Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2026, Bacaan Injil Matius 9:14-15 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Yes. 58:1-9a; Mazmur: 51:3-4.5-6a.18-19; R:19a; HARI JUMAT SESUDAH RABU ABU (U); St.Nemesius; St.Eleuterius;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Februari 2026
Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:
“Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.
Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Februari 2026
Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2026
Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Februari 2026
Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;
lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.
Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan t’er, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;
kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.
Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.
Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: “Tentulah ini bayi orang Ibrani.”
Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: “Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?”
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Februari 2026
Sahut puteri Firaun kepadanya: “Baiklah.” Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu.
Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu.” Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.
Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.”
Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.
Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.
Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: “Mengapa engkau pukul temanmu?”
Tetapi jawabnya: “Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?” Musa menjadi takut, sebab pikirnya: “Tentulah perkara itu telah ketahuan.”
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 20 Februari 2026
Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.
Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya.
Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.
Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: “Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?”
Jawab mereka: “Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba.”
Ia berkata kepada anak-anaknya: “Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan.”
Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa.
Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: “Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing.”
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Februari 2026
Melalui Nabi Yesaya, Tuhan menegur umat yang berpuasa secara lahiriah, tetapi tetap hidup dalam ketidakadilan. Tuhan rindu puasa yang membebaskan orang tertindas, membagikan roti kepada yang lapar, dan membuka ikatan belenggu (bdk. Yes. 58:1-9a).
Puasa sejati bukan sekadar menahan diri dari makanan, melainkan menyentuh kehidupan sesama. Dalam konteks kita sekarang, puasa berarti melawan budaya egois, kepalsuan, dan ketidakpedulian sosial.
Dalam Injil hari ini, Yesus menjawab pertanyaan murid Yohanes tentang puasa. la menegaskan bahwa selama Sang Mempelai hadir, para murid tidak perlu berpuasa, tetapi akan tiba waktunya mereka harus berpuasa (bdk. Mat. 9:14-15).
Puasa, dalam terang Yesus, adalah bentuk kerinduan untuk hidup lebih dekat dengan Allah dan sesama. Ini bukan kewajiban semata, melainkan ungkapan kasih dan pertobatan hati.
Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa masa tobat bukanlah masa untuk tampil suci di hadapan orang lain, melainkan masa untuk berbalik dari sikap masa bodoh dan mementingkan diri sendiri.
Kita diajak untuk menjadikan puasa sebagai sarana solidaritas menyisihkan sebagian dari apa yang kita miliki untuk mereka yang berkekurangan, dan menciptakan ruang di hati bagi belas kasih.
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 20 Februari 2026
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang jujur dan terbuka. Sabda hari ini mengajak kita memaknai puasa sebagai jalan pertobatan yang nyata. Dalam keheningan, mari kita membawa niat dan sikap hidup, agar masa tobat ini sungguh mengubah cara kita mengasihi dan peduli.
Ya Bapa, melalui seruan para nabi, kami diingatkan bahwa ibadah sejati berbuah dalam keadilan dan belas kasih. Bebaskan hati kami dari puasa yang hanya lahiriah. Gerakkan langkah untuk peduli pada yang tertindas, berbagi dengan yang lapar, dan membuka ruang harapan bagi yang terluka.
Ajaran-Mu ya Yesus, menuntun puasa sebagai ungkapan kerinduan akan relasi yang lebih dalam. Bentuklah hati kami agar tidak terjebak kewajiban, tetapi bertumbuh dalam kasih dan pertobatan. Semoga setiap pengorbanan kecil menjadi tanda kedekatan dengan Allah dan sesama.
Mampukan kami menjadikan puasa sebagai sarana solidaritas di saat orang lain acuh. Tumbuhkan kepekaan untuk berbagi, keberanian melawan ketidakadilan, dan kerelaan mengasihi tanpa pamrih. Semoga masa tobat ini melahirkan hidup yang lebih sederhana, peduli, dan penuh belas kasih. Amin.
.
Tuhan, mampukan kami memilih jalan-Mu setiap hari, meskipun tidak mudah agar hidup kami menjadi berkat bagi sesama. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu




