Beranda Berita Terbaru Renungan Harian 18 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

Renungan Harian 18 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini

1566
0

Renungan Harian 18 November 2021, Bacaan Injil Hari Ini Luk 19:41-44

Pada waktu itu, ketika Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu!

Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.

Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan,

dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

.

Renungan Harian Bacaan Injil Hari Ini

Kita bisa belajar dari teladan keluarga Matatias. “Namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami” (1 Mak. 2:20).

Matatias adalah seorang yang benar di hadapan Allah. Ia adalah seorang yang setia kepada Allah dan memiliki ketetapan hati. Ia tahu tujuan dan arah hidupnya.

Sering kali kita melihat dan mendengar suatu berita bahwa harga kesetiaan itu sangat mahal, misalnya hanya karena himpitan ekonomi,

persoalan relasi dan jabatan atau demi nama baik seseorang lebih mudah untuk mengikuti tawaran atau terbawa arus, sekalipun harus mengorbankan keyakinannya.

Seolah-olah mereka tidak memiliki keberanian untuk menjadi saksi kebenaran di tengah keluarga, tempat kerja atau masyarakat.

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan Yesus menangis bukan karena ditolak, dihina, dibenci, disiksa, disalibkan, melainkan karena sedang dielu-elukan ketika memasuki Kota Yerusalem.

Yesus menangisi Kota Allah itu karena manusia di dalamnya tidak menyadari apa sesungguhnya yang mereka perlukan untuk kebaikan mereka.

Tuhan telah datang melawat mereka, tetapi mereka tidak tahu dan tidak mau tahu, sehingga mengalami kebinasaan.

Yesus menangisi kita karena kedosaan kita, tetapi Yesus juga sangat mengasihi kita karena itu Ia mengurbankan diri-Nya untuk
membawa kita kembali kepada Bapa.

Apakah kita bersedia dan berani membuka hati supaya kita mampu melihat dan mengalami penyertaan Tuhan dalam setiap peristiwa hidup kita?

Marilah kita memiliki ketetapan hati sehingga kita mampu setia dan bertahan dalam tuntunan-Nya.

.

Ya Allah, tolonglah kami dengan rahmat-Mu agar mampu dan berani hidup benar dalam tuntunan Roh Kudus-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga:

https://parokijetis.com/doa-bapa-kami-benarkah-ada-versi-baru/

https://parokijetis.com/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here