Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 2 September 2026

Renungan Harian Hari Ini 2 September 2026, Bacaan Injil Lukas 4:38-44 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Kor. 3:1-9; Mazmur: 33:12-13.14-15.20-21; PEKAN BIASA XXII (H); B.Ludovikus Yosef Francois; Yohanes Gruyer; Petrus Renatus Raque;

Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
 
Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.
 
Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
 
Karena jika yang seorang berkata: “Aku dari golongan Paulus,” dan yang lain berkata: “Aku dari golongan Apolos,” bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
 
Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
 
Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
 
Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
 
Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
 
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

.

Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
 
TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;
 
dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi.
 
Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.

Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
 
Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

.

Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
 
Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
 
Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
 
Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
 
Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”
 
Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

.

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus,
 
kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.

Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
 
Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku.
 
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.
 
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
 
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
 
Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
 
Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 2 September 2026

dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
 
Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.
 
Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
 
Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
 
Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.
 
Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku; termasuk Figelus dan Hermogenes.
 
Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara.
 
Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku.
 
Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku.

.

renungan harian hari ini

Panggilan hidup yang diemban semua umat beriman mempunyai keterkaitan erat dengan Allah. Pekerjaan dan panggilan hidup menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan, serta menjadi wadah Tuhan menumbuhkan karya keselamatan.

Dalam Bacaan Pertama, Paulus mewartakan Tuhan memberikan karunia yang berbeda-beda kepada kita masing-masing (1 Kor. 3:5) untuk satu tujuan yang sama. Dengan itu, Rasul Paulus menekankan bahwa keselamatan adalah milik semua orang. Kita semua, dengan macam-macam karunia, mempunyai panggilan kepada keselamatan di dalam Allah.

Dalam Injil Yesus menegaskan Kerajaan Allah mesti dialami oleh semua orang, bukan hanya milik kelompok tertentu. Hal itu ditunjukkan oleh Yesus dengan sikap tegas-Nya ketika la ditahan oleh orang-orang di Kapernaum untuk tidak pergi dari tempat itu. Yesus berkata, “Untuk kota-kota lain juga Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah …” (Luk. 4:43).

Sebagaimana Yesus dan Paulus mewartakan kabar gembira keselamatan kepada semua orang, kita pun dipanggil untuk menjadi penyalur kabar gembira kepada sesama di dalam panggilan hidup kita masing-masing. Apakah kita siap menjadi pewarta kabar sukacita di dunia ini? Ataukah kita hanya menampung sukacita Kerajaan Allah untuk diri kita sendiri dan kelompok kita?

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan menyadari bahwa setiap pekerjaan, tanggung jawab, dan panggilan hidup adalah kesempatan untuk menghadirkan Kerajaan Allah. Karunia yang kita terima bukan untuk disimpan bagi diri sendiri, melainkan dibagikan. Semoga melalui hidup sehari-hari, kita menjadi saluran sukacita, harapan, dan keselamatan bagi siapa pun yang kita jumpai.

Ya Bapa, syukur atas setiap karunia yang Kaupercayakan kepada kami. Ajarlah kami menerima panggilan hidup dengan hati yang penuh syukur dan rendah hati. Semoga pekerjaan dan tanggung jawab kami tidak hanya menjadi sarana mencari kehidupan, tetapi juga menjadi jalan untuk memuliakan nama-Mu dan menghadirkan kebaikan bagi banyak orang.

Nyalakanlah dalam hati kami semangat untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah tanpa membatasi siapa pun. Jauhkan kami dari sikap merasa memiliki keselamatan hanya untuk diri sendiri atau kelompok kami. Mampukan kami menjadi pembawa sukacita melalui perkataan yang meneguhkan, pelayanan yang tulus, dan tindakan kasih yang nyata.

Gunakanlah hidup kami dengan segala keterbatasan dan karunia yang ada untuk menjadi alat kasih-Mu. Di tempat kerja, dalam keluarga, komunitas, maupun masyarakat, semoga kehadiran kami membawa harapan dan damai. Berilah kami keberanian untuk berbagi sukacita Injil, sehingga semakin banyak orang mengalami kasih dan keselamatan-Mu. Amin.

.

Tuhan Yesus, Engkaulah sukacita kami. Mampukanlah kami menjadi pewarta sukacita-Mu bagi sesama, bagi kaum kecil dan lemah, di tengah-tengah dunia ini. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 1 September 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 10   +   9   =