Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 10 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 10 September 2025, Bacaan Injil Lukas 6:20-26 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kol. 3:1-11; Mazmur: 145:2-3.10-13b; R:9a; PEKAN BIASA XXIII (H) St.Theodardus; St.Nikolaus Tolentino; B.Oglerius; Fransiskus Garate;

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.

Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,

semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

.

Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.

Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.

Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.

Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,

untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.

Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.

.

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Dan berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Dan celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.

Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

.

Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.

Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.”

Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki.

Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: “Berilah nama Yizreel kepada anak itu, sebab sedikit waktu lagi maka Aku akan menghukum keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan Aku akan mengakhiri pemerintahan kaum Israel.

Maka pada waktu itu Aku akan mematahkan busur panah Israel di lembah Yizreel.”

Lalu perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak perempuan. Berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: “Berilah nama Lo-Ruhama kepada anak itu, sebab Aku tidak akan menyayangi lagi kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka.

Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 10 September 2025

Sesudah menyapih Lo-Ruhama, mengandunglah perempuan itu lagi dan melahirkan seorang anak laki-laki.

Lalu berfirmanlah Ia: “Berilah nama Lo-Ami kepada anak itu, sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan Aku ini bukanlah Allahmu.”

Berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis.”

Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai.

Aku berkata kepadanya: “Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau.”

Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim.

Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

.

renungan harian hari ini

Empat Sabda Bahagia dan Empat Sabda Celaka memberikan kepada kita suatu pengajaran bahwa kondisi hidup kita di dunia sekarang ini, baik beruntung ataupun tidak beruntung, tidak menentukan masa depan kita.

Hidup dan masa depan kita ditentukan oleh bagaimana kita menghidupi perjalanan dan kondisi hidup kita. Lapar dan kenyang, sedih dan gembira, dibenci dan disenangi itu adalah gambar perjalanan kisah hidup manusiawi kita yang bersifat mudah berubah.

Namun, kesetiaan dan ketekunan kita dalam iman dan dalam mengikuti Kristus dalam situasi apa pun, itulah yang akan menjadi buah baik bagi hidup kita kelak.

Iman membuat kita tidak kehilangan pengharapan walaupun sekarang ini berkekurangan, berduka, dan dibenci, bahkan terjepit oleh situasi. Kita yang kaya, kenyang, dan tertawa juga tidak boleh merasa diri aman dan terlena karena gemerlapnya akan dapat menjauhkan kita dari Allah.

Dalam kondisi apa pun, kita tetap harus berani setia dan taat membina diri dalam mengikuti Yesus sampai paripurna; berani untuk memutuskan hidup bahagia.

Keluarga, pekerjaan, kesehatan atau situasi kita yang buruk, dan berkekurangan tidak harus membuat kita mengalami masa depan yang buruk. Masa lalu keluarga yang baik, berkecukupan dan penuh sukacita jangan sampai membuat kita yakin bahwa masa depan kita akan berjalan baik untuk selamanya. Kita harus siap menerima dan menjalani situasi apa pun, dengan mata yang tetap terpaku pada Yesus dan kehendak Bapa.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang sederhana. Agar sabda hari ini sungguh mengendap, luangkan waktu untuk merenungkan kembali Sabda Bahagia dalam doa pribadi. Dengan cara itu, firman Kristus bisa menuntun langkah kita di tengah suka dan duka kehidupan.

Ya Tuhan, syukur kami naikkan atas penghiburan yang diberikan melalui Sabda Bahagia. Saat menghadapi kekurangan, kesedihan, dan kebencian, teguhkanlah hati kami agar tidak kehilangan pengharapan. Semoga iman yang kecil ini terus tumbuh dan memampukan kami untuk memandang hidup dengan mata yang tertuju pada kasih-Mu.

Kami memohon supaya kegembiraan dan kelimpahan yang sesaat tidak membuat hati terlena dan jauh dari-Mu. Ingatkan kami bahwa kenyang, tawa, dan segala gemerlap dunia hanyalah sementara. Bantulah kami tetap rendah hati, sederhana, serta setia membina diri di jalan kebenaran-Mu.

Bimbinglah kami agar berani memilih hidup bahagia sejati, yakni hidup yang taat, setia, dan berani berjalan bersama Kristus sampai akhir. Dalam keluarga, pekerjaan, dan situasi apa pun, jadikanlah kami saksi pengharapan. Semoga masa depan kami dipenuhi cahaya kasih yang berasal dari-Mu. Amin.

.

Ya Bapa, semoga hidup kami tidak ditentukan dan terkurung oleh suka-duka, sedih, gembira, lapar-kenyang yang sekarang ini kami alami, tetapi kami tetap memandang Engkau dan melaksanakan kehendak-Mu sebagai murid dan anak-anak-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 9 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here