga

1294
0

Sabda Tuhan Hari Ini 16 Agustus 2020, Luk 1:39-56

Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan meninggikan orang-orang yang rendah.

Beberapa waktu sesudah kedatangan malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”

Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama dengan Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Umat Kristen non-Katolik banyak yang mempertanyakan ajaran tentang ‘Maria Diangkat ke Surga’ karena tidak tercatat dalam Kitab Suci dan mereka berpikir bahwa Gereja Katolik ‘menciptakan’ ajaran yang tidak berdasarkan Kitab Suci. Mengapa? Karena bagi mereka sumber Wahyu Ilahi hanyalah KITAB SUCI. Namun bagi kita umat (Gereja) Katolik, Wahyu Ilahi juga diperoleh dari TRADISI SUCI yang telah berakar dan tumbuh di dalam Gereja Katolik. Tradisi Suci ini tidak terpisahkan dari Kitab Suci. Maka ajaran ‘Maria Diangkat ke Surga’ juga memiliki dasar Kitab Suci, walaupun tidak dinyatakan secara eksplisit. Jadi, jika Gereja Katolik mengumumkan suatu doktrin, itu sebenarnya hanya mengumumkan apa yang sudah lama diimani oleh Gereja, dan bukannya sesuatu yang baru tiba-tiba ditambahkan.

Kehadiran Bunda Maria di dunia dan keterkaitannya dalam sejarah keselamatan tak lepas dari penyelenggaraan ilahi. Semua sudah direncanakan dan dipersiapkan oleh Allah. Maka dari itu kita bisa mengerti jika untuk melahirkan Yesus, Bunda Maria disucikan dan dikandung tanpa noda dosa. Selama hidupnya tidak berdosa (karena tidak mempunyai kecenderungan untuk berbuat dosa), maka setelah wafatnya, Tuhan tidak akan membiarkan tubuhnya terurai menjadi debu, karena penguraian menjadi debu ini adalah konsekuensi dari dosa manusia.

Ya Tuhan Allah, terima kasih karena Engkau telah memberikan kami Bunda Maria teladan iman yang dapat menuntun kami kepada-Mu. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here