Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2026

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2026, Bacaan Injil Matius 7:1-5 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2 Raj. 17:5-8.13-15a.18; Mazmur: 60:3.4-5.12-13; R: 7b; PEKAN BIASA XII (H); St.Paulinus Nola, Usk; St.Yohanes Fisher, Usk; St.Thomas More, Mrt;

Kemudian majulah raja Asyur menjelajah seluruh negeri itu, ia menyerang Samaria dan mengepungnya tiga tahun lamanya.
 
Dalam tahun kesembilan zaman Hosea maka raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur ke dalam pembuangan dan menyuruh mereka tinggal di Halah, di tepi sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai.
 
Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada TUHAN, Allah mereka, yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir dari kekuasaan Firaun, raja Mesir, dan karena mereka telah menyembah allah lain,
 
dan telah hidup menurut adat istiadat bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel, dan menurut ketetapan yang telah dibuat raja-raja Israel.

TUHAN telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik: “Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi.”
 
Tetapi mereka tidak mau mendengarkan, melainkan mereka menegarkan tengkuknya seperti nenek moyangnya yang tidak percaya kepada TUHAN, Allah mereka.
 
Mereka menolak ketetapan-Nya dan perjanjian-Nya, yang telah diadakan dengan nenek moyang mereka, juga peraturan-peraturan-Nya yang telah diperingatkan-Nya kepada mereka; mereka mengikuti dewa kesia-siaan, sehingga mereka mengikuti bangsa-bangsa yang di sekeliling mereka, walaupun TUHAN telah memerintahkan kepada mereka: janganlah berbuat seperti mereka itu.

TUHAN telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik: “Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi.”
 
Tetapi mereka tidak mau mendengarkan, melainkan mereka menegarkan tengkuknya seperti nenek moyangnya yang tidak percaya kepada TUHAN, Allah mereka.
 
Mereka menolak ketetapan-Nya dan perjanjian-Nya, yang telah diadakan dengan nenek moyang mereka, juga peraturan-peraturan-Nya yang telah diperingatkan-Nya kepada mereka; mereka mengikuti dewa kesia-siaan, sehingga mereka mengikuti bangsa-bangsa yang di sekeliling mereka, walaupun TUHAN telah memerintahkan kepada mereka: janganlah berbuat seperti mereka itu.

Sebab itu TUHAN sangat murka kepada Israel, dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya; tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja.

.

Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.
 
Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji, tanda untuk berlindung terhadap panah. S e l a
 
Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami!

Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

.

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
 
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
 
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
 
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
 
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

.

Datanglah firman TUHAN semesta alam, bunyinya:
 
“Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku berusaha untuk Sion dengan kegiatan yang besar dan dengan kehangatan amarah yang besar.
 
Beginilah firman TUHAN: Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung Kudus.
 
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akan ada lagi kakek-kakek dan nenek-nenek duduk di jalan-jalan Yerusalem, masing-masing memegang tongkat karena lanjut usianya.
 
Dan jalan-jalan kota itu akan penuh dengan anak laki-laki dan anak perempuan yang bermain-main di situ.
 
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kalau pada waktu itu sisa-sisa bangsa ini menganggap hal itu ajaib, apakah Aku akan menganggapnya ajaib? demikianlah firman TUHAN semesta alam.
 
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sesungguhnya, Aku menyelamatkan umat-Ku dari tempat terbitnya matahari sampai kepada tempat terbenamnya,

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Juni 2026

dan Aku akan membawa mereka pulang, supaya mereka diam di tengah-tengah Yerusalem. Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran.”
 
Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Kuatkanlah hatimu, hai orang-orang yang selama ini telah mendengar firman ini, yang diucapkan para nabi, sejak dasar rumah TUHAN semesta alam diletakkan, untuk mendirikan Bait Suci itu.
 
Sebab sebelum waktu itu tidak ada rezeki bagi manusia, juga tidak bagi binatang; dan karena musuh tidak ada keamanan bagi orang yang keluar dan bagi orang yang masuk, lagipula Aku membuat manusia semua bertengkar.
 
