Yogyakarta, 22 Juni 2025 — Suasana syukur dan sukacita mewarnai pelataran dan di dalam Gereja Santo Albertus Agung, Jetis, Yogyakarta, pada Minggu sore yang penuh berkah. Sebanyak 31 anak menerima Sakramen Ekaristi untuk pertama kalinya dalam Misa Komuni Pertama yang dipimpin oleh Romo Vincentius Suparman, Pr. yang akrab dipanggil dengan Romo Suparman atau Romo Parman.
Perayaan dimulai pukul 17.30 WIB dan berlangsung dengan penuh khidmat. Gereja bagaikan dihias dengan nuansa putih yang melambangkan kesucian dan kemurnian. Orang tua, wali, serta umat paroki Jetis hadir untuk memberikan dukungan doa dan cinta kasih bagi para penerima Komuni Pertama.
Kelancaran dan Kekhidmatan Liturgi
Liturgi Misa berjalan dengan tertib dan lancar, berkat kerja sama tim liturgi, koor anak-anak, serta para prodiakon dan petugas tata tertib. Anak-anak tampil rapi dan tenang dengan mengenakan busana putih, simbol pembaruan hidup dalam Kristus.
Para peserta, yang telah mengikuti pembinaan iman selama beberapa bulan sebelumnya, menunjukkan kesiapan dan penghayatan dalam mengikuti perayaan Ekaristi. Mereka menyambut tubuh dan darah Kristus dengan penuh hormat dan haru, menandai awal baru dalam perjalanan iman mereka sebagai bagian penuh dari umat Katolik.
Homili Romo Suparman: “Darah Kristus Mengalir Dalam Hidup Kita”
Dalam homilinya, Romo Parman menyampaikan pesan yang mendalam tentang makna Ekaristi. Ia menekankan bahwa dalam setiap perayaan Misa Kudus, kita tidak hanya mengenang pengorbanan Yesus di kayu salib, tetapi sungguh-sungguh menyambut Tubuh dan Darah-Nya yang menghidupkan.
“Hari ini, kalian menerima Yesus untuk pertama kalinya dalam bentuk roti dan anggur. Tapi ketahuilah, ini bukan sekadar simbol. Ini sungguh Tubuh dan Darah Kristus yang akan tinggal di dalam hatimu. Darah Kristus itu mengalir dalam hidupmu, memberi kekuatan, penghiburan, dan keberanian untuk menjadi murid-murid-Nya yang sejati,” ujar Romo dengan nada lembut namun penuh keyakinan.
Beliau juga mengajak umat untuk merenungkan bahwa darah Kristus mempersatukan kita dalam satu tubuh Gereja. Dengan menerima Komuni, setiap pribadi dipanggil untuk mewartakan kasih dan pengampunan Tuhan kepada sesama.
Undangan Menjadi Pelayan Altar
Pada saat menyampaikan homili, Romo Vincentius Suparman Pr., juga memberikan ajakan terbuka bagi para penerima Komuni Pertama untuk terlibat lebih aktif dalam kehidupan menggereja, khususnya dengan menjadi misdinar atau putra altar.
“Kalian yang hari ini sudah menerima Yesus, jangan berhenti di sini. Gereja memanggil kalian untuk melayani. Jadilah misdinar, putra altar, pelayan di meja Tuhan. Lewat pelayanan kecil itulah, iman kalian akan terus bertumbuh dan mengakar kuat dalam kasih Kristus,” ungkap Romo.
Ajakan ini disambut antusias oleh banyak anak dan orang tua. Beberapa peserta langsung menyatakan minat untuk mengikuti pelatihan misdinar yang akan dibuka oleh tim liturgi paroki dalam waktu dekat.
Perjalanan Iman Baru Dimulai
Perayaan diakhiri dengan pemberkatan para peserta Komuni Pertama dan foto bersama Romo serta para pembina. Keluarga dan umat paroki turut menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada anak-anak yang telah menerima sakramen suci ini.
Semoga momen sakral ini menjadi awal dari perjalanan iman yang teguh dan penuh sukacita. Dan semoga, dengan darah Kristus yang kini mengalir dalam hati mereka, anak-anak ini tumbuh menjadi pribadi-pribadi Katolik yang mencintai Tuhan dan sesama, serta setia melayani di ladang-Nya.
.
.
Penulis: Franciskus




