Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 25 Agustus 2026

Renungan Harian Hari Ini 25 Agustus 2026, Bacaan Injil Matius 23:23-26 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Tes. 2:1-3a.13b-17; Mazmur: 96:10.11-12a.12b-13; R: 13ab; PEKAN BIASA XXI (H) St. Ludovikus; St.Yosef dr Calasanz, Im;

Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
 
supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
 
Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.
 
Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.
 
Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.
 
Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita,
 
kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

.

Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”
 
Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya,
 
biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai
 
di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

.

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
 
Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu tapiskan dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.
 
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
 
Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.

.

Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.
 
Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
 
pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
 
yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,
 
supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.
 
Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.
 
Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 25 Agustus 2026

Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.
 
Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri.
 
Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini.
 
Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa.
 
Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

Salam dari semua orang yang bersama aku di sini dan sampaikanlah salamku kepada mereka yang mengasihi kami di dalam iman. Kasih karunia menyertai kamu sekalian!

.

renungan harian hari ini

Tak jarang kita melihat orang yang sangat peduli pada penampilan luar – dengan filter, caption bijak, atau aksi sosial yang dipamerkan. Namun, kadang, semua itu hanya lapisan luar. Tuhan menghendaki bukan sekadar “tampilan rohani” yang rapi, melainkan terutama hati yang benar dan hidup yang adil.

Yesus dalam Injil hari ini menegur orang Farisi yang rajin menjalankan aturan agama, seperti membayar persepuluhan, tetapi lupa hal yang lebih penting: keadilan, belas kasih, dan kesetiaan.

la memakai gambaran kuat: Mereka membersihkan bagian luar cawan, tetapi bagian dalamnya penuh kerak. Ini adalah kritik atas kemunafikan – beragama secara lahiriah, tetapi mengabaikan semangat kasih yang menjadi intinya.

Santo Vincentius a Paulo berkata, “Kasih adalah meletakkan diri kita dalam pelayanan sesama dengan rendah hati.” Inilah praktik moral sosial yang dikehendaki Tuhan: Bukan hanya memberi derma dari kelebihan, melainkan juga memperjuangkan keadilan, menemani yang lemah, dan jujur dalam pekerjaan, bahkan saat tak ada yang melihat.

Contohnya, seorang pengusaha yang memilih membayar pekerjanya secara layak dan jujur, meski itu mengurangi keuntungan pribadi. Apakah iman kita hanya tampak di luar, atau sungguh menyentuh hati dan tindakan? Mari membersihkan bagian dalam “cawan hidup kita” agar hidup kita menjadi kesaksian nyata akan kasih Kristus.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan berani melihat ke dalam hati. Jangan sampai iman hanya menjadi penampilan yang tampak baik di hadapan orang lain, sementara keadilan, belas kasih, dan kejujuran kita abaikan. Semoga Tuhan membersihkan hati kita, agar apa yang terlihat dari luar sungguh mencerminkan kasih yang hidup di dalam.

Ya Bapa, bersihkanlah hati kami dari segala kepalsuan dan keinginan untuk terlihat baik tanpa sungguh-sungguh hidup dalam kebaikan. Tunjukkanlah bagian-bagian diri kami yang masih dikuasai kesombongan, ego, atau kepentingan pribadi. Berilah kami keberanian untuk bertobat dan membiarkan kasih-Mu mengubah kami dari dalam.

Ajarlah kami memahami bahwa iman tidak berhenti pada doa, aturan, atau kesalehan yang terlihat. Tumbuhkan dalam diri kami kerinduan untuk memperjuangkan keadilan, membela yang lemah, menghormati mereka yang bekerja bersama kami, dan menunjukkan belas kasih, terutama ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Melalui teladan Santo Vincentius a Paulo, mampukan kami menjadikan kasih sebagai tindakan nyata. Semoga tangan kami ringan menolong, hati kami peka terhadap penderitaan, dan perkataan kami membawa penghiburan. Jauhkan kami dari kemunafikan, agar seluruh hidup kami—yang tampak maupun tersembunyi—menjadi kesaksian tentang kasih Kristus. Amin.

.

Ya Tuhan, bersihkanlah hati kami dari kepalsuan dan ego. Ajarlah kami hidup dalam keadilan, belas kasih, dan kesetiaan. Jadikanlah hidup pantulan kasih-Mu bagi dunia. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 24 Agustus 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 6   +   2   =