Tetapi sekarang, Aku tidak lagi seperti waktu dahulu terhadap sisa-sisa bangsa ini, demikianlah firman TUHAN semesta alam,
 
melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya.
 
Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!”
 
Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: “Kalau dahulu Aku telah bermaksud mendatangkan malapetaka kepada kamu, ketika nenek moyangmu membuat Aku murka, dan Aku tidak menyesal, firman TUHAN semesta alam,

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 22 Juni 2026

maka pada waktu ini Aku kembali bermaksud berbuat baik kepada Yerusalem dan kepada kaum Yehuda. Janganlah takut!
 
Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu.
 
Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN.”

Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Masih akan datang lagi bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota.
 
Dan penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain, mengatakan: Marilah kita pergi untuk melunakkan hati TUHAN dan mencari TUHAN semesta alam! Kami pun akan pergi!
 
Jadi banyak bangsa dan suku-suku bangsa yang kuat akan datang mencari TUHAN semesta alam di Yerusalem dan melunakkan hati TUHAN.”
 
Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!”

.

renungan harian hari ini

Bangsa Israel tercerai-berai di antara bangsa-bangsa penyembah berhala karena mereka tidak taat kepada Allah. Itulah hukuman yang mereka terima. Walaupun mereka sudah mendapat peringatan dari Tuhan, tetapi mereka tetap menolak ketetapan dan perjanjian Tuhan.

Oleh karena itu, Tuhan sangat murka pada mereka dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya. Hukuman yang mereka terima itu merupakan pelajaran bagi kita. Kita mesti setia kepada Allah.

“Berbaliklah kalian dari jalan-jalanmu yang jahat itu: dan tetaplah mengikuti segala perintah dan ketetapan- Ku,…”

Yesus dalam bacaan Injil meminta kita tidak menghakimi orang lain, karena kita sendiri memiliki kelemahan berupa “balok” dalam diri kita. Teguran Yesus ini mengingatkan kita untuk lebih dahulu merawat hati kita sendiri, mengatasi dosa dan kelemahan dari dalam diri sendiri sebelum mencoba untuk memperbaiki atau menghakimi orang lain.

Sikap ini mengandaikan kita mau rendah hati untuk menyadari kerapuhan diri kita sendiri. Tidak merasa diri bersih dan menghakimi yang lain kotor. Yesus menegaskan: Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu itu dari mata saudaramu.”

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan hati yang rendah dan terbuka. Di hadapan Tuhan, kita semua adalah peziarah yang sedang belajar bertumbuh dalam kesetiaan dan kasih. Semoga firman yang telah kita renungkan menolong kita untuk lebih berani bertobat, lebih bijaksana melihat diri sendiri, dan lebih lembut dalam memperlakukan sesama.

Ya Bapa, kami bersyukur atas kesabaran dan kasih-Mu yang tidak pernah berhenti memanggil kami kembali ketika kami menjauh dari jalan-Mu. Ampunilah segala sikap keras hati, kesombongan, dan ketidaktaatan yang masih kami pelihara. Bentuklah hati kami agar semakin setia mengikuti perintah-Mu dan hidup sesuai dengan kehendak-Mu setiap hari. Amin.

Sering kali kami begitu mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi sulit mengenali kelemahan dalam diri sendiri. Ajarlah kami memiliki kerendahan hati untuk bercermin sebelum menghakimi, serta keberanian untuk memperbaiki diri dengan tulus. Semoga kasih-Mu menjadikan kami pribadi yang lebih sabar, penuh pengertian, dan tidak mudah menyalahkan sesama. Amin.

Tuntunlah langkah kami agar selalu berjalan dalam terang kebenaran-Mu. Jauhkan kami dari sikap munafik dan dari keinginan untuk merasa lebih baik daripada orang lain. Penuhilah hati kami dengan belas kasih sehingga kami mampu menjadi pembawa damai, penghiburan, dan harapan bagi siapa pun yang kami jumpai. Amin.

.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau meminta kami untuk mengeluarkan serpihan dosa dalam diri kami sendiri. Bantulah kami untuk mengeluarkannya dari diri kami sendiri sehingga kami menjadi contoh yang baik bagi sesama. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 21 Juni 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 2   +   8   =