Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juni 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 7:15-20 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 15:1-12.17-18; Mazmur: 105:1-2.3-4.6-7.8-9; R:8a; PEKAN BIASA XII; Pw St.Ireneus dr Lyon, UskMrt (M); 

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juni 2023, Bacaan Injil

Belakangan ini tidak sedikit orang yang tertipu saat belanja online. Apa yang dalam etalase toko online tampak bagus, ketika dikirim ternyata tidak sebagus fotonya. Ada pula yang bahkan tak pernah menerima barang yang dipesannya. Beberapa lagi tergiur oleh tawaran investasi gampang, aman, dan legal oleh para influencer terkenal, namun tanpa disadari ternyata terperangkap dalam skema judi atau money games online.

Pada zaman marketing menjadi semakin canggih, konsumen ditarik dengan pelbagai advertensi yang memberi kesan amat menarik, kreatif, dan meyakinkan. Akan tetapi, kadang ujung-ujungnya hanyalah pepesan kosong. Jangan mudah percaya pada kesan pertama. “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka” (ay 16). Yesus mengingatkan para murid akan nabi-nabi palsu. Mereka ini bagaikan para influencer yang tampil meyakinkan, tetapi sekaligus bisa menipu.

Tidak mudah membedakan nabi betulan dan nabi palsu karena mereka ini pun menawarkan doktrin yang sekilas tampak memberi jawaban memuaskan terhadap pelbagai pertanyaan dalam hidup. Namun, kita tidak bisa menjadikan kepuasan psikologis sesaat sebagai ukuran kebenaran. Kita perlu memeriksa buah-buah yang telah mereka hasilkan. Gaya dan pesan nabi sejati mungkin tidak menarik, tetapi mengandung kebenaran dan mengantar orang pada perbaikan hidup. Gaya dan pesan nabi palsu sering membuat orang langsung takjub, namun ujungnya hanya mengantar orang pada kehancuran.

.

Ya Bapa, ajarlah kami agar sabar dan dapat menilai segala sesuatu berdasarkan buahnya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here