Beranda Berita Terbaru JUMAT AGUNG – Mengenang Wafat Tuhan, Kesetiaan Yesus Yang Tersalib

JUMAT AGUNG – Mengenang Wafat Tuhan, Kesetiaan Yesus Yang Tersalib

157
0

Hari ini Jumat, 2 April 2021 kita memperingati wafat Yesus di kayu salib demi menebus dosa umat manusia. KesetiaanNya pada tugas perutusan untuk wafat di salib kita kenangkan hari ini dalam kisah sengsara yang dibacakan oleh lektor.

Yesus adalah Allah yang jika mau bisa saja turun dari salib dan menunjukkan kuasanya. Ia pun bisa menghindar untuk tidak datang ke Yerusalem agar tidak dihakimi dan akhirnya dihukum mati Namun ia memilih untuk tetap setia pada salib, penderitaan yang membawaNya pada kematian sebagai manusia di dunia.. Sengsara-Nya yang merangkul seluruh penderitaan manusia di dunia. Karya penebusanNya merupakan puncak dari misi Yesus Kristus datang ke dunia.

Ibadat Jumat Agung di Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta berjalan dengan lancar. Jumat Agung 1 diadakan pada pukul 15.00 dan yang kedua pukul 18.00. Umat menempati seluruh tempat duduk yang disediakan pertugas hingga memenuhi aula gereja. Kisah sengsara dibacakan, tidak dinyanyikan untuk mempersingkat waktu. Meskipun begitu tidak mengurangi kekhidmatan umat dalam mengikuti ibadat. Penghormatan salib dilakukan secara sederhana dengan berlutut di tempat duduk masing-masing guna mengurangi kontak fisik antar umat.

Dalam homili singkat, Romo menegaskan sengsara Yesus bukanlah penderitaan biasa melainkan penderitaan yang membawa keselamatan. Yesus rela menderita sampai titik darah penghabisan. Ia tidak kehilangan kepercayaan pada Bapa yang mengutusNya. Yesus bahkan menerima segala cacian, makian, hinaan dan hukuman salib yang diberikan kepadaNya.

Penyerahan diri Yesus pada kehendak Bapa mengajak kita untuk memiliki penyerahan diri yang sama. Sengsara Yesus adalah sengsara kita, wafat Yesus juga wafat kita atas hal-hal kedagingan dalam diri kita. Harapannya kebangkitan Yesus pun akan menjadi kebangkitan kita dari dosa dan penderitaan dunia.

Hal lain yang perlu disoroti adalah kesetiaan Bunda Maria menemani Yesus menderita hingga wafat di kayu salib. Maria memilih setia sampai akhir dan mau menanggung segala risiko.

Ingkatkah akan kisah Veronica yang mengusap wajah Yesus? Bagaimana tanggapan para prajurit dan khalayak ramai saat Veronika mengusap wajah Yesus? Tentu mereka mencaci, mengolok-olok dan memperlakukan Veronika dengan tidak menyenangkan. Namun Veronika menerima segala risikonya.

Begitupun Bunda Maria bisa saja menerima perlakuan yang kurang baik karena menemani Yesus dalam perjalanan sengsara dan mengakui Yesus sebagai anak tunggalnya. Maria adalah wajah kesetiaan Gereja pada mereka yang KLMTD (kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel). Kesetiaan Maria inilah yang menjadi pokok refleksi bagi kita masing-masing.

Bagaimana sikapku ketika imanku diuji dalam keadaan sulit dan terhimpit? Apakah aku tetap setia manakala ada pilihan untuk meninggalkan imanku demi keselamatan pribadi? Ataukah aku berani memegang erat salib Yesus dan mengakui imanku walaupun semua orang mencaci dan memaki?

Marilah kita renungkan kesetiaan iman kita kepada Yesus yang telah lebih dulu setia pada tugas perutusanNya.

.
.

Foto – Foto Ibadat Klik Disini

.
.

Penulis : Christina

.
.

Lihat Artikel Lain :

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here