Renungan Harian Hari Ini 13 Juni 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 13 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 5:13-16 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor 1:18-22; Mazmur: 118 129 130 131 132 133.135; R:135a; PEKAN BIASA X; Pw St.Antonius dr Padua, ImPujG (P);

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda: “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Juni 2023, Bacaan Injil

Bonum diffusivum sui. Menurut Santo Thomas Aquinas, kebahagiaan sebagai kebaikan tertinggi secara kodrati cenderung membagikan diri. Kebahagiaan tidak bisa ditahan-tahan bagi diri sendiri. Orang yang bahagia cenderung menyapa dan tersenyum terhadap orang lain di sekitarnya, serta ingin bercerita guna membagikan kebahagiaannya itu. Sesudah menyampaikan Sabda Bahagia, hari ini Yesus berbicara bahwa para murid-Nya ialah garam dan terang dunia.

Garam itu mengasinkan dengan berkontak segala sesuatu di sekelilingnya, dan terang itu menerangi dengan berkontak dengan segala sesuatu di sekitarnya. Artinya, kebahagiaan pengikut Kristus hendaknya dibagikan dalam kontak dengan orang-orang lain di sekitar. Paus Fransiskus mengingatkan bahwa kita tidak bisa mewartakan Kabar Gembira bila wajah kita cemberut terus. Bila kita berwajah masam atau murung, orang lain akan berpikir dua kali lipat sebelum berani mendekati kita.

Seperti garam yang tawar tidak bisa mengasinkan atau seperti cahaya yang temaram tidak bisa menerangi, kita tidak bisa mengajak orang lain untuk menyambut Injil dengan sukacita selama kita sendiri bermuka cemberut atau sedih. Sebelum kita sendiri mengalami sukacita karena Injil, kita tidak akan bisa menjadi garam dan terang dunia, dalam arti menjadi pewarta Injil yang efektif. Nemo dat quod non habet. Tak seorang pun dapat membagikan apa yang ia sendiri tak memilikinya.

.

Tuhan, semoga kami selalu bersukacita dalam Engkau dan dapat mewartakan Kabar Sukacita kepada sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 7   +   7   =