Renungan Harian Hari Ini 25 Oktober 2026, Pembacaan Injil Matius 22:34-40 (baca Alkitab – klik disini)
Pembacaan I: Kel. 22:21-27; Mazmur: 18:2-3a.3bc-4.47.51 ab; Pembacaan II: 1Tes. 1:5c-10; O PEKAN II PEKAN BIASA XXX (H);
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian dan Injil 25 Oktober 2026
“Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.
Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas.
Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring.
Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.
Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya.
Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam,
sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya — pakai apakah ia pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih.”
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 25 Oktober 2026
Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!
Terpujilah TUHAN, seruku; maka aku pun selamat dari pada musuhku.
Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,
Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku,
.
BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 25 Oktober 2026
Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.
Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya.
Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.
Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,
dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 25 Oktober 2026
Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka
dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:
“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 25 Oktober 2026
Kasihilah kebenaran, hai para penguasa dunia, hendaklah pikiranmu tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas, dan carilah Dia dengan tulus hati!
Ia membiarkan diri-Nya ditemukan oleh yang tidak mencobai-Nya, dan menampakkan diri kepada semua yang tidak menaruh syak wasangka terhadap-Nya.
Pikiran bengkang-bengkung menjauhkan dari pada Allah, dan kekuasaan-Nya yang diuji mengenyahkan orang bodoh.
Sebab kebijaksanaan tidak masuk ke dalam hati keruh, dan tidak pula tinggal dalam tubuh yang dikuasai oleh dosa.
Roh pendidik yang suci menghindarkan tipu daya, dan pikiran pandir dijauhinya.
Sebab kebijaksanaan adalah roh yang sayang akan manusia, tetapi orang penghujat tidak dibiarkannya terluput dari hukuman karena ucapan bibirnya. Memang Allah menyaksikan hati sanubarinya, benar-benar mengawasi isi hatinya dan mendengarkan ucapan lidahnya.
Sebab roh Tuhan memenuhi dunia semesta, dan Ia yang merangkum segala-galanya mengetahui apapun yang disuarakan.
Maka tidaklah tersembunyi siapa saja yang fasik bicaranya, dan tidak dilewatkan keadilan penghukum.
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Injil 25 Oktober 2026
Rencana orang fasik akan diselidiki kelak, dan laporan tentang perkataannya sampai ke hadapan Tuhan, supaya pelanggaran-pelanggarannya dihukum.
Sebab telinga-Nya dengan cemburu mendengar segala sesuatu, malah bunyi gerutupun tak tersembunyi.
Jadi, waspadalah terhadap gerutu yang sia-sia, dan awasilah lidahmu agar jangan memfitnah. Karena omongan tersembunyipun pasti ada akibatnya, dan mulut yang berdusta mematikan orang.
Jangan mencari-cari maut dengan hidup sesat, dan kebinasaan jangan kamu tarik dengan perbuatan tanganmu.
Memang maut tidak dibuat oleh Allah, dan Iapun tak bergembira karena yang hidup musnah lenyap.
Sebaliknya Ia menciptakan segala-galanya supaya ada, dan supaya makhluk-makhluk jagat menyelamatkan. Di antaranyapun tidak ada racun yang membinasakan, dan dunia orang mati tidak merajai bumi.
Maka kesucian mesti baka.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Injil 25 Oktober 2026
Yesus menyebut perintah untuk “mengasihi Allah dan sesama dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi” sebagai hukum yang utama dan pertama. Perintah ini disebut sebagai “hukum”, artinya wajib kita laksanakan.
Ini bukanlah hanya imbauan atau anjuran bahwa “sebaiknya” kita mengasihi, melainkan kita “harus” mengasihi. Apalagi Yesus sendiri menyebutnya bukan sekadar hukum biasa, melainkan “hukum yang utama dan pertama”
Lalu, mengapa perintah itu dianggap sebagai yang teragung oleh Yesus? Karena perintah ini menjadi satu-satunya motivasi untuk melakukan seluruh perintah yang lain. “Pada kedua perintah inilah tergantung seluruh Taurat dan Kitab Para Nabi” (ay. 40).
