Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 September 2026

Renungan Harian Hari Ini 9 September 2026, Bacaan Injil Lukas 6:20-26 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Kor. 7:25-31; Mazmur: 45:11-12.14-15.16-17; PEKAN BIASA XXI (H) St.Petrus Klaver; B.Frederik Ozanam;

Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
 
Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
 
Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
 
Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
 
Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
 
dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; juga orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
 
pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.

.

Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
 
Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian; orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.

Dengan pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.
 
Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.
 
Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.
 
Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.

.

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
 
Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Dan berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
 
Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
 
Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
 
Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
 
Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Juga celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
 
Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

.

maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,
 
terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan,
 
padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah.
 
Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar,
 
dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu.
 
Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!
 
Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 9 September 2026

Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.
 
Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.
 
Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan.
 
Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu.
 
Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula.
 
Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka.
 
Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.”

.

renungan harian hari ini

Hasrat memiliki menjadikan manusia sulit berkata cukup. Hal ini melahirkan banyak tindakan, seperti korupsi, perilaku konsumtif, terjebak tren fomo, dan masih banyak lagi.

Pada zaman Yesus, hasrat memiliki menjadikan para pemungut cukai mengambil lebih banyak dari seharusnya. Tuan-tuan tanah menerapkan upah yang tidak adil bagi penggarap kebun mereka. Tentu saja yang menjadi korban adalah orang-orang miskin (nelayan, buruh, dan penggarap).

Berdasarkan kenyataan itu, Yesus menyapa mereka yang tersakiti (miskin, lapar, hina) dengan ungkapan berbahagia dan mereka yang gemar menyakiti (kaya, kenyang, dan terpandang) dengan ungkapan celaka.

Pada tahap ini, la bertindak sebagai hakim yang adil; hakim yang memberikan pembelaan kepada mereka yang terluka dan menghukum para pembuat luka. Kita pun akan menghadapi situasi demikian.

Pilihan terbaik bagi kita adalah meneladan nasihat Santo Paulus, yaitu hidup seolah-olah waktu kedatangan Tuhan sudah dekat, semua barang dunia akan lenyap, dan kesempatan berbuat baik semakin terbatas. Apakah kita menyadari bahwa waktu Tuhan semakin dekat dalam hidup kita?

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan memandang kembali apa yang selama ini kita kejar. Harta, kenyamanan, dan pengakuan dunia tidak pernah menjadi tujuan akhir kehidupan. Semoga kesadaran bahwa waktu kita terbatas menolong kita belajar berkata cukup, melepaskan keterikatan, dan menggunakan setiap kesempatan untuk mengasihi serta berbuat baik.

Ya Bapa, bebaskanlah hati kami dari hasrat memiliki yang tidak pernah mengenal kata cukup. Jauhkan kami dari keserakahan, iri hati, dan keinginan mengikuti segala sesuatu hanya demi gengsi atau pengakuan. Ajarlah kami bersyukur atas apa yang kami terima dan memiliki hati yang sederhana, jujur, serta peduli kepada mereka yang berkekurangan.

Ingatkan kami bahwa segala sesuatu yang kami miliki hanyalah sementara. Ketika kami mulai mengejar kenyamanan dengan mengabaikan sesama, tegurlah hati kami agar kembali kepada jalan kasih. Semoga pekerjaan, harta, dan kesempatan yang kami miliki tidak menjadi sumber kesombongan, melainkan sarana untuk berbagi dan melayani.

Bantulah kami menjalani setiap hari dengan kesadaran bahwa waktu hidup adalah anugerah yang terbatas. Jangan biarkan kami menunda kebaikan yang dapat dilakukan hari ini. Semoga selama masih diberi kesempatan, kami memilih untuk menguatkan yang lemah, membela yang terluka, dan menghadirkan kasih-Mu melalui hidup kami. Amin.

.                              

Tuhan Yesus, bantulah kami agar senantiasa mampu menjauhkan diri dari perilaku korupsi, berfoya-foya, dan memeras, serta mampukanlah kami agar selalu berusaha berbuat baik seturut kehendak-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 8 September 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 7   +   7   =