Beranda Berita Terbaru Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2023, Bacaan Injil

15654
0
renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 6:7-15 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor. 11:1-11; Mazmur: 111:1-2.3-4.7-8; R:7a; PEKAN BIASA XI (H); St.Paulinus dr Nola, St.Yohanes Fischer; St.Thomas Moore; B.Maria Ines Teresa Arias; Sta.Julia Bulliart; 

Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata: “Lagi pula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian:

Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Juni 2023, Bacaan Injil

Komunikasi yang baik terjadi bila kedua belah pihak yang saling berkomunikasi akhirnya saling memahami. Ini mengandaikan sang komunikator menyampaikan pesannya secara jelas dan dalam bahasa yang mudah dipahami, sedangkan sang komunikan fokus dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Jika sang komunikator berbicara secara bertele-tele, mengobral kata-kata indah atau canggih, bisa jadi sang komunikan malah kehilangan fokus dan gagal menangkap inti pesan yang hendak disampaikan.

Penjelasan yang bertele-tele sering dilakukan hanya demi memuaskan si pembicara sendiri (komunikator) –untuk katarsis saja— dan bukan demi memudahkan pemahaman para pendengar (komunikan). Berdoa adalah berkomunikasi dengan Tuhan. Tidak diragukan bahwa Tuhan, sebagai komunikan, selalu fokus mendengarkan doa kita. Pertanyaannya: Apakah kita adalah seorang pendoa (komunikator) yang baik?

Hari ini, Yesus mengajarkan agar para murid berdoa secara ringkas dan bernas: tidak perlu mengobral kata-kata, tetapi mengungkapkan dengan jelas rasa syukur, harapan, dan permohonan. Ini karena Tuhan sudah tahu apa yang kita perlukan sebelum kita memintanya (ay. 8). Meskipun Tuhan Mahatahu, kita tetap perlu mengeskplisitkan apa yang kita perlukan itu dalam doa agar kita sendiri sadar akan apa yang baik yang sungguh kita butuhkan.

Komunikasi sering gagal karena sang komunikator sebetulnya tidak paham inti dari apa yang sedang ia sampaikan sehingga ia bicara bertele-tele. Lewat doa yang ringkas dan bernas, Yesus ingin kita berdoa secara sadar.

.

Ya Bapa, ajarlah kami berdoa dengan benar agar kami tahu yang baik yang kami minta dari pada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here