Tidak ada perintah apa pun dari seluruh hukum Allah yang dapat dijalankan tanpa motivasi kasih. Tanpa kasih, kebaikan apa pun menjadi sia-sia. Jika kita melakukan kewajiban kita kepada Allah tanpa kasih maka tindakan kita hanyalah tindakan kosong yang tidak bermakna apa-apa, mungkin kita hanya ingin dianggap saleh oleh sesama.
Juga, jika kita melakukan apa yang pantas kepada orang lain tanpa motivasi mengasihi orang lain maka tindakan ini hanyalah tindakan palsu yang tidak tulus, mungkin hanya ingin mencari fulus. Apakah motivasi yang benar di hadapan Tuhan?
Hanya satu, yaitu “kasih”. Lantas, apakah motivasi di balik kasih? kasih sejati bersifat unconditional, tanpa motivasi apa pun! Saya mengasihi semata-mata karena Allah memerintahkan itu kepada saya, dan saya percaya bahwa apa yang diperintahkan-Nya itu pastilah baik adanya!
Injil ini mengajak kita untuk beriman secara komprehensif (total, menyeluruh). Kita diingatkan bahwa mengasihi Allah dan sesama tidaklah cukup hanya dengan jiwa atau hati kita (afeksi), tetapi juga harus dengan akal budi (kognisi) kita.
Bahkan dalam Injil Markus, juga dituntut agar kita mengasihi dengan segenap kekuatan (fisik atau psikomotorik) kita. Mencintai Allah dalam perikop ini harus terealisasi atau tampak nyata dalam mencintai sesama manusia.
Bagaimana mungkin kita bilang mencintai Tuhan, tetapi masih sulit memaafkan sesama kita? Bagaimana mungkin kita mengaku mencintai Tuhan, tetapi sering bertengkar dan membuat onar di dalam keluarga atau lingkungan masyarakat kita? Jadilah pembawa damai, pengampun, penolong, pencinta. Inilah karakteristik murid-murid Yesus, yang hidup berlandaskan hukum cinta kasih.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Injil 25 Oktober 2026
Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan bertanya secara jujur: sudahkah kasih menjadi dasar dari setiap perkataan dan tindakan kita? Mengasihi Allah tidak dapat dipisahkan dari mengasihi sesama. Semoga kita tidak berhenti pada doa dan kata-kata, tetapi berani menghadirkan kasih melalui pengampunan, kepedulian, dan kesediaan membawa damai di mana pun kita berada.
Ya Yesus, Tuhan yang mengasihi tanpa batas, sumber segala kasih, terima kasih karena Engkau mengajarkan kami untuk mengasihi dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Ampunilah kami ketika menjalankan kewajiban iman hanya sebagai rutinitas atau demi pujian orang lain. Murnikanlah motivasi kami agar setiap doa, pelayanan, dan perbuatan baik sungguh lahir dari kasih yang tulus.
Bantulah kami mewujudkan cinta kepada Allah melalui sikap nyata terhadap sesama. Lembutkanlah hati kami yang masih menyimpan dendam, redakanlah amarah yang memicu pertengkaran, dan jauhkanlah kami dari kebiasaan menyakiti orang lain. Ajarlah kami untuk mengampuni, menolong tanpa pamrih, serta menghargai setiap orang dengan penuh ketulusan.
Tuntunlah kami agar hukum cinta kasih sungguh menjadi pedoman hidup sehari-hari. Semoga keluarga kami dipenuhi pengertian, lingkungan kami ditandai kerukunan, dan pelayanan kami membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan. Kuatkanlah kami untuk menjadi pembawa damai, bahkan ketika mengasihi terasa sulit, supaya melalui hidup kami, semakin banyak orang mengalami kebaikan dan kasih-Mu. Amin.
.
Tuhan, bantulah kami untuk sungguh mampu mencintai Engkau secara total. Berilah kami keberanian dan kesediaan untuk berkorban, karena itulah yang selalu dituntut dalam setiap totalitas. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 24 Oktober 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





