Beranda Berita Terbaru Perayaan Ibadat Jumat Agung: Keagungan Kasih Tuhan

Perayaan Ibadat Jumat Agung: Keagungan Kasih Tuhan

344
0

Pada sore hari Jumat tanggal 15 April 2022 umat Katolik di seluruh dunia memperingati hari wafat-Nya di kayu salib. Sang Penebus bermahkotakan duri di kepala-Nya.

Setiap tahun kita membacakan dan mengenang kisah sengsara-Nya mulai dari penangkapan, penderitaan, penyesahan hingga wafat-Nya.

Ibadat Jumat Agung di Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta diadakan dua kali yaitu yang pertama pada pukul 15.00 WIB dan yang kedua pukul 18.00 WIB.

Animo umat yang cukup tinggi membuat seluruh tempat duduk yang disediakan penuh hingga aula serta halaman di sekitar gereja.

Untuk mempersingkat waktu maka kisah sengsara hanya dibacakan dan tidak dinyanyikan seperti yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.

Meskipun begitu tidak mengurangi kekhidmatan umat dalam mengikuti ibadat.

Dalam homili singkatnya, Romo Vincentius Suparman Pr menyampaikan bahwa kesiap sediaan serta kesetiaan Yesus sebagai utusan Bapa dihayati hingga akhir hidupnya. Makna dan juga peristiwa salib memiliki arti yang mendalam bagi kita.

Salib lambang kehinaan Ia ubah menjadi tanda kemuliaan, Ia harus ditinggikan. Setiap kali memandang salib Tuhan kita Yesus Kristus kita merasa tidak sendirian.

Selaras dengan tema Paskah pada tahun ini, kita pun diajak untuk berbelarasa dan berpengharapan.

Karena melalui salib-Nya itu merupakan suimber kekuatan.

Sebagai penutup homili singkatnya, Romo Vincentius Suparman Pr, menyampaikan sebuah cerita singkat dimana seorang perawat yang diminta untuk menurunkan salib yang tergantung di tempat kerjanya oleh seorang pasien.

Namun, dengan baik dan santun ia menolak sambil menjawab bahwa ia tak dapat menurunkan salib tersebut, karena salib tersebut adalah sumber kekuatan baginya untuk merawat dan mengasihi banyak pasien.

Perawat tersebut belajar mengasihi banyak pasien melalui salib yang tergantung di tempat kerjanya.

Iman sang perawat itu meneguhkan kita semua sebagai umat Katolik karena ia selalu memadukan segala perjuangan hidupnya dengan salib Tuhan. Semoga kita sebagai umat yang dikasihiNya juga selalu berpadanan dengan salib Tuhan Kita Yesus Kristus.

Salib memang berat namun hendaknya kita justru ikut ambil bagian dalam memanggul salib Tuhan dengan meringankan salib kita masing-masing.

Kerap kali manusia cenderung menyerahkan salib kita kepada Tuhan dan hanya terima enaknya saja. ‘Pasrah bongkokan’ atau dalam bahasa Indonesia tidak mau tahu.

Semoga kita sebagai umat Katolik senantiasa terpanggil untuk memanggul salib kita masing-masing dan menjadi berkat dimanapun berada.

Ibadat Perayaan Jumat Agung dilanjutkan dengan doa umat meriah dan penghormatan salib secara sederhana. Penghormatan salib dilakukan oleh Imam di depan altar dan umat menghormati salib dengan cara berlutut.

Di hari Jumat Agung ini, saatnya bagi kita untuk sungguh menata hidup dan menampakkan kerelaan kita ikut serta dalam memanggul salib Yesus. Semoga di hari yang suci ini, hidup kita semakin dekat dengan Tuhan.

.
.

Penulis : Christina

.
.